... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Siap Lakukan Perundingan Damai Jika Syarat Ini Dipenuhi

Foto: Bendera Imarah Islamiyah Taliban

KIBLAT.NET, Jakarta – Indonesia mengambil peran sebagai mediator perdamaian bagi pihak-pihak di internal Afghanistan. Sejumlah langkah telah dilakukan untuk mengupayakan perdamaian antara Imarah Islam Afghanistan (Taliban) dan rezim Afghanistan yang didukung Amerika Serikat.

Peran Indonesia menjadi mediator dalam proses perdamaian di Afghanistan dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkhusus bidang luar negeri. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam upaya itu adalah menggelar pertemuan Trilateral Indonesia, Pakistan dan Afghanistan di Istana Bogor pada 11 Mei 2018 lalu. Taliban tak hadir dalam pertemuan yang diklaim melibatkan ulama-ulama Afghanistan.

Pertemuan tersebut melibatkan ulama-ulama dari ketiga negara. MUI dan sejumlah tokoh Islam lokal lainnya turun langsung mewakili Indonesia. Hingga akhirnya ketiga negara menyepakati seabuah deklarasi yang dinamai Deklarasi Ulama Bogor untuk Perdamaian (Ulama Declaration for Peace).

Ketua bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI, KH Muhyidin Junaidi mengungkapkan Afghanistan mengapresiasi konsep-konsep perdamaian yang disampaikan dalam deklarasi tersebut. Menurutnya, Islam wasathiyah menjadi tawaran dari ulama-ulama Indonesia untuk memperoleh perdamaian di Afghanistan.

Tiga bulan pasca deklarasi tersebut, Indonesia masih terus berusaha menggalang dukungan kedua belah pihak yang berseteru di Afghanistan. Muhyidin menyebut pemerintah Afghanistan telah menyerahkan proses tersebut kepada Indonesia. Namun dari pihak Taliban, ada sejumlah tuntutan yang mereka ajukan.

“Afghanistan menyerahkan kepada Indonesia. Jadi kita menggunakan berbagai macam pendekatan. Kelompok Afghanistan yang pro pemerintah kita include. Juga kelompok Afghanistan yang anti pemerintah kita libatkan,” ungkap Muhyidin di sela-sela acara The 7th World Peace Forum di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (12/08/2018).

BACA JUGA  Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah

Menurut KH Muhyidin Junaidi, Taliban menyatakan siap untuk ikut berunding jika tuntutan-tuntutan yang mereka ajukan dipenuhi. Diantaranya, Taliban mendesak agar Amerika Serikat keluar dari wilayah Afghanistan.

“Taliban itu siap berunding. Ada beberapa permintaannya. Permintaan Taliban antara lain bahwa US post must get out (Amerika Serikat harus keluar dari Afghanistan). Itu wajar. Kedua, harus didirikan pemerintahan berdasarkan syariah. It’s okey,” ungkap Muhyidin.

“Yang ketiga, nama Taliban harus dihapus dari daftar list of terrorist. Dan yang keempat, mereka menginginkan adanya komite yang memberikan maaf,” sambungnya.

Muhyidin Junaidi berpendapat, menjelang AS keluar dari Afghanistan perlu ada usaha untuk merekatkan elemen-elemen internal di Afghanistan. “Kita tidak mau menyalahkan pihak manapun. Kita ingin semua elemen duduk bersama-sama dengan kepala dingin guna mencari solusi dari permasalahan yang diperoleh dari bangsa Afghanistan,” pungkasnya.

Baca Juga
Pernyataan Taliban Soal Pertemuan 3 Negara di Indonesia
Ini Hasil Pertemuan Indonesia-Afghanistan-Pakistan Pekan Lalu
Taliban: Tak Ada Penolakan Jihad Afghan dalam Pertemuan Trilateral Ulama di Indonesia

Reporter: Syafei Irman
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Mesir Tangkap 13 Orang Promotor Demo 5 Tahun Pembantaian Rab’ah

Pada 14 Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir secara paksa membubarkan dua konsentrasi massa besar di Alun-alun Rab'ah al-Adawiyah dan Alun-alun Nahda di Giza.

Rabu, 15/08/2018 12:48 0

Iran

Saudi Bebaskan Tiga Nelayan Iran yang Ditangkap Tahun Lalu

Ahmadi menambahkan, mereka akan dibebaskan pekan ini setelah negosiasi antara pejabat kementerian luar negeri kedua Negara.

Rabu, 15/08/2018 11:30 0

Amerika

Gereja Katolik Tutupi Kasus Pelecehan Anak oleh Ratusan Pastor Amerika

Lebih dari 1.000 anak dianiaya oleh ratusan pastor Katolik Roma di enam keuskupan di negara bagian Pennsylvania, AS. Kendati demikian, pejabat senior gereja senior memilih untuk menutup-nutupi kasus tersebut.

Rabu, 15/08/2018 11:29 0

Afghanistan

Pangkalan Militer di Faryab Jatuh ke Tangan Taliban

Militer Afghanistan mengonfirmasi, pangkalan Tasyiniya di distrik Ghurmash jatuh ke tangan Taliban. Pangkalan itu dihuni 140 tentara dan Taliban mengepungnya sejak tiga hari lalu.

Rabu, 15/08/2018 11:10 0

Arab Saudi

Kesehatan Syaikh Safar Al-Hawali Memburuk

Syaikh telah lama menderita stroke, patah tulang panggul dan gagal ginjal

Selasa, 14/08/2018 16:26 0

Amerika

Lira Melemah, Turki Bahas Pembebasan Pendeta AS di Gedung Putih

Hubungan antara dua anggota NATO -Turki dan Amerika Serikat- berada pada titik rendah setelah penahanan Brunson, serta berbagai kepentingan lain di Suriah.

Selasa, 14/08/2018 15:13 0

Afghanistan

Taliban Komitmen Perangi ISIS dan Usir Penjajah Barat di Afghanistan

Taliban juga berkomitmen untuk membentuk pemerintahan Islam berdasarkan keadilan dan perdamaian untuk melindungi negara dari penjajah.

Selasa, 14/08/2018 15:00 0

Afghanistan

Bom Rakitan Tewaskan Anggota Pasukan Khusus AS di Helmand

Perang 17 tahun di Afghanistan merupakan perang terlama dalam sejarah militer AS di mana sebanyak 2.400 tentara AS tewas dan sekitar 20.000 terluka.

Selasa, 14/08/2018 12:15 0

Video News

Kiblat Review: Ulama Panutan Umat

Bila ada ulama mendekat kepada umara, apakah mereka sedang menjual agamanya? Bagaimana seharusnya hubungan mereka

Selasa, 14/08/2018 10:40 0

Afghanistan

Serangan Taliban ke Ibukota Provinsi Ghazni Masuki Hari Keempat

Pasukan khusus AS telah diterjunkan untuk membantu mengoordinasikan serangan darat dan udara. Pemerintah juga mengirim pasukan tambahan

Selasa, 14/08/2018 10:04 0

Close