... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PKS Bantah Penetapan Gempa Lombok Bencana Nasional Rugikan Negara

Foto: Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini mengaskan bahwa status bencana nasional sangat penting ditetapkan atas gempa Lombok. Sebab, hal itu supaya upaya rekontruksi dan rehabilitasi dilakukan secara maksimal.

“Jadi soal penetapan bencana nasional ini semata-mata bagaimana upaya kita untuk menghadirkan proses tanggap darurat rekonstruksi dan rehabilitasi yang lebih kuat dan tuntas. Tentu dengan dukungan penuh sumber daya nasional termasuk pendanaan APBN yang memang tersedia dana on call untuk kondisi bencana nasional,” katanya kepada Kiblat.net melalui pesan singkat pada Selasa (21/08/2018).

Ia juga membantah jika status bencana nasional akan menjadikan kerugian negara. Menurutnya, proses rekonstruksi dan rehabilitasi berlangsung cepat dan efektif dengan penetapan sebagai bencana nasional. Dan akan segera memulihkan kondisi pariwisata di NTB/Lombok.

“Sekarang saja sudah muncul kritisme dari masyarakat internasional soal besarnya korban dan lambatnya penanganan bencana. Artinya kepercayaan internasional termasuk wisatawan sangat ditentukan dari kecepatan dan keefektifan penanganan bencana,” ucapnya.

“Dan kita berharap dengan penetapan bencana nasional penanganan bencana lebih baik, cepat dan efektif,” sambungnya.

Ia juga menilai bahwa penanganan korban tanggap darurat, rekonstruksi dan rehabilitasi di lapangan lambat dan tidak merata. Bahkan, banyak keluhan di lapangan bahkan akses korban terhadap bantuan sulit.

“Ini yang harus jadi prioritas agar sistem dan manajemen penanganan bencana lebih kuat dan komprehensif. Sehingga keluhan dan keterbatasan dari rakyat korban bencana dapat segera diatasi secara baik dan komprhensif,” tukasnya.

BACA JUGA  6 Kasus Ini Dinilai Penyebab Novel Baswedan Disiram Air Keras

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebutkan bahwa pemerintah tidak menetapkan gempa Lombok karena akan merugikan negara. Yaitu wisatawan tidak dapat masuk ke Lombok atau Bali.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

Agak ironis rasanya jika tema kemerdekaan HUT RI ke-73 kali ini mengambil narasi Energi dan Kerja. Sementara media massa memaknainya dengan memunculkan energi negatif melalui Islamofobia, yang "mengerjai" Islam dan kaum muslimin.

Selasa, 21/08/2018 16:21 0

Yaman

AQAP Bantah Laporan Media Barat Soal Kesepakatan dengan UEA

Kelompok jihadis AQAP, cabang al-Qaidah di Semenanjung Arabia, pada hari Jumat (17/08) merilis pernyataan menyangkal laporan The Associated Press (AP) terkait dugaan adanya kesepakatan rahasia dengan Uni Emirat Arab.

Selasa, 21/08/2018 13:04 0

Afghanistan

Taliban Tolak Tawaran Gencatan Senjata Baru Ashraf Ghani

Pemimpin Taliban, Syaikh Haybatullah Akhunzadah, menolak tawaran baru itu dengan alasan hanya akan meguntungkan misi yang dipimpin AS.

Selasa, 21/08/2018 08:00 0

Afghanistan

Taliban Bebaskan Puluhan Tentara Afghanistan yang Tertawan

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan para pejuang menghentikan bus-bus tersebut setelah gerakan menerima laporan intelijen delapan dari para penumpang pejabat keamanan.

Selasa, 21/08/2018 07:12 0

Irak

Helikopter Koalisi Jatuh Dalam Misi Tempur, Satu Tentara AS Tewas

Saat itu, helikopter tersebut menjalankan misi dukungan dalam operasi pertempuran melawan ISIS di Iraq

Selasa, 21/08/2018 05:49 0

Fikih

Tidak Usah Bingung, Idul Adha Selasa atau Rabu Sama-sama Sah

Di sosial media hari-hari ini ramai dibicarakan apakah Idul Adha Hari selasa atau hari Rabu. perdebatan fikih ini berlarut-larut sehingga seringkali kita justru sibuk dengan itu dan melupakan prioritas memperbanyak amal sholih di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Redaksi mencoba menguraikan kisruh tersebut dengan memaparkan secara singkat cuplikan-cuplikan pendapat ulama dalam masalah tersebut.

Senin, 20/08/2018 19:00 0

Suriah

HTS Kembali Tangkapi Oknum Penyeru Rekonsiliasi dengan Rezim

Kampanye ini merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya yang digelar HTS dan Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir (marger baru faksi-faksi oposisi di Idlib). Kedua faksi itu berkoordinasi untuk melakukan penangkapan di Idlib dan pedesaan Hama serta Aleppo.

Senin, 20/08/2018 12:33 0

Khazanah

Mengenal Rangkaian Ibadah Haji dari Awal sampai Akhir

Sebagian jemaah boleh berniat ibadah haji saja, dan ini disebut Haji Ifrad. Atau jemaah berniat melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan, atau dikenal Haji Qiran

Senin, 20/08/2018 09:56 1

Arab Saudi

Hujan Lebat Guyur Jemaah Haji di Hari Pertama Rangkaian Ibadah

Di hari pertama rangkaian ibadah, jemaah diguyur hujan lebat. Departemen Kesehatan Saudi mengatakan tidak ada tanda-tanda adanya wabah di kalangan jemaah.

Senin, 20/08/2018 08:03 0

Afghanistan

Afghanistan Kembali Umumkan Gencatan Senjata Hari Raya

"Saya telah mengumumkan gencatan senjata dari Senin sampai kelahiran Nabi (21 November) dan akan terus berlanjut selama Taliban mempertahankan dan menghormatinya," kata Ghani dalam pidatonya selama perayaan Hari Kemerdekaan ke-99 Afganistan.

Senin, 20/08/2018 06:31 0

Close