... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

Foto: Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

KIBLAT.NET – Media arus utama kerap mengutip salah satu bentuk peringatan kemerdekaan ialah dengan cara merayakan perbedaan. Namun semangat menghargai segala bentuk kebhinekaan itu agak sulit ditemukan dalam peringatan kemerdekaan HUT RI ke 73 kali ini.

Di sebuah kota bernama Probolinggo. Semua tampak biasa saja. Seperti kota-kota lainnya, Probolinggo juga turut berpartisipasi memeriahkan suasana kemerdekaan. Tepat di hari itu, sekitar ratusan anak diajak berpartisipasi dalam pawai budaya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sesungguhnya tak ada yang aneh dalam pawai budaya tersebut. Sampai ketika CNN Indonesia dan BBC Indonesia menampilkan sepotong foto anak-anak bercadar memegang replika senjata dalam pawai tersebut.

Foto itu secara sengaja ditayangkan hanya sepotong. Foto itu membuat pembaca kesulitan untuk mengetahui keseluruhan tema yang hendak diangkat oleh TK Kartika binaan Kodim setempat. Yang jelas, media tersebut langsung mengaitkan busana hitam, cadar dan senjata mainan dengan radikalisme dan terorisme.

Baca juga: Begini Video Utuh Rombongan TK Kartika saat Pawai Budaya di Probolinggo

Menyikapi hal ini publik dan netizen terbelah dua. Di satu lembah, ada kelompok yang percaya dengan narasi media bahwa, busana cadar dan senjata sangat identik dengan kekerasan. Seragam itu diklaim identik dengan milisi tertentu di Timur Tengah. Di lembah lain, ada juga kelompok yang tak langsung percaya dengan labelisasi itu.

BACA JUGA  Ada Agenda Parade Tauhid dalam Reuni 212 Jilid 2

Dalam pawai budaya, sejatinya keragaman adalah suatu hal yang perlu dihargai. Apalagi seragam itu tak menuai masalah pada perayaaan kemerdekaan tahun sebelumnya. Pihak sekolah mempercayai bahwa kemerdekaan di Indonesia tak lepas dari peran umat Islam di dalamnya. Maka, busana dan tema itulah yang ingin diangkat.

Yang menjadi persoalan adalah masyarakat kita sudah kehilangan sensitifitas keragamannya menghadapi sejumlah isu yang dibawa oleh media. Kita mudah dibuat ribut oleh lebaran yang berbeda. Kita dibikin sibuk oleh isu busana dan senjata.

Baca juga: Bachtiar Nasir Sebut Kasus Pawai Bercadar Dibesar-besarkan Kelompok Islamofobia

Stigma radikalisme dan terorisme yang dilekatkan kepada anak-anak TK, hanya karena berbusana sesuai dengan ajaran tertentu adalah metode kolonial untuk memecah belah suatu kelompok masyarakat. Label stigma biasanya diciptakan oleh bangsa penjajah. Stigma itu kemudian direproduksi dan dituturkan selama masa penjajahan. Dan kali ini, penjajahan itu muncul dalam bentuk penjajahan opini yang didikte media massa.

Sementara, agak ironis rasanya jika tema kemerdekaan HUT RI ke-73 kali ini mengambil narasi Energi dan Kerja. Sementara media massa memaknainya dengan memunculkan energi negatif melalui Islamofobia, yang “mengerjai” Islam dan kaum muslimin.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fatwa Terkait Vaksin MR Dinilai Terburu-buru

Fatwa Terkait Vaksin MR masih di tingkat komisi fatwa dan belum ditetapkan lembaga MUI

Selasa, 21/08/2018 16:12 0

Indonesia

Sikapi Musibah, Taubat Nasional Harus Dimulai dari Para Pemimpin

Taubat Nasional Harus Dimulai dari Para Pemimpin

Selasa, 21/08/2018 15:07 0

Indonesia

Fatwa Terkait Vaksin Maesless Rubella Masih Akan Dirapatkan Pimpinan MUI

Fatwa Terkait Vaksin Maesless Rubella (MR) Masih Akan Dirapatkan Pimpinan MUI

Selasa, 21/08/2018 14:09 0

Indonesia

Anies Lepas 212 Ton Bantuan Warga Jakarta untuk Lombok

Anies juga berpesan kepada masyarakat di Lombok, bahwa doa masyarakat Jakarta untuk mereka adalah, semoga saudara di Lombok tetap tabah dan kuat.

Selasa, 21/08/2018 13:58 1

Indonesia

Mardani Ali Sera Luncurkan Buku #2019GantiPresiden, Ini Alasannya

Mardani Ali Sera Luncurkan Buku #2019GantiPresiden

Selasa, 21/08/2018 13:27 1

Indonesia

Bachtiar Nasir Sebut Kasus Pawai Bercadar Dibesar-besarkan Kelompok Islamofobia

"Simbolisasinya yang sudah terlanjur dibesar-besarkan oleh kelompok-kelompok islamofobia"

Selasa, 21/08/2018 13:15 1

Yaman

AQAP Bantah Laporan Media Barat Soal Kesepakatan dengan UEA

Kelompok jihadis AQAP, cabang al-Qaidah di Semenanjung Arabia, pada hari Jumat (17/08) merilis pernyataan menyangkal laporan The Associated Press (AP) terkait dugaan adanya kesepakatan rahasia dengan Uni Emirat Arab.

Selasa, 21/08/2018 13:04 0

Indonesia

Gempa Lombok Dinilai Teguran, Ustaz Bachtiar Nasir Serukan Taubat Nasional

"Mungkin karena di teguran pertama kita masih bebal, sehingga perlu ada yang mengingatkan agar tokoh, pemimpin, dan ulama segera kembali kepada Allah dan memperbaiki cara hidupnya,"

Selasa, 21/08/2018 10:12 0

Afghanistan

Taliban Tolak Tawaran Gencatan Senjata Baru Ashraf Ghani

Pemimpin Taliban, Syaikh Haybatullah Akhunzadah, menolak tawaran baru itu dengan alasan hanya akan meguntungkan misi yang dipimpin AS.

Selasa, 21/08/2018 08:00 0

Afghanistan

Taliban Bebaskan Puluhan Tentara Afghanistan yang Tertawan

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan para pejuang menghentikan bus-bus tersebut setelah gerakan menerima laporan intelijen delapan dari para penumpang pejabat keamanan.

Selasa, 21/08/2018 07:12 0

Close