... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Israel Kembali Izinkan Barang Komersial Masuk Gaza

Foto: Truk pengangkut barang bangunan di Gaza/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Gaza – Penjajah Israel kembali mengizinkan barang-barang komersial masuk ke Jalur Gaza pada Rabu (15/08). Perkembangan ini menandakan menurunnya ketegangan di saat Mesir mengupayakan gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Hamas.

Wartawan Reuters di pintu perlintasan Karem Abu Salim, yang menghubugkan Gaza-Israel, melaporkan bahwa truk-truk berisi buah, sayuran, bahan bakar dan bangunan pada Rabu pagi memasuki Gaza.

Sehari sebelumnya, Israel mengumumkan mencabut larangan masuk barang-barang komersial ke Gaza, yang dikenakan sejak 9 Juli lalu. Israel menerapkan larangan itu untuk membalas pejuang Palestina yang terus mengirim layang-layang dan balon api ke wilayah penjajah. Serangan sederhana pejuang Palestina itu membakar lahan pertanian dan hutan di Israel selatan.

Sejak pemberlakukan larangan tersebut, laporan peluncuran layang-layang dan balon api menurun.

Kepala Persatuan Nelayan Gaza mengatakan Israel juga memperluas zona larangan nelayan Gaza menangkap ikan. Israel memberlakukan blokade laut untuk warga Gaza.

Di bawah perjanjian damai Oslo awal 1990-an, wilayah yang diizinkan untuk memancing adalah sejauh 20 mil laut, tetapi ini belum pernah diterapkan. Sejak saat itu daerah itu berkisar antara tiga hingga enam mil.

“Kami berharap bisa memancing sejauh sembilan mil,” kata Khidr Bakr, 25 tahun, yang memiliki dua perahu nelayan.

“Hampir tidak ada ikan dalam jarak tiga mil dan di dekat kami, kami mati kelaparan karena tidak memancing,” imbuhnya.

BACA JUGA  Tingkat Kecanduan Narkoba Warga Israel di Dekat Gaza Meningkat

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulh El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Terkonfirmasi, UAS Benar Cabut Kuasa Kapitra Ampera

“Benar,” jawabnya singkat melalui pesan Whatsapp kepada Kiblat.net pada Kamis dini hari (16/08) saat dikonfirmasi. Kiblat.net menanyakan benarkah surat yang beredar itu dari UAS.

Kamis, 16/08/2018 06:11 0

Indonesia

Soal 3.000 Teroris di Sumbar, FMM: Ini Tuduhan Tendensius

"Maka kami minta dia (Al-Chaidar) datang ke Sumatera Barat berhadap-hadapan dengan kami, untuk membuktikan statement dia itu," tukasnya.

Rabu, 15/08/2018 21:24 0

Indonesia

Kapitra Ampera Sebut Surat Pencabutan Kuasa UAS Bodong

Kapitra Ampera Sebut Surat Pencabutan Kuasa UAS Bodong

Rabu, 15/08/2018 21:20 0

Indonesia

IPW: Sistem Urut Kacang Ditabrak, Timbulkan Kecemburuan Luar Biasa di Polri

"Sejak era Presiden Jokowi tatanan urut kacang di Polri sudah cenderung dirusak,"

Rabu, 15/08/2018 20:50 0

Indonesia

Forum Perdamaian Dunia Ke-7 Akan Lahirkan Pesan Jakarta

Jakarta menjadi tuan rumah gelaran World Peace Forum (Forum Perdamaian Dunia)

Rabu, 15/08/2018 20:37 0

Indonesia

Sebut Ada 3.000 Teroris di Sumbar, Al-Chaidar Diprotes

Masyarakat Sumatera Barat dibuat gempar oleh headline koran Haluan yang memuat judul "Ribuan Teroris 'Lahir' di Sumbar". Dalam berita tersebut, yang menjadi narasumber adalah pengamat terorisme Al-Chaidar.

Rabu, 15/08/2018 20:08 0

Indonesia

600 Ribu Lebih Kaum Zionis Israel Rampas Tanah Palestina

Lebih dari 600 ribu warga zionis Israel telah menjarag tanah Palestina

Rabu, 15/08/2018 19:20 0

Indonesia

Kuasa Dicabut, Kapitra Ampera Bukan Lagi Pengacara Ustaz Abdul Somad

"Saya sudah tidak ada hubungan hukum dengan Bapak Dr. Kapitra Ampera S.H., M.H sebagai advokat"

Rabu, 15/08/2018 18:11 0

Indonesia

Pengamat: Cara Pandang Politik Joko Widodo Tidak Konsisten

"Joko Widodo kan mengatakan, politik harus dipisahkan dari agama. Tapi giliran sudah dekat dengan pemilu yang dilakukan justru seperti sekarang mengambil presiden dari unsur ketua MUI."

Rabu, 15/08/2018 17:23 0

Feature

Gempa Lombok: Apakah Engkau Benar-benar Murka, Ya Allah? Ampunilah Kami

Tetapi  bagaimana pun, gempa yang berulang itu berdampak psikologis bagi para korban. Seorang ibu terbaring lemas di posko kedua akibat gempa ketiga itu. Keluarganya berusaha menenangkannya.

Rabu, 15/08/2018 17:08 0

Close