... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Rekayasa Pencitraan: Senjata yang Bakal Memakan Tuannya Sendiri

Foto: Aksi Jokowi saat Asian Games.

Ditulis oleh: Willyuddin A.R.Dhani (GNPF Ulama Bogor Raya)

KIBLAT.NET – Saya memang tidak sempat menonton secara lengkap Acara Opening Ceremony Asian Games ke 18, tanggal 18 Agustus 2018, dari awal sampai akhir. Seperti yang disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi nasional. Tapi katanya acara tersebut heboh spektakuler dengan berbagai kreatifitas seni koreografi hasil karya anak-anak negeri yang hebat, lengkap dipadu dengan teknik lighting yang canggih pula.

Salut habis deeh buat para seniman kita yang kreatifitasnya sangat luarrrr biasaaaa… Teruskan kreatifitas kalian untuk citra kemajuan seni dan budaya bangsa ini.

Suatu hal yang juga bisa dibilang tidak kalah heboh karena adanya aksi sang presiden bak aktor Tom Cruise yang datang bergaya ala anak muda dengan motor gede. Aksi machonya dikesankan sangat herois untuk membebaskan diri dari kemacetan kondisi lalu lintas Jakarta yang kurang bersahabat.

Padahal sang presiden harus menghadiri acara resmi kenegaraan tepat waktu, untuk membuka secara resmi acara Asian Games dihadapan tamu-tamu negara, para undangan pembesar negeri dan para kontingen peserta Asian Games se-Benua Asia tersebut sesuai dengan yang telah dijadwalkan.

Opening seremoni yang terkesan seolah-olah mundur dari jadwal yang telah dipublish sehingga para undangan dan penonton televisi dibuat menunggu penasaran, harus maklum karena adanya hambatan kemacetan lalu lintas jalan menuju lokasi acara. Sehingga dibuat lah rekayasa akting yang luar biasa hebat dan mengagumkan tersebut.

Sebagai rakyat biasa, -walau tidak terlalu jeli- saya kok merasa ada yang mengganjal terhadap akting tersebut. Mungkinkah hal tersebut bagian dari rekayasa sutradara yang ingin sang aktornya tetap digandrungi rakyatnya agar elektabilitasnya naik kembali? Mengingat sang aktor kan masih presiden dan juga calon presiden untuk tahun 2019 – 2024? Wallahu a’lam.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Cawapres pihak sebelah (pesaingnya) memang diakui dan tidak bisa dibantah bahwa lebih macho dan nyaris memiliki karakter yang serba bisa di samping lebih muda dan ganteng.

Sepertinya akting sang aktor yang diatur sutradara (walau menurut sebagian pemberitaan yang beredar, terindikasi menggunakan pemeran pengganti, dimaksudkan untuk itu. Jika analisa ini dan pemberitaan itu benar, maka rekayasa tersebut kemungkinan bisa berbalik dapat menjadi Senjata Yang Bakal Memakan Tuannya Sendiri.

Ada satu hal lagi yang perlu dicermati, selain untuk pencitraan sang aktor menandingi kemacoan cawapres pihak sebelah. Mungkin kah rekayasa akting tersebut juga dimaksudkan oleh para sutradaranya yang belum bisa move on untuk meruntuhkan citra Gubernur DKI yang selama ini dipersonifikasikan sebagai lawan politiknya untuk diruntuhkan?

Sehingga sekali dayung dapat melampaui dua pulau untuk dapat menggiring opini publik agar menganggap bahwa sang Gubernur DKI saat ini, tidak mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lancar bagi para peserta Asian Games dan tamu undangan yang hendak datang ke lokasi acara tepat waktu?

Bahkan sang presiden pun terpaksa tidak diberi akses fasilitas jalan masuk dengan mudah dan lancar? Yang akhirnya harus berganti mengendarai motor gede bak aktor hollywood yang macho? Wallahu a’lam. Hanya Allah Yang Maha Tahu tentang isi hati dan maksud dari aksi akting herois tersebut. Tentu, juga hanya sang aktor dan sutradara pembuat rekayasa aksi yang hebat tersebut yang tahu maksud dan tujuannya.

Kita sebagai rakyat, mungkin hanya bisa berdecak kagum sambil menebak-nebak apa maksudnya dengan beragam komentar yang berbeda-beda.

Namun jika analisa kemungkinannya benar, ternyata 2 hal tersebut di atas yang dijadikan target sasaran rekayasanya, maka sungguh naif mereka itu, dan saya khawatir rekayasa itu akan menjadi Senjata Yang Bakal Memakan Tuannya Sendiri

Mengapa? Karena Allah Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa tidak akan pernah ridho terhadap segala perilaku orang-orang yang pandai melakukan tipu daya (makar) rekayasa maupun konspirasi pencitraan untuk mencari keuntungan pribadi dengan menebar kebohongan sekaligus untuk menjatuhkan fihak lainnya. Apalagi jika rekayasa tersebut dibumbui tujuan untuk menebar fitnah pembodohan terhadap rakyat, lucu-lucuan, merekayasa kebohongan yang pada ujungnya dapat menimbulkan perselisihan dan permusuhan?

Rasulullah S.a.w pernah bersabda:

(ويل للذي يحدث القوم ثم يكذب ليضحكهم. ويل له، ويل له، ويل له. (رواه ابوداود و احمد

Yang artinya: “Celakalah bagi orang yang membuat cerita kepada suatu kaum dengan sandiwara bohong dengan maksud agar mereka tertawa kagum padanya. Celakalah dia, celakalah dia, celakalah dia” (HR. Abu Daud & Ahmad)

Allah SWT berfirman:

قَدْ مَكَرَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَاَتَى اللّٰهُ بُنْيَانَهُمْ مِّنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَاَتٰٮهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَ

“Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan siksa itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 26)

Dalam ayat yang lain Allah menegaskan kembali :

اَفَاَمِنَ الَّذِيْنَ مَكَرُوا السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّخْسِفَ اللّٰهُ بِهِمُ الْاَرْضَ اَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَ
“Maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya Bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,”

اَوْ يَأْخُذَهُمْ فِيْ تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِيْنَ

“Atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak (azab itu)?” (QS. An-Nahl 16: Ayat 45 – 46)

Semoga, tipu daya kebohongan dan rekayasa pencitraan yang kemungkinan akan terus mereka tebarkan dengan kehebohan lainnya, tidak akan menjadikan rakyat negeri ini mudah dibodohi dan tertipu.

Sebaliknya apapun yang mereka lakukan dan akan mereka lakukan, menjadikan Allah turunkan hikmah pencerdasan bagi rakyat kita, agar rakyat negeri ini semakin cerdas dan mampu membedakan mana mutiara asli dan mana loyang berlapis mutiara palsu.

Allah akan selalu memberikan isyarat al furqan kepada hamba-hambaNya yang beriman, yang selalu bertaqwa dan selalu beramal kebajikan berdasarkan kejujuran, kebenaran dan ketulusan. Semoga Allah berikan kebaikan pada negeri ini dan seluruh rakyat Indonesia. Aamiin.

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Rekayasa Pencitraan: Senjata yang Bakal Memakan Tuannya Sendiri”

  1. Justin

    Saya merindukan pimpinan yg benar2 mencotoh rasulullah saw.. saya kecewa dengan kondisi saat ini.. dengan maraknya ujaran kebencian..dan fitnah.. dan saya amat sedih karena banyak dari ulama2 kita yg mampu untuk menjadi kepala negara tapi tidak memberanikan diri untuk mencalonkan diri untuk menjadi presiden.. pasti akan banyak perubahan bagi bangsa ini dgn mayoritas muslim. jika partai2 islam bersatu untuk mengusung ulama untuk menjadi pemimpin pasti kemenangan akan diraih..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Taliban Sebagai Pemerintahan Islam

Dalam perkembangan terkini, rakyat Afghanistan tampak memberikan dukungan kepada Taliban, dan percaya terhadap kekuatan perjuangan Islam dan pembelaan terhadap tanah air yang diusung.

Selasa, 21/08/2018 20:19 0

Indonesia

GUIB: Pawai Palu Arit dan Separatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

GUIB: Pawai Palu Arit dan Sparatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

Selasa, 21/08/2018 20:09 1

Indonesia

PKS Bantah Penetapan Gempa Lombok Bencana Nasional Rugikan Negara

PKS Bantah Penetapan Gempa Lombok Bencana Nasional Rugikan Negara

Selasa, 21/08/2018 19:18 0

Indonesia

Nasir Djamil: Pemerintah Lebih Menghargai Wisatawan Asing Daripada Warganya Sendiri

Anggota Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia DPR RI, Nasir Djamil meyayangkan sikap dan kebijakan pemerintah yang sampai saat ini enggan menetapkan gempa bumi di Nusa Tenggara Barat ( NTB ) sebagai bencana nasional.

Selasa, 21/08/2018 18:42 0

Indonesia

Dinilai Bentuk Ujaran Kebencian, Polisi Diminta Usut Penyebar Video Pawai Bercadar

Polisi Diminta Usut Penyebar Video dan Meme Pawai Bercadar

Selasa, 21/08/2018 18:16 0

Indonesia

GUIB Jatim: Potongan Video Pawai Bercadar Provokasi dan Mendiskreditkan Islam

"Ini menurut saya bentuk-bentuk provokasi dan saya berharap teman-teman kepolisian mengusut kasus ini sehingga tidak lagi terjadi fitnah terhadap TK Kartika"

Selasa, 21/08/2018 17:50 0

Indonesia

Sorot Pawai Anak TK Bercadar, Media Asing Kaitkan dengan Kostum ISIS

K Kartika V 69 di Probolinggo Jawa Timur menjadi sorotan setelah potongan video pawai budaya yang digelar pada 18 Agustus 2018 menampilkan kostum anak-anak memakai cadar dan membawa senjata mainan.

Selasa, 21/08/2018 17:24 1

Indonesia

Soal Gempa Lombok, Sandiuno: Kita Perlu Taubat Nasional

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberi tanggapan soal bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok. Ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk melakukan taubat nasional.

Selasa, 21/08/2018 16:32 0

Editorial

Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

Agak ironis rasanya jika tema kemerdekaan HUT RI ke-73 kali ini mengambil narasi Energi dan Kerja. Sementara media massa memaknainya dengan memunculkan energi negatif melalui Islamofobia, yang "mengerjai" Islam dan kaum muslimin.

Selasa, 21/08/2018 16:21 0

Indonesia

Fatwa Terkait Vaksin MR Dinilai Terburu-buru

Fatwa Terkait Vaksin MR masih di tingkat komisi fatwa dan belum ditetapkan lembaga MUI

Selasa, 21/08/2018 16:12 0

Close