... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

GUIB: Pawai Palu Arit dan Separatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

Foto: Pawai yang mengusung simbol palu arit dan mahasiswa di sebuah kampus di Papu memakai gelang simbol bendera Papua Merdeka

KIBLAT.NET, Surabaya – Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur menilai beredarnya video dan meme terkait anak-anak TK bercadar peserta pawai budaya di Probolinggo sebagai upaya menyudutkan Islam. Ironisnya, acaman nyata yang lebih membahayakan, seperti gerakan sparatsime, tidak dianggap sebagai masalah.

Sekretaris Jenderal GUIB Jawa Timur Ustaz Mochammad Yunus segera menyoroti fenomena hoaks di media sosial, ketika disinggung tentang beredarnya potongan video dan meme terkait anak-anak TK bercadar dalam pawai budaya di Probolinggo.

Potongan video dan meme yang beredar tersebut disertai dengan narasi-narasi yang mengaitkan dengan radikalisme dan hingga ISIS. Menurutnya, informasi palsu atau hoaks disebarkan dalam rangkan menyudutkan pihak-pihak tertentu.

“Di antara yang sering disudutkan adalah Islam, melakukan monsterisasi kepada Islam seolah-olah Islam itu menakutkan,” terang Yunus melalui sambungan telepon, Selasa (21/08/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menegaskan upaya-upaya menyudutkan Islam sebenarnya tak perlu terjadi di Indonesia. Pasalnya, umat Islam memegang peranan penting dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terkait beredarnya potongan video dan meme terkait anak-anak TK bercadar dalam pawai budaya di Probolinggo, Yunus menilai ada pihak yang sengaja membuat situasi seolah-olah Islam itu menjadi ancaman yang menakutkan. Seragam cadar yang dikenakan peserta dan senjata tiruan yang dibawa dijadikan masalah, meski bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan.

BACA JUGA  Mendag Klarifikasi Statemen Larangan Penjualan Minyak Curah

Hal itu disayangkan GUIB karena masyarakat luas tak mempermasalahkan pawai yang dilakukan pendukung gerakan LGBT, yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Indonesia.

“Bahkan kemarin ada pawai yang memakai simbol palu arit, itu tidak ada masalah,” ujar Yunus.

Dia juga menyinggung aksi mahasiswa di sebuah kampus di Papua yang menyuarakan sparatisme, dengan menyerukan dan menggunakan gelang Papua Merdeka saat kegiatan tahun ajaran baru. Yunus menyayangkan tak adanya tindakan tegas dari aparat. Padahal, sikap tersebut merupakan ancaman nyata bagi NKRI.

“Itu ancaman lebih nyata, itu ancaman yang membahayakan tidak dianggap sebagai masalah. Tapi cadar yang bukan masalah dianggap sebagai masalah,” pungkasnya.

 

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “GUIB: Pawai Palu Arit dan Separatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan”

  1. rano parno

    negeri ini bangsa ini sudah teracuni oleh pemikiran liberal shg darurat PHOBIA ISLAM???????

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

Agak ironis rasanya jika tema kemerdekaan HUT RI ke-73 kali ini mengambil narasi Energi dan Kerja. Sementara media massa memaknainya dengan memunculkan energi negatif melalui Islamofobia, yang "mengerjai" Islam dan kaum muslimin.

Selasa, 21/08/2018 16:21 0

Yaman

AQAP Bantah Laporan Media Barat Soal Kesepakatan dengan UEA

Kelompok jihadis AQAP, cabang al-Qaidah di Semenanjung Arabia, pada hari Jumat (17/08) merilis pernyataan menyangkal laporan The Associated Press (AP) terkait dugaan adanya kesepakatan rahasia dengan Uni Emirat Arab.

Selasa, 21/08/2018 13:04 0

Afghanistan

Taliban Tolak Tawaran Gencatan Senjata Baru Ashraf Ghani

Pemimpin Taliban, Syaikh Haybatullah Akhunzadah, menolak tawaran baru itu dengan alasan hanya akan meguntungkan misi yang dipimpin AS.

Selasa, 21/08/2018 08:00 0

Afghanistan

Taliban Bebaskan Puluhan Tentara Afghanistan yang Tertawan

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan para pejuang menghentikan bus-bus tersebut setelah gerakan menerima laporan intelijen delapan dari para penumpang pejabat keamanan.

Selasa, 21/08/2018 07:12 0

Irak

Helikopter Koalisi Jatuh Dalam Misi Tempur, Satu Tentara AS Tewas

Saat itu, helikopter tersebut menjalankan misi dukungan dalam operasi pertempuran melawan ISIS di Iraq

Selasa, 21/08/2018 05:49 0

Fikih

Tidak Usah Bingung, Idul Adha Selasa atau Rabu Sama-sama Sah

Di sosial media hari-hari ini ramai dibicarakan apakah Idul Adha Hari selasa atau hari Rabu. perdebatan fikih ini berlarut-larut sehingga seringkali kita justru sibuk dengan itu dan melupakan prioritas memperbanyak amal sholih di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Redaksi mencoba menguraikan kisruh tersebut dengan memaparkan secara singkat cuplikan-cuplikan pendapat ulama dalam masalah tersebut.

Senin, 20/08/2018 19:00 0

Suriah

HTS Kembali Tangkapi Oknum Penyeru Rekonsiliasi dengan Rezim

Kampanye ini merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya yang digelar HTS dan Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir (marger baru faksi-faksi oposisi di Idlib). Kedua faksi itu berkoordinasi untuk melakukan penangkapan di Idlib dan pedesaan Hama serta Aleppo.

Senin, 20/08/2018 12:33 0

Khazanah

Mengenal Rangkaian Ibadah Haji dari Awal sampai Akhir

Sebagian jemaah boleh berniat ibadah haji saja, dan ini disebut Haji Ifrad. Atau jemaah berniat melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan, atau dikenal Haji Qiran

Senin, 20/08/2018 09:56 1

Arab Saudi

Hujan Lebat Guyur Jemaah Haji di Hari Pertama Rangkaian Ibadah

Di hari pertama rangkaian ibadah, jemaah diguyur hujan lebat. Departemen Kesehatan Saudi mengatakan tidak ada tanda-tanda adanya wabah di kalangan jemaah.

Senin, 20/08/2018 08:03 0

Afghanistan

Afghanistan Kembali Umumkan Gencatan Senjata Hari Raya

"Saya telah mengumumkan gencatan senjata dari Senin sampai kelahiran Nabi (21 November) dan akan terus berlanjut selama Taliban mempertahankan dan menghormatinya," kata Ghani dalam pidatonya selama perayaan Hari Kemerdekaan ke-99 Afganistan.

Senin, 20/08/2018 06:31 0

Close