... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Download

Laporan Syamina: Taliban Sebagai Pemerintahan Islam

KIBLAT.NET – Tulisan ini lebih fokus kepada pengalaman setelah dekade kedua Taliban (>2014) untuk menunjukkan apa peran Taliban dan kemungkinan pencapaiannya dalam satu dekade berikutnya (2024). Laporan internasional menggambarkan kemampuan Taliban dalam menyelenggarakan “sistem pemerintahan paralel yang canggih”, dengan komisi untuk setiap bidang layanan, seperti kesehatan, peradilan dan keuangan. Kelompok tersebut mampu beroperasi di berbagai distrik yang sepenuhnya atau sebagian dikendalikannya.

Dalam perkembangan terkini, rakyat Afghanistan tampak memberikan dukungan kepada Taliban, dan percaya terhadap kekuatan perjuangan Islam dan pembelaan terhadap tanah air yang diusung. Taliban menetapkan aturan “luas” di wilayah Afghanistan dan jauh lebih peduli dengan kepentingan rakyat. Bergeser dari keterpaksaan menjadi “kesadaran” atas rakyat Afghanistan melalui layanan dan kegiatan negara, sering menjadi bagian dari “tatanan sosial” lokal, dan ia memandang dirinya sebagai pemerintahan negara, bukan hanya untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik ketika konflik berakhir.

Pasukan Amerika Serikat tidak bisa berbuat banyak di bumi para pejuang bersorban tersebut. Kini AS dan sekutunya dihadapkan kepada pilihan untuk mematahkan perlawanan dengan memusnahkan seluruh negara dengan kekerasan yang tidak pandang bulu dan kuat. Dalam perang terpanjang dalam sejarah Amerika, data dan fakta di lapangan mengisyaratkan bahwa militer AS telah gagal memenangkan Afghanistan—seperti halnya Imperium Inggris yang kuat melakukannya tiga kali di abad ke-19 dan awal abad ke-20 dan negara adikuasa Soviet baru-baru ini pada tahun 1980-an. Sekali lagi, kekuatan luar gagal menang di Afghanistan sejak Cyrus dari Persia melakukannya pada zaman kuno.

BACA JUGA  Guyub Rukun Warga Jogokariyan Sukseskan Muslim United

Ada banyak faktor yang menyebabkan Amerika Serikat gagal menang dan mampu bertahan. Laporan internasional memperingatkan bahwa tanpa kontribusi donor, pemerintah Afghanistan tidak akan dapat memenuhi sebagian besar pengeluaran operasi atau perkembangannya. Laporan internasional juga menyebutkan, AS tidak memiliki strategi antikorupsi yang komprehensif. Lebih lanjut, militer AS akan mengalami kesulitan untuk menjual kebijakan bangkrut moral semacam itu, yang berarti “menghancurkan sebuah negara untuk menyelamatkannya,” di sebuah republik.

Sebaliknya, ada banyak faktor yang menunjang kemampuan Taliban untuk bertahan dan berkembang. Ketika Taliban mampu menjalankan fungsi pemerintahan bayangan dan pelayanan publik, kekuatan militernya dalam kondisi tidak melemah, justru meningkat tiga kali lipat. Hal ini dibuktikan lewat statistik serangan reguler dan operasi khusus.

Taliban juga memiliki kemampuan dalam memainkan diplomasi internasional. Kelompok tersebut mampu mempertahankan posisi tawar di dalam negeri. Kelompok tersebut mendapat dukungan langsung dari kelompok-kelompok di luar Afghanistan, seperti TTP dan kelompok jihadi Asia Tengah (Uzbekistan, Xinjiang).

Taliban memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan pelayanan publik terbatas, seperti arbitrase penyelesaian sengketa masyarakat. Misalnya pula, ketika Taliban mempersilakan lembaga Internasional untuk melakukan pelayanan kesehatan, di antaranya vaksinasi. Selain itu, Taliban mampu mengontrol perdagangan opium sebagai penggerak ekonomi masyarakat Afghanistan. Kemampuan terkini di dalam menggunakan teknologi yang menunjang strategi informasi ke dalam maupun ke luar.

Baca laporan selengkapnya: Taliban Sebagai Pemerintahan Islam

Laporan Syamina: Taliban Sebagai Pemerintahan Islam
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

GUIB: Pawai Palu Arit dan Separatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

GUIB: Pawai Palu Arit dan Sparatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

Selasa, 21/08/2018 20:09 1

Indonesia

PKS Bantah Penetapan Gempa Lombok Bencana Nasional Rugikan Negara

PKS Bantah Penetapan Gempa Lombok Bencana Nasional Rugikan Negara

Selasa, 21/08/2018 19:18 0

Indonesia

Nasir Djamil: Pemerintah Lebih Menghargai Wisatawan Asing Daripada Warganya Sendiri

Anggota Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia DPR RI, Nasir Djamil meyayangkan sikap dan kebijakan pemerintah yang sampai saat ini enggan menetapkan gempa bumi di Nusa Tenggara Barat ( NTB ) sebagai bencana nasional.

Selasa, 21/08/2018 18:42 0

Indonesia

Dinilai Bentuk Ujaran Kebencian, Polisi Diminta Usut Penyebar Video Pawai Bercadar

Polisi Diminta Usut Penyebar Video dan Meme Pawai Bercadar

Selasa, 21/08/2018 18:16 0

Indonesia

GUIB Jatim: Potongan Video Pawai Bercadar Provokasi dan Mendiskreditkan Islam

"Ini menurut saya bentuk-bentuk provokasi dan saya berharap teman-teman kepolisian mengusut kasus ini sehingga tidak lagi terjadi fitnah terhadap TK Kartika"

Selasa, 21/08/2018 17:50 0

Indonesia

Sorot Pawai Anak TK Bercadar, Media Asing Kaitkan dengan Kostum ISIS

K Kartika V 69 di Probolinggo Jawa Timur menjadi sorotan setelah potongan video pawai budaya yang digelar pada 18 Agustus 2018 menampilkan kostum anak-anak memakai cadar dan membawa senjata mainan.

Selasa, 21/08/2018 17:24 1

Indonesia

Soal Gempa Lombok, Sandiuno: Kita Perlu Taubat Nasional

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberi tanggapan soal bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok. Ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk melakukan taubat nasional.

Selasa, 21/08/2018 16:32 0

Editorial

Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

Agak ironis rasanya jika tema kemerdekaan HUT RI ke-73 kali ini mengambil narasi Energi dan Kerja. Sementara media massa memaknainya dengan memunculkan energi negatif melalui Islamofobia, yang "mengerjai" Islam dan kaum muslimin.

Selasa, 21/08/2018 16:21 0

Indonesia

Fatwa Terkait Vaksin MR Dinilai Terburu-buru

Fatwa Terkait Vaksin MR masih di tingkat komisi fatwa dan belum ditetapkan lembaga MUI

Selasa, 21/08/2018 16:12 0

Indonesia

Sikapi Musibah, Taubat Nasional Harus Dimulai dari Para Pemimpin

Taubat Nasional Harus Dimulai dari Para Pemimpin

Selasa, 21/08/2018 15:07 0

Close