... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kisah Zaera Selamatkan Bayinya yang Berusia 1 Hari Saat Gempa Lombok

Foto: Zaera Futasari (17) sedang menggendong anaknya di Desa Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur, Ahad (12/08/2018). Hilman/INA

KIBLAT.NET, Lombok- Guncangan itu membuat lantai terasa bergelombang, dinding menggedor-gedor, dan atap bergeretak keluarkan suara yang mencekam. Tak lama berselang, gemuruhnya kian jelas. Suasana tiba-tiba mendadak kacau. Dalam hitungan detik, terdengar banyak barang terbanting, kaca pecah, hingