... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hadapi Sanksi AS, MUI Dorong Turki Merapat ke Negara Arab

Foto: PM Turki Binali Yildirim dan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz di Riyadh, Rabu (27/12/2017).

KIBLAT.NET, Jakarta – Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Pusat, bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyidin Junaidi menegaskan bahwa Turki tidak perlu takut atas sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Pasalnya, Turki dinilai mampu menghadapi krisis nilai tukar mata uang lira.

Ditemui di sela-sela acara World Peace Forum, Muhyidin menjelaskan bahwa Turki memiliki posisi yang kuat di wilayah Eropa. Menurutnya, Turki tak perlu bergantung pada mata uang dollar Amerika Serikat.

“Turki ini sangat ditakuti oleh Eropa. Turki punya sahabat baik dengan Iran, sahabat baik dengan negara-negara Arab. Gak usah terlalu takut Turki dengan Amerika. Lupakan itu dollar,” tegas Muhyidin di Hotel Sultan, Jakarta pada Rabu (14/08/2018).

Sejak Jumat, 10 Agustus 2018, nilai mata uang Turki lira mengalami pelemahan drastis. Hal itu disinyalir akibat keputusan Donald Trump yang menaikan tarif impor dua produk ekspor utama Turki yaitu aluminium dan baja setelah negara itu menolak menyerahkan pendeta AS yang ditahan.

Tarif impor naik hingga dua kali lipat, masing-masing 50 persen dan 20 persen. Hal itu mengakibatkan berkurangnya aliran pemasukan dollar terhadap perusahaan asal Turki sehingga membuat nilai tukar lira melemah.

Menghadapi hal itu, Muhyidin berpendapat bahwa Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan perlu menjalin kedekatan dengan negara-negara Islam di seluruh dunia. Tujuannya, menyepakati mata uang yang digunakan sesama negara Islam di luar dollar AS.

BACA JUGA  Soal Rekonsiliasi, PA 212 Sarankan Prabowo Istiqomah Berjuang Bersama Ulama dan Umat

“Nggak usah kita dagang menggunakan dollar, pakai Euro saja. Semua negara Islam pakai Euro. Kelabakan itu Amerika. Turki harus berani nggak usah takut. Yang perlu dilakukan oleh Erdogan yang pertama adalah merapatkan barisan dengan negara-negara Islam,” imbuhnya.

Muhyidin melihat, latar belakang sejarah Turki masih menjadi perhitungan bagi negara-negara Barat. Di mana, Turki semasa kekhalifan Utsmani sangat ditakuti dan disegani oleh negara-negara Barat. Akan tetapi, dengan sosok Turki saat ini, Muhyidin mengingatkan agar tidak terlalu berambisi untuk memimpin negara-negara Islam lainnya.

“Okelah, sedikit turunkan syahwat politik globalnya itu. Kita tau mengapa Turki demikian, karena dia pernah berjaya. Tapi dengan cara begitu membuat Eropa takut. Jangan-jangan Turki Utsmani kedua bangkit, habis ini. Itu ditakuti, apalah artinya Bulgaria, Yunani, Albania nggak ada artinya, itu kecil,” sambungnya.

“Jadi untuk Turki harus percaya diri, kurangi sedikit syahwat hegemoninya. Kurangi sedikit megaphone diplomasynya. Menanglah, saya yakin. Turki punya sejarah. Dan saya percaya di Eropa kuat,” pungkasnya.

Reporter: Syafei Irman
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kemerdekaan Nabi Ibrahim

KIBLAT.NET – Khutbah Jumat: Kemerdekaan Nabi Ibrahim. Pekan ini umat Islam berada dalam sepuluh awal...

Jum'at, 17/08/2018 16:25 0

Amerika

Trump Gagas Parade Militer, Veteran Tolak Karena Berbiaya Mahal

"American Legion menghargai bahwa Presiden kami ingin menunjukkan secara dramatis dukungan bangsa kami untuk pasukan kami," kata Komandan Nasional American Legion Denise Rohan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (16/08/2018) malam.

Jum'at, 17/08/2018 15:29 0

Video Kajian

Pokok Segala Urusan Manusia

KIBLAT.NET – Pokok Segala Urusan Manusia. Hadits riwayat riwayat At-Tirmidzi, dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah...

Jum'at, 17/08/2018 14:35 0

Eropa

Tak Salaman dengan Non Mahram, Muslimah Swedia Ditolak Daftar Kerja

"Uang sama sekali tidak penting bagiku, tetapi yang penting adalah aku benar," imbuhnya.

Jum'at, 17/08/2018 08:57 0

Amerika

Cina Bongkar Jaringan Agen CIA, 30 Dieksekusi

Cina secara sistematis berhasil membongkar jaringan mata-mata AS di seluruh negeri mulai akhir 2010 hingga awal 2012

Jum'at, 17/08/2018 07:44 0

Suara Pembaca

Rumah Anak Yatim Korban Gempa Lombok Hampir Ambruk

KIBLAT.NET, Lombok – Gempa bumi yang mengguncang Lombok masih menyisakan perih bagi para korban. Di...

Kamis, 16/08/2018 16:42 0

Suara Pembaca

Korps PII Wati Jabar Bikin Gerakan ‘Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan’

PII Wati Jawa Barat mensosialisasikan kegiatan untuk memperingati Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54 dan peluncuran gerakan eksternal yang bernama 'Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan'.

Kamis, 16/08/2018 14:00 0

Arab Saudi

Jenazah Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi Disalatkan di Masjid Nabawi

Syaikh Al-Jazairi menghembuskan nafas terakhir pada Rabu pagi diusia ke-97 tahun. Sakit menahun yang dideritanya menghantarkannya memisahkan dunia ini.

Kamis, 16/08/2018 10:25 0

Suriah

Kumpulkan Pemuka Hama, Turki Yakinkan Agresi Assad Tak Terjadi

Pihak Turki menjelaskan bahwa pernyataan itu ditafsirkan dengan cara salah

Kamis, 16/08/2018 09:42 0

Qatar

Qatar Suntik Turki Dana $15 Miliar

Setelah pengumuman Emir Qatar untuk berinvestasi di Turki, mata uang Turki naik sedikit terhadap dolar AS.

Kamis, 16/08/2018 08:24 0

Close