... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Pembatasan Hak Narapidana Terorisme, Begini Penjelasan Dirjen PAS

Foto: Ust ABB saat dijenguk pihak keluarga di Lapas Gunung Sindur. [Foto ini didapat dari sosial media]

KIBLAT.NET, Jakarta – Keluhan terkait pembatasan hak narapidana terorisme di lembaga pemasyarakatan (Lapas) mencuat pasca kematian Muhammad Irsan, napi terorisme penghuni Lapas Nusakambangan, beberapa waktu lalu.

Tim Pengacara Muslim (TPM) mengungkap pembatasan hak narapidana terorisme yang menjalani masa penahanan di Lapas. Kematian Irsan dinilai juga terkait dengan keterbatasan fasilitas kesehatan lingkungan lapas.

“Kunjungan keluarga dipersulit, bawaan makanan dari luar tidak boleh, dan makanan dari dalam sangat tidak memadai,” kata Koordinaator TPM Ahmad Michdan, Rabu (15/08/2018), mengungkap pembatasan hak napi terorisme di Nusakambangan.

“Termasuk fasilitas untuk kontrol kesehatran sangat amat terbatas,” imbuhnya.

Saat dikorfirmasi, Kementrian Hukum dan HAM membenarkan adanya pembatasan bagi narapidana terorisme untuk dibesuk. Hal itu dikatakan oleh Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami.

“Aturannya memang seperti itu, ada aturan untuk yang teroris ada pembatasan (pembesukan.red),” katanya kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Kamis (15/08/2018).

Soal pelayanan kesehatan di Lapas, Sri mengatakan bahwa di Nusakambangan sudah disediakan dokter. Namun, jika dirasa kurang maka napi terorisme dibawa ke RSUD Cilacap.

“Di Nusakambangan sendiri ada dokter, ada perawat, ada poliklinik. Nanti oleh dokter kita, itu harus dibawa ke RS untuk dirujuk atau cukup diselesaikan di klinik di Nusakambangan,” ucapnya.

Buruknya pemenuhan hak narapidana tersebut dikritisi lembaga kemanusiaan dan advokasi Perisai Nusantara Esa. Terulangnya kasus narapidana meninggal ketika menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) seharusnya menjadikan pemangku kebijakan serius menangani kesehatan para narapidana.

BACA JUGA  BNPB: Kualitas Udara Riau Masih Tidak Sehat

“Harusnya ini jadi perhatian khusus, jika memang meninggal karena sakit tentunya ada penyakit, dan mengapa tidak ditangani lebih serius,” kata Humas PERISAI Dodiek Kurniawan.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Rumah Anak Yatim Korban Gempa Lombok Hampir Ambruk

KIBLAT.NET, Lombok – Gempa bumi yang mengguncang Lombok masih menyisakan perih bagi para korban. Di...

Kamis, 16/08/2018 16:42 0

Amerika

Konflik dengan AS Tak Pengaruhi Hubungan Turki dan Koalisi

Perselisihan yang sedang berlangsung antara Ankara dan Washington tidak akan mengubah status hubungan militer Turki dengan koalisi anti-ISIS pimpinan AS.

Kamis, 16/08/2018 15:00 0

Suara Pembaca

Korps PII Wati Jabar Bikin Gerakan ‘Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan’

PII Wati Jawa Barat mensosialisasikan kegiatan untuk memperingati Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54 dan peluncuran gerakan eksternal yang bernama 'Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan'.

Kamis, 16/08/2018 14:00 0

Arab Saudi

Jenazah Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi Disalatkan di Masjid Nabawi

Syaikh Al-Jazairi menghembuskan nafas terakhir pada Rabu pagi diusia ke-97 tahun. Sakit menahun yang dideritanya menghantarkannya memisahkan dunia ini.

Kamis, 16/08/2018 10:25 0

Suriah

Kumpulkan Pemuka Hama, Turki Yakinkan Agresi Assad Tak Terjadi

Pihak Turki menjelaskan bahwa pernyataan itu ditafsirkan dengan cara salah

Kamis, 16/08/2018 09:42 0

Qatar

Qatar Suntik Turki Dana $15 Miliar

Setelah pengumuman Emir Qatar untuk berinvestasi di Turki, mata uang Turki naik sedikit terhadap dolar AS.

Kamis, 16/08/2018 08:24 0

Palestina

Israel Kembali Izinkan Barang Komersial Masuk Gaza

Israel menggunakan perlitasan Israel-Gaza sebagai senjata untuk menekan pejuang. Larangan ini diberlakukan sejak 9 Juli lalu.

Kamis, 16/08/2018 07:33 0

Feature

Gempa Lombok: Apakah Engkau Benar-benar Murka, Ya Allah? Ampunilah Kami

Tetapi  bagaimana pun, gempa yang berulang itu berdampak psikologis bagi para korban. Seorang ibu terbaring lemas di posko kedua akibat gempa ketiga itu. Keluarganya berusaha menenangkannya.

Rabu, 15/08/2018 17:08 0

Arab Saudi

Innaalillah, Penulis Kitab “Minhajul Muslim” Abu Bakar Al-Jazairi Tutup Usia

Menurut surat kabar "Sabaq" Arab Saudi, shalat jenazah akan dilakukan pada sore hari di Masjid Nabawi. Jenazahnya akan dimakamkan di kuburan Baqi. 

Rabu, 15/08/2018 14:57 0

Video News

Gempa Lombok: Kesaksian Korban Selamatkan Cucunya di Shaf Kedua Shalat Isya’

Gempa Lombok: Kesaksian Korban Selamatkan Cucunya di Shaf Kedua Shalat Isya'. Dengan berkaca-kaca, ia menuturkan upaya menyelamatkan cucunya.

Rabu, 15/08/2018 14:24 0

Close