... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Qatar Suntik Turki Dana $15 Miliar

Foto: Emir Qatar dan Presiden Turki

KIBLAT.NET, Doha – Qatar berjanji, Rabu (15/08), mendukung ekonomi Turki yang tengah terpuruk dengan menyuntikkan investasi langsung senilai $ 15 miliar.

Suntikan dana itu menyusul penurunan tajam nilai mata uang lira Turki di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Turki. AS dan Turki tegang terkait penangkapan seorang pendeta AS oleh otoritas Turki karena dituduh terlibat terorisme.

Pengumuman itu muncul setelah pertemuan antara Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Emir Watar mengatakan bahwa Emir memberi arahan untuk menyiapkan paket proyek ekonomi, investasi dan deposito sebesar sekitar 55 miliar riyal Qatar, setara dengan 15 miliar dolar AS, untuk membantu perekonomian Turki.

Pada bagiannya, juru bicara kantor kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, mengatakan bahwa Qatar telah berjanji untuk menginvestasikan $ 15 miliar di Turki. “Hubungan Turki-Qatar didasarkan pada fondasi solid persahabatan dan solidaritas,” tulisnya di Twitter, seperti dilansir BBC Arabic.

Mata uang Turki kehilangan nilainya sekitar 20 persen Jumlah lalu, sekaligus mencatat penurunan terbesar nilai lira Turki terhadap dolar AS. Terjunnya mata uang Turki itu sehubungan dengan ketegangan hubungan Ankara dengan Amerika Serikat.

Pekan lalu, Amerika Serikat melipatgandakan bea cukai atas produk-produk Turki setelah Ankara menolak mengekstradisi pendeta AS, Andrew Branson. Turki menangkap Branson karena dituduh terlibat gerakan Gulen, yang masuk dalam daftar gerakan teroris Turki.

Penurunan tajam nilai lira menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan sektor perbankan Turki dan gejolak di pasar global.

Membalas langkah-langkah AS, Turki juga menaikkan bea cukai barang-barang dari impor AS, termasuk mobil, alkohol dan tembakau.

Menurut sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh presiden Turki, diputuskan untuk meningkatkan bea cukai mobil asal AS hingga 120 persen, minuman beralkohol hingga 140 persen dan tembakau mentah menjadi 60 persen.

Langkah itu membantu meningkatkan nilai lira Turki hingga 3 persen.

Setelah pengumuman Emir Qatar untuk berinvestasi di Turki, mata uang Turki naik sedikit terhadap dolar AS.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Terkonfirmasi, UAS Benar Cabut Kuasa Kapitra Ampera

“Benar,” jawabnya singkat melalui pesan Whatsapp kepada Kiblat.net pada Kamis dini hari (16/08) saat dikonfirmasi. Kiblat.net menanyakan benarkah surat yang beredar itu dari UAS.

Kamis, 16/08/2018 06:11 0

Indonesia

Soal 3.000 Teroris di Sumbar, FMM: Ini Tuduhan Tendensius

"Maka kami minta dia (Al-Chaidar) datang ke Sumatera Barat berhadap-hadapan dengan kami, untuk membuktikan statement dia itu," tukasnya.

Rabu, 15/08/2018 21:24 0

Indonesia

Kapitra Ampera Sebut Surat Pencabutan Kuasa UAS Bodong

Kapitra Ampera Sebut Surat Pencabutan Kuasa UAS Bodong

Rabu, 15/08/2018 21:20 0

Indonesia

IPW: Sistem Urut Kacang Ditabrak, Timbulkan Kecemburuan Luar Biasa di Polri

"Sejak era Presiden Jokowi tatanan urut kacang di Polri sudah cenderung dirusak,"

Rabu, 15/08/2018 20:50 0

Indonesia

Forum Perdamaian Dunia Ke-7 Akan Lahirkan Pesan Jakarta

Jakarta menjadi tuan rumah gelaran World Peace Forum (Forum Perdamaian Dunia)

Rabu, 15/08/2018 20:37 0

Indonesia

Sebut Ada 3.000 Teroris di Sumbar, Al-Chaidar Diprotes

Masyarakat Sumatera Barat dibuat gempar oleh headline koran Haluan yang memuat judul "Ribuan Teroris 'Lahir' di Sumbar". Dalam berita tersebut, yang menjadi narasumber adalah pengamat terorisme Al-Chaidar.

Rabu, 15/08/2018 20:08 0

Indonesia

600 Ribu Lebih Kaum Zionis Israel Rampas Tanah Palestina

Lebih dari 600 ribu warga zionis Israel telah menjarag tanah Palestina

Rabu, 15/08/2018 19:20 0

Indonesia

Kuasa Dicabut, Kapitra Ampera Bukan Lagi Pengacara Ustaz Abdul Somad

"Saya sudah tidak ada hubungan hukum dengan Bapak Dr. Kapitra Ampera S.H., M.H sebagai advokat"

Rabu, 15/08/2018 18:11 0

Indonesia

Pengamat: Cara Pandang Politik Joko Widodo Tidak Konsisten

"Joko Widodo kan mengatakan, politik harus dipisahkan dari agama. Tapi giliran sudah dekat dengan pemilu yang dilakukan justru seperti sekarang mengambil presiden dari unsur ketua MUI."

Rabu, 15/08/2018 17:23 0

Feature

Gempa Lombok: Apakah Engkau Benar-benar Murka, Ya Allah? Ampunilah Kami

Tetapi  bagaimana pun, gempa yang berulang itu berdampak psikologis bagi para korban. Seorang ibu terbaring lemas di posko kedua akibat gempa ketiga itu. Keluarganya berusaha menenangkannya.

Rabu, 15/08/2018 17:08 0

Close