... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump Batasi Pengiriman Jet Tempur Canggih F-35 ke Turki

Foto: Jet tempur F-35

KIBLAT.NET, Washington – Presiden AS Donald Trump telah membuat langkah pembatasan terhadap pengiriman 100 unit jet tempur canggih F-35 kepada Turki. Langkah Trump ini semakin memperuncing ketegangan antara kedua negara anggota NATO tersebut yang sebelumnya sudah memanas terkait penahanan seorang pastur warga Amerika oleh Ankara. Otoritas Turki menahan Andrew Brunson, nama pastur warga Amerika, karena dituding terkait dengan gerakan FETO yang diduga berada di balik upaya kudeta yang gagal 16 Juli 2016 lalu.

Pada hari Senin (13/08) Presiden Donald Trump menandatangani sebuah undang-undang otorisasi pertahanan yang melarang pengiriman jet tempur multi peran F-35 ke Turki apabila Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Undang-undang tersebut juga mengharuskan peninjauan kembali terhadap hubungan bilateral AS-Turki, termasuk penggunaan pangkalan udara Incirlik oleh militer AS, dan sebuah evaluasi/penilaian resiko terkait pengiriman jet tempur yang menggunakan teknologi siluman tersebut.

Turki merupakan salah satu partner yang tergabung dalam konsorsium internasional yang ikut membiayai proyek F-35 sejak 2002. Sebagai anggota konsorsium, Ankara juga berencana membeli 100 unit jet tempur berteknologi siluman itu dari AS yang nilainya dilaporkan mencapai US$ 1,2 milyar (sekitar Rp 17,4 trilyun).

Hubungan AS dengan Turki sudah mulai memburuk sejak Washington menyatakan dukungannya terhadap pasukan milisi Kurdi di Suriah. Hubungan itu terus memburuk dan semakin diperparah dengan diadilinya pastur Brunson yang didakwa terkait terorisme dan upaya kudeta yang gagal 2 tahun silam.

Brunson ditahan oleh otoritas Turki sejak Oktober 2016 dan diancam dengan hukuman 35 tahun penjara apabila terbukti bersalah. Trump menyebut penahanan itu sebagai “aib” yang memalukan, dan terus mendesak Ankara untuk segera membebaskan Brunson.

BACA JUGA  Trump: Negosiasi dengan Taliban Berjalan Sangat Baik

Setelah upaya permohonan/pembelaan diri Brunson ditolak oleh pengadilan Turki pada awal Agustus lalu, Trump langsung bereaksi dengan menaikkan bea masuk komoditas baja dan aluminium 2 kali lipat sehingga membuat mata uang Lira Turki tertekan.

Selanjutnya, ketegangan diplomatik Washington-Ankara semakin meruncing setelah Turki menyepakati MoU dengan Rusia terkait pembelian sistem pertahanan S-400.

Langkah Ankara tersebut seolah kontra dengan kebijakan sanksi AS terhadap Moskow, sehingga hubungan mesra Turki dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi alarm baik bagi AS maupun Uni Eropa.

Pada hari Jumat, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menulis di harian The New York Times bahwa apabila Washington tidak bisa mengubah tren mereka saat ini dengan kebijakan-kebijakan yang cenderung sepihak dan tidak bisa menghargai pihak lain, maka Turki akan mulai mencari teman dan sekutu-sekutu baru.

Bagi AS dan Uni Eropa, alarm itu semakin terasa menyusul pembicaraan via telepon Erdogan dengan Putin yang mendiskusikan sejumlah isu ekonomi & perdagangan, termasuk soal krisis Suriah. Dialog antara Turki dengan Rusia itu mendorong sejumlah pihak mempertanyakan komitmen Ankara sebagai anggota NATO, dan bahkan meragukan apakah Turki masih sebagai anggota NATO atau bukan.

Faktor Incirlik

Pangkalan militer Incirlik yang berada di bagian tenggara Turki dan hanya berjarak 110 km dari perbatasan Suriah kerap menjadi pertaruhan dalam dinamika hubungan bilateral Washington-Ankara yang naik turun selama beberapa dekade. Lokasi Incirlik yang relatif berada di Timur Tengah membuat pangkalan udara tersebut menjadi aset strategis bagi militer AS dan juga NATO. Bahkan hingga saat ini jet-jet tempur AS yang membombardir Suriah diterbangkan dari pangkalan milik Turki tersebut.

