... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Afghanistan Kembali Umumkan Gencatan Senjata Hari Raya

Foto: Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani

KIBLAT.NET, Kabul – Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, Ahad (19/08), kembali mengumumkan gencatan senjata hari raya selama tiga hari dengan Taliban. Gencatan ini dengan syarat Taliban menghentikan serangannya setelah eskalasi baru-baru ini di Ghazni.

“Saya telah mengumumkan gencatan senjata dari Senin sampai kelahiran Nabi (21 November) dan akan terus berlanjut selama Taliban mempertahankan dan menghormatinya,” kata Ghani dalam pidatonya selama perayaan Hari Kemerdekaan ke-99 Afganistan.

Tidak jelas apakah Taliban menerima seruan Ghani ini seperti Hari Raya Idul Fitri lalu.

Taliban menyambut gencatan senjata pemerintah selama tiga pada Hari Raya Idul Fitri lalu, yang disambut baik oleh banyak pihak, terutama Amerika Serikat. Mereka menganggap ini merupakan angin segar untuk membawa Taliban ke meja perundingan.

Namun di sisi lain, sejumlah pihak mengganggap gencatan itu menguntungkan Taliban. Pasalnya, gerakan selama sepuluh tahun lebih menghadapi penjajah AS itu bisa bebas memasuki kota-kota yang dikontrol rezim. Mereka khawatir Talibna memanfaatkan gencatan itu untuk mensurvei wilayah pontrol pemerintah.

Gencatan Idul Adha ini bebeapa hari setelah pertempuran sengit di provinsi Ghazni antara Taliban dan tentara Afghanistan, yang didukung oleh pasukan khusus AS melalui udara dan darat. Kedua pihak mengalami kerugian besar selama pertempuran itu.

Serangan Taliban ke Ghazni –sebuah pusat strategis di jalan utama antara ibukota Kabul dan selatan— merupakan pukulan besar bagi Presiden Ghani dan mengancam harapan pembicaraan damai seperti yang diinginkan AS.

BACA JUGA  Pejuang Taliban di Medan Perang Digital Meningkat Dua Kali Lipat

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

HRS Center untuk Perjuangkan Syariat Islam Secara Konstitusional

HRS Center akan terlebih dahulu melakukan kajian-kajian dalam aspek strategis dan dinamika sosiologis di masyarakat sebelum sebuah sebuah syariat diformalisasikan ke dalam sistem hukum nasional.

Ahad, 19/08/2018 15:04 0

Indonesia

Gempa 6,5 SR Guncang Lombok, Perbukitan di Rinjani Longsor

Lombok kembali diguncang gempa sebanyak 2 kali hanya berselang beberapa menit pada Ahad (19/08/2018). 

Ahad, 19/08/2018 14:40 0

Indonesia

Pos Indonesia: Layanan Gratis ke Lombok Tidak untuk Alamat Pribadi

Layanan pos berbayar yang otomatis akan diantarkan sesuai permintaan, Onni mengungkapkan harganya masih sama sebelum terjadinya bencana.

Ahad, 19/08/2018 14:29 0

Indonesia

Puskesmas Roboh, Penanganan Medis Korban Gempa Alami Kendala

Gempa berkekuatan 7,0 SR pada Ahad (05/08/2018) merusak banyak fasilitas umum di Lombok, diantaranya adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Sembalun Lombok Timur.

Ahad, 19/08/2018 10:18 0

Video Kajian

Peran Ibu Untuk Kebangkitan Umat Islam

Peran Ibu Untuk Kebangkitan Umat Islam. Ibu pengaruhi anak sejak dalam kandungan, susuan, hingga besar.Simak kisah para pendahulu umat tentang perkara ini!

Ahad, 19/08/2018 10:04 0

Video Kajian

Empat Penyesalan Orang Beriman Setelah Kematian

Empat Penyesalan Orang Beriman Setelah Kematian. Orang kafir dan musyrik pasti menyesal setelah ajal. Tahukah Anda, orang beriman pun akan menyesal, kenapa?

Ahad, 19/08/2018 09:43 1

Indonesia

Apa Misi HRS Center? Begini Penjelasan Habib Rizieq

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab mengungkapkan misi lembaga HRS Center.

Ahad, 19/08/2018 07:41 0

Indonesia

Habib Rizieq Restui Pembentukan HRS Center

setelah dirinya melakukan diskusi yang panjang bersama para penggagas HRS Center, akhirnya HRS bisa menerima pencantuman nama dirinya dalam lembaga ini.

Sabtu, 18/08/2018 22:41 0

Indonesia

ACT: Gempa Lombok Seharusnya Menjadi Bencana Nasional

residen Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin menilai seharusnya Gempa Lombok statusnya naik menjadi Bencana Nasional.

Sabtu, 18/08/2018 19:46 0

Indonesia

Menegakkan Shalat di Masjid Darurat, Menjaga Taqwa Pasca Gempa

Sabtu (18/08) adzan subuh berkumandang bersaut-sautan di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur.

Sabtu, 18/08/2018 19:32 0

Close