... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

GUIB Jatim: Potongan Video Pawai Bercadar Provokasi dan Mendiskreditkan Islam

Foto: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur Ustaz Mochammad Yunus

KIBLAT.NET, Surabaya – Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur telah mengamati video utuh pawai budaya TK Kartika V 69 Probolinggo, Jawa Timur. Potongan video dan gambar yang hanya menampilkan peserta pawai yang bercadar dinilai sebagai upaya mendiskreditkan Islam dan bentuk provokasi.

Sekretaris Jenderal GUIM Ustaz Mochammad Yunus mengatakan penyebaran potongan video dan gambar peserta pawai bercadar, yang disertai dengan narasi-narasi terkait radikalisme adalah bentuk stigma negatif terhadap Islam. “Menurut saya ini merupakan bentuk upaya untuk mendiskretditkan Islam,” ujarnya kepada Kiblat, Selasa (21/08/2018).

GUIB sendiri telah melakukan pengamatan terhadap kegiatan pawai itu. Yunus menilai beredarnya potongan foto dan video peserta pawai bercadar di media sosial kontra produktif dengan tujuan pihak TK Kartika V 69 Probolinggo.

“Ini adalah bagian bentuk provokasi sehingga orang memahami secara berbeda kasus tersebut,” kata Yunus.

Menurutnya, jika dilihat secara keseluruhan kegitan pawai yang melibatkan siswa TK Kartika V 69 Probolinggo tak ada bedanya dengan kegiatan pawai pda umumnya. Dari hasil pengamatan GUIB barisan pwai itu ada jug apeserta yang membawa kakbah, patung kuda, dan bendera.

“Tapi kenapa orang yang memotong video dan membuat meme-meme itu hanya menyorot anak-anak yang memakai cadar itu. Apalagi diberi komentar-komentar seolah-olah TK Kartika itu ladang bagi persemaian radikalisme,” ujar Yunus.

“Ini menurut saya bentuk-bentuk provokasi dan saya berharap teman-teman kepolisian mengusut kasus ini sehingga tidak lagi terjadi fitnah terhadap TK Kartika,” tandasnya.

BACA JUGA  KH Luthfi Basori Nilai Penolak Muslim United Kelompok Liberal

Terkait kegiatan pawai budaya, kepala TK Kartika V 69 Hartatik juga telah melakukan klarifikasi. Dalam keterangannya, Hartatik mengatakan seragam yang dipkai dalam pawai itu memanfaatkan kostum yang telah ada sejak tahun 2015.

“Anak-anak mengenakan seragam pawai bercadar dan menenteng senjata itu mengangkat tema “Perjuangan Bersama Rasulullah SAW Untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa”. Bukan menunjukkan hal yang berbau teroris yang dimaksud warganet, saya minta maaf kalau memang saya salah,” ungkap Hartatik.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

Agak ironis rasanya jika tema kemerdekaan HUT RI ke-73 kali ini mengambil narasi Energi dan Kerja. Sementara media massa memaknainya dengan memunculkan energi negatif melalui Islamofobia, yang "mengerjai" Islam dan kaum muslimin.

Selasa, 21/08/2018 16:21 0

Yaman

AQAP Bantah Laporan Media Barat Soal Kesepakatan dengan UEA

Kelompok jihadis AQAP, cabang al-Qaidah di Semenanjung Arabia, pada hari Jumat (17/08) merilis pernyataan menyangkal laporan The Associated Press (AP) terkait dugaan adanya kesepakatan rahasia dengan Uni Emirat Arab.

Selasa, 21/08/2018 13:04 0

Afghanistan

Taliban Tolak Tawaran Gencatan Senjata Baru Ashraf Ghani

Pemimpin Taliban, Syaikh Haybatullah Akhunzadah, menolak tawaran baru itu dengan alasan hanya akan meguntungkan misi yang dipimpin AS.

Selasa, 21/08/2018 08:00 0

Afghanistan

Taliban Bebaskan Puluhan Tentara Afghanistan yang Tertawan

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan para pejuang menghentikan bus-bus tersebut setelah gerakan menerima laporan intelijen delapan dari para penumpang pejabat keamanan.

Selasa, 21/08/2018 07:12 0

Irak

Helikopter Koalisi Jatuh Dalam Misi Tempur, Satu Tentara AS Tewas

Saat itu, helikopter tersebut menjalankan misi dukungan dalam operasi pertempuran melawan ISIS di Iraq

Selasa, 21/08/2018 05:49 0

Fikih

Tidak Usah Bingung, Idul Adha Selasa atau Rabu Sama-sama Sah

Di sosial media hari-hari ini ramai dibicarakan apakah Idul Adha Hari selasa atau hari Rabu. perdebatan fikih ini berlarut-larut sehingga seringkali kita justru sibuk dengan itu dan melupakan prioritas memperbanyak amal sholih di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Redaksi mencoba menguraikan kisruh tersebut dengan memaparkan secara singkat cuplikan-cuplikan pendapat ulama dalam masalah tersebut.

Senin, 20/08/2018 19:00 0

Suriah

HTS Kembali Tangkapi Oknum Penyeru Rekonsiliasi dengan Rezim

Kampanye ini merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya yang digelar HTS dan Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir (marger baru faksi-faksi oposisi di Idlib). Kedua faksi itu berkoordinasi untuk melakukan penangkapan di Idlib dan pedesaan Hama serta Aleppo.

Senin, 20/08/2018 12:33 0

Khazanah

Mengenal Rangkaian Ibadah Haji dari Awal sampai Akhir

Sebagian jemaah boleh berniat ibadah haji saja, dan ini disebut Haji Ifrad. Atau jemaah berniat melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan, atau dikenal Haji Qiran

Senin, 20/08/2018 09:56 1

Arab Saudi

Hujan Lebat Guyur Jemaah Haji di Hari Pertama Rangkaian Ibadah

Di hari pertama rangkaian ibadah, jemaah diguyur hujan lebat. Departemen Kesehatan Saudi mengatakan tidak ada tanda-tanda adanya wabah di kalangan jemaah.

Senin, 20/08/2018 08:03 0

Afghanistan

Afghanistan Kembali Umumkan Gencatan Senjata Hari Raya

"Saya telah mengumumkan gencatan senjata dari Senin sampai kelahiran Nabi (21 November) dan akan terus berlanjut selama Taliban mempertahankan dan menghormatinya," kata Ghani dalam pidatonya selama perayaan Hari Kemerdekaan ke-99 Afganistan.

Senin, 20/08/2018 06:31 0

Close