BACA JUGA  Pakistan Minta DK PBB Sidang Darurat Bahas Kashmir

Secara terpisah, fasilitas militer di Incirlik ini diduga juga digunakan sebagai “arsenal” tempat penyimpanan 50 cadangan bom nuklir AS di luar negeri. Kompensasi bagi Ankara, militer AS menyediakan data intelijen dan patroli drone di daerah perbatasan, termasuk membantu Turki memonitor kelompok pemberontak PKK.

Tahun 2017 lalu, Muharrem Ince, kandidat capres oposisi utama dalam pemilu presiden di Turki mengancam akan menutup pangkalan militer Incirlik apabila AS bersikeras dan tidak mau mengekstradisi Fethullah Gulen yang dituding bertanggung jawab atas upaya kudeta tahun 2016. Meski akhirnya kalah dari Erdogan dengan margin yang cukup besar, Incirlik tetap menjadi sebuah isu kunci dalam konteks hubungan bilateral Turki dengan AS.

Setelah kudeta gagal menggulingkan pemerintahan Erdogan, komandan militer Turki yang membawahi pangkalan udara Incirlik ditahan karena diduga terlibat dalam perencanaan kudeta. Harian lokal Turki Cumhuriyet menulis bahwa para pengacara pro-Erdogan telah mengajukan perkara yang mengupayakan penangkapan para anggota militer AS di Incirlik atas dugaan yang sama, yaitu terlibat perencanaan kudeta di malam 15 Juli 2016.

Kedua pihak akan sama-sama mengalami kerugian apabila hubungan militer AS-Turki memburuk atau bahkan putus sama sekali, namun sejumlah ahli/pengamat menilai kerugian di pihak Turki lebih besar.

Sumber: Times of Israel
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KontraS: Kepentingan Politik Bermain di Balik Kasus Novel Baswedan

"Sudah setahun lebih kasus ini tidak bisa diselesaikan. Ini tentu ada sesuatu di belakangnya, pasti ada kepentingan politik yang bermain di balik itu"

Jum'at, 17/08/2018 13:51 0

Indonesia

Pengungsi Lombok Utara Tempuh Perjalanan 10 Kilometer untuk Cari Air dan Makanan

Pengungsi Lombok Utara Tempuh Perjalanan 10 Kilometer untuk Cari Air dan Makanan

Kamis, 16/08/2018 20:22 0

Indonesia

Soal Pembatasan Hak Narapidana Terorisme, Begini Penjelasan Dirjen PAS

Soal Pembatasan Hak Narapidana Terorisme, Begini Penjelasan Dirjen PAS

Kamis, 16/08/2018 19:32 0

Indonesia

73 Tahun Merdeka, Indonesia Negara Hukum Hanya Teori

KontraS: Kita negara hukum hanya secara teori, tapi dalam praktiknya masih jauh dari hukum"

Kamis, 16/08/2018 18:54 0

Indonesia

Ada Harapan Rupiah Menguat, Asalkan…

Enny menekankan bahwa harapan rupiah membaik tidak bisa terwujud hanya dengan doa, melainkan juga harus ada usaha konkret dari Pemerintah.

Kamis, 16/08/2018 18:00 0

Indonesia

Resmi Ditutup, Forum Perdamaian Dunia Ke-7 Telurkan Pesan Jakarta

Resmi Ditutup, Forum Perdamaian Dunia Ke-7 Telurkan Pesan Jakarta

Kamis, 16/08/2018 17:55 0

Indonesia

Direktur INDEF: Program Koperasi 212 Lebih Konkret dari Oke Oce

"Ini saya sampaikan langsung, mumpung ada kreatornya," kata Enny saat mengisi diskusi publik di gedung Sekretariat Bersama, Jakarta yang juga dihadiri oleh Sandiaga Uno pada Rabu malam (15/08/2018).

Kamis, 16/08/2018 16:28 0

Indonesia

Rumah Hasil Nabung Sepuluh Tahun Rata dengan Tanah dalam 15 Detik

Taufik menyadari gempa Lombok dan apa yang menimpanya adalah ketentuan terbaik dari Allah

Kamis, 16/08/2018 15:29 0

Indonesia

INDEF: Rupiah Tertekan Ketika Permintaan Impor Sangat Tinggi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali melemah hingga angka Rp 14.616,50 per dolar AS. Kondisi ini mulai mengkhawatirkan, mengingat dampak pelemahan rupiah mulai terasa langsung di masyarakat.

Kamis, 16/08/2018 14:33 0

Suara Pembaca

Korps PII Wati Jabar Bikin Gerakan ‘Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan’

PII Wati Jawa Barat mensosialisasikan kegiatan untuk memperingati Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54 dan peluncuran gerakan eksternal yang bernama 'Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan'.

Kamis, 16/08/2018 14:00 0

Close