... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

INDEF: Rupiah Tertekan Ketika Permintaan Impor Sangat Tinggi

Foto: Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Enny Sri Hartati

KIBLAT.NET, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali melemah hingga angka Rp 14.616,50 per dolar AS. Kondisi ini mulai mengkhawatirkan, mengingat dampak pelemahan rupiah mulai terasa langsung di masyarakat dengan naiknya harga beberapa komoditas di pasar.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati menyebutkan cara menyehatkan rupiah adalah dengan lebih mengetatkan pengendalian impor. Menurutnya, harga dolar terhadap rupiah tergantung pada keberadaan pasokan dan permintaan dolar.

“Ketika permintaan untuk impor sangat tinggi, maka sudah pasti rupiah kita akan tertekan,” kata Enny Sri Hartati seusai diskusi publik di gedung Sekber, Jakarta pada Rabu malam (15/08/2018).

Meski menganjurkan pengetatan impor, namun Enny juga menekankan perlunya pemetaan menyeluruh terhadap komoditas-komoditas apa saja yang bisa dikendalikan.

“Jangan asal-asalan, karena impor kita yang utama adalah bahan baku industri, tenaga BBM, dan pangan. Ketiga hal ini sensitifitasnya luar biasa untuk perekonomian domestik,” ujar Enny.

Direktur Eksekutif INDEF ini kemudian menjelaskan dampak yang bisa terjadi jika pemerintah tidak melakukan mapping dan salah memberikan treatment dalam pengendalian impor yang kemudian berdampak pada komoditas bahan baku. Menurut Enny, hal itu justru akan memperburuk situasi dan sangat membebani industri Indonesia.

Soal impor pangan, Enny menjelaskan bahwa komoditas semacam kedelai, gandum dan susu sudah menjadi kebutuhan masyarakat meski bukanlah makanan pokok.

BACA JUGA  Saksi: Kader Muhammadiyah, Jamiatul Khair Tidak Ikut Demo 21-22 Mei

“Permasalahannya, konten impornya tinggi sekali. Dalam jangka pendek juga gak mampu kalo langsung diberlakukan subtitusi impor,” tutur Enny.

Dia juga menekankan bahwa pengendalian impor harus benar-benar direncanakan dengan baik. “Yang benar-benar dikendalikan harus dicek dulu. Kan bea cukai punya data yang detail, komoditas impor mana yang pertumbuhannya paling tinggi dan mana yang paling berkontribusi terhadap inflasi dan kepentingan-kepentingan domestik,” eimbuhnya.

Terkait 500 item impor yang disetop pemerintah demi menekan defisit transaksi berjalan yang terus melebar, Enny mengaku tidak tahu apakah hal itu dijalankan dengan pemetaan berdasarkan data yang eksis atau tidak.

“Jika tidak, itu nanti malah jadi blunder dan memicu tekanan harga kebutuhan pokok masyarakat,” kata Enni.

“Ini harus benar-benar tidak boleh serampangan. Harus selektif dengan kalkulasi yang matang. Kalo tidak, malah nanti akan kontraproduktif terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Korps PII Wati Jabar Bikin Gerakan ‘Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan’

PII Wati Jawa Barat mensosialisasikan kegiatan untuk memperingati Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54 dan peluncuran gerakan eksternal yang bernama 'Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan'.

Kamis, 16/08/2018 14:00 0

Arab Saudi

Jenazah Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi Disalatkan di Masjid Nabawi

Syaikh Al-Jazairi menghembuskan nafas terakhir pada Rabu pagi diusia ke-97 tahun. Sakit menahun yang dideritanya menghantarkannya memisahkan dunia ini.

Kamis, 16/08/2018 10:25 0

Suriah

Kumpulkan Pemuka Hama, Turki Yakinkan Agresi Assad Tak Terjadi

Pihak Turki menjelaskan bahwa pernyataan itu ditafsirkan dengan cara salah

Kamis, 16/08/2018 09:42 0

Qatar

Qatar Suntik Turki Dana $15 Miliar

Setelah pengumuman Emir Qatar untuk berinvestasi di Turki, mata uang Turki naik sedikit terhadap dolar AS.

Kamis, 16/08/2018 08:24 0

Palestina

Israel Kembali Izinkan Barang Komersial Masuk Gaza

Israel menggunakan perlitasan Israel-Gaza sebagai senjata untuk menekan pejuang. Larangan ini diberlakukan sejak 9 Juli lalu.

Kamis, 16/08/2018 07:33 0

Feature

Gempa Lombok: Apakah Engkau Benar-benar Murka, Ya Allah? Ampunilah Kami

Tetapi  bagaimana pun, gempa yang berulang itu berdampak psikologis bagi para korban. Seorang ibu terbaring lemas di posko kedua akibat gempa ketiga itu. Keluarganya berusaha menenangkannya.

Rabu, 15/08/2018 17:08 0

Arab Saudi

Innaalillah, Penulis Kitab “Minhajul Muslim” Abu Bakar Al-Jazairi Tutup Usia

Menurut surat kabar "Sabaq" Arab Saudi, shalat jenazah akan dilakukan pada sore hari di Masjid Nabawi. Jenazahnya akan dimakamkan di kuburan Baqi. 

Rabu, 15/08/2018 14:57 0

Video News

Gempa Lombok: Kesaksian Korban Selamatkan Cucunya di Shaf Kedua Shalat Isya’

Gempa Lombok: Kesaksian Korban Selamatkan Cucunya di Shaf Kedua Shalat Isya'. Dengan berkaca-kaca, ia menuturkan upaya menyelamatkan cucunya.

Rabu, 15/08/2018 14:24 0

Mesir

Mesir Tangkap 13 Orang Promotor Demo 5 Tahun Pembantaian Rab’ah

Pada 14 Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir secara paksa membubarkan dua konsentrasi massa besar di Alun-alun Rab'ah al-Adawiyah dan Alun-alun Nahda di Giza.

Rabu, 15/08/2018 12:48 0

Iran

Saudi Bebaskan Tiga Nelayan Iran yang Ditangkap Tahun Lalu

Ahmadi menambahkan, mereka akan dibebaskan pekan ini setelah negosiasi antara pejabat kementerian luar negeri kedua Negara.

Rabu, 15/08/2018 11:30 0

Close