Taliban Bebaskan Puluhan Tentara Afghanistan yang Tertawan

KIBLAT.NET, Faryab – Gerakan Taliban Afghanistan, Senin (20/08), membebaskan sebanyak 40 tawanan tentara pemerintah yang ditangkap sebelumnya di provinsi Faryab, utara negara itu.

Kantor berita Al-Jazeera melansir dari sumber keamanan melaporkan, pembebasan itu dilakukan Senin pagi. Puluhan tentara itu merupakan penumpang tiga bus yang dicegat oleh pejuang Taliban beberapa waktu lalu.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan para pejuang menghentikan bus-bus tersebut setelah gerakan menerima laporan intelijen delapan dari para penumpang pejabat keamanan. Para pejabat itu menyelinap di antara para tentara dan sipil yang tengah melakukan perjalanan libur lebaran ke ibukota Kabul.

Ia menambahkan, pihaknya segera mengamankan bus-bus tersebut beserta penumpangnya ke lokasi aman untuk menghindari pertempuran. Saat ini para penumpang masih diinterogasi satu persatu. Warga sipil atau prajurit biasa jika sudah terkonfirmasi akan dibebaskan.

Mujahid juga mengumumkan bahwa pihaknya juga akan membebaskan sekitar 500 tentara Afghanistan pada kesempatan Idul Adha.

Pada bagiannya, pihak berwenang mengumumkan pembebasan 149 orang yang diculik oleh Taliban. Pembebasan ini terjadi di saat banyak pihak menunggu jawaban Taliban terhadap tawaran gencatan senjata Hari Raya Idul Adha oleh Kabul.

Naseerat Rahmani, deputi menteri dalam negeri, mengklaim bahwa pasukan pemerintah telah “membebaskan 149 orang yang diculik oleh Taliban di provinsi utara Kundu”. Ia juga menambahkan bahwa Taliban masih menahan 21 orang lainnya.

Presiden Afghanistan menyeru Taliban untuk gencatan selama tiga bulan. Gerakan belum menanggapi tawaran itu.

Sementara itu, duta besar Afghanistan untuk Rusia, Abdul Qayyum Kochi, menyatakan keengganan negaranya untuk bergabung dengan Taliban pada pertemuan Moskow untuk membahas Afghanistan yang akan diadakan pada 4 September.

Kochi mengatakan dalam sebuah pernyataan, jika Rusia ingin serius berpartisipasi dalam pertemuan itu dan bernegosiasi dengan mereka, Kabul tidak keberatan, seperti yang ia katakan.

Kochi menunjukkan bahwa Rusia akan mengundang Taliban dalam pertemuan. Sementara Moskow memiliki kontak untuk itu.

Sumber: Al-Jazeera, Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat