Gempa Lombok: Apakah Engkau Benar-benar Murka, Ya Allah? Ampunilah Kami

KIBLAT.NET – Gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) belum memperlihatkan kapan berakhir. Sejak peristiwa pertama 29 Juli 2018, telah terjadi tiga gempa yang berdampak korban jiwa dan kerusakan luas.

Gempa pertama berkekuatan 6,4 SR menyasar wilayah Lombok Timur. Gempa kedua berkekuatan 7 SR meluluhlantakkan wilayah Lombok Utara. Sedangkan gempa ketiga berkekuatan 6,2 SR mengguncang Mataram dan sebagian Lombok Tengah.

Itu belum termasuk gempa-gempa ringan yang terus terjadi saat kami berada di Lombok Utara ini. Kami merasakannya tetapi tidak menghitungnya. Salah satu media online mencatat, gempa susulan hingga hari Jumat (10/08/2018), mencapai 447 kali.

Raut duka tergambar jelas di wajah-wajah para korban gempa. Kami dapat merasakan betapa dalamnya kesedihan mereka.

Rumah-rumah telah rata dengan tanah. Korban nyawa terus bertambah. Dan yang lebih menggelisahkan hati adalah gempa yang tak kunjung berhenti. Guncangan terbaru berkekuatan 4,8 SR kami rasakan pada saat Subuh.

Sebuah tanda tanya menguat, “Kapankah gempa ini berakhir?”

“Bencana gempa bumi itu memang langsung dari Yang di Atas. Kita tidak tahu kapan berakhirnya,” kata Fariz, Ketua SAR FKAM, yang mobilnya kami tumpangi menuju posko-posko pengungsian, beberapa saat setelah gempa kedua, Kamis (09/08/2018).

Di setiap posko yang kami datangi, Tim SAR menjelaskan bahwa gempa yang terjadi tidak ada potensi tsunami. Tim meminta agar korban tetap tenang.

BACA JUGA  Terlalu Bersemangat, Biden Salah Sebut Jumlah Korban Covid-19 AS Jadi 230 Juta

Tetapi  bagaimana pun, gempa yang berulang itu berdampak psikologis bagi para korban. Seorang ibu terbaring lemas di posko kedua akibat gempa ketiga itu. Keluarganya berusaha menenangkannya.

Tim SAR FKAM sedang menenangkan seorang ibu yang terbaring lemas akibat gempa susulan Kamis.
Tim SAR FKAM sedang menenangkan seorang ibu yang terbaring lemas akibat gempa susulan Kamis.

Ya Allah, kapan guncangan-guncangan susulan itu berakhir? Itu dua hamba-Mu, kakak beradik, Badri (40) dan Mudaah (50), telah ikhlas rumahnya hancur tinggal puing-puing. Mereka pasrah kepada-Mu!

Istri dan kedua anak Badri terkubur di tengah-tengah puing rumah, namun engkau menyelamatkan nyawa mereka. Segala puji hanya milik-Mu!

Badri (40 th) berbaju biru dan Mudaah (50 th)
Badri (40 th) berbaju biru dan Mudaah (50 th)

Ya Allah! Itu lagi hamba-Mu, Tarna (59) membawa cucunya di shaf kedua, untuk bersujud di rumah-Mu, yang mereka namai Masjid Nurul Abrar.

Saat mereka rukuk rakaat kedua, lantai masjid terguncang. Malam yang terang tiba-tiba gelap gulita! Ia merangkul cucunya dan sempat berpegangan pada salah satu tiang masjid untuk perlindungan.

Gucangan semakin kuat, sambil memegang kuat tangan cucunya, ia berdiri sempoyongan berusaha mencari pintu keluar. Dan akhirnya, hanya Engkaulah yang menyelamatkan nyawa dia dan cucu tersayangnya.

Reruntuhan masjid Nurul Abrar.
Reruntuhan masjid Nurul Abrar.

Ya Allah, Engkau Maha Menghidupkan lagi Maha Mematikan. Engkau mengambil nyawa Imam shalat Isya’ itu, yang tidak lain adalah saudara tua Pak Tarna. 

Ia ikhlas dan sabar atas musibah yang menimpanya, nahsabuhu kadzalik wala nuzakki ‘Alallahi ahadan. “Ini ujian dari Allah untuk kita,” ungkap Pak Tarna kepada kami. Matanya tampak berkaca-kaca.

Pak Tarna, warga desa Lading Lading, kecamatan Tanjung Lombok Utara.
Pak Tarna, warga desa Lading Lading, kecamatan Tanjung Lombok Utara.

Ya Allah, mereka telah menerima takdir dan ujian dari-Mu. Mereka tetap bersujud kepada-Mu di tenda-tenda pengungsian itu! Setelah rintihan, senyum ceria mulai tampak dari wajah-wajah para pengunsi.

BACA JUGA  Slamet Maarif: Reuni 212 Tahun Ini Ditunda

Maka dengan segala kuasa-Mu, hentikanlah guncangan bumi ini! Jangan biarkan terulang lagi. Sebab mereka itu hamba-hamba-Mu yang lemah. Lenyapkanlah segala gundah hati. Angkatlah semua musibah.

Ya Allah, Engkau murka kepada suatu kaum dan memaafkan kaum lainnya sesuai kehendak-Mu. Maka maafkanlah kami semua!

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Al-Maidah: 118).

Maka ampunilah kami semua, ya Allah!

Penulis: Agus Abdullah

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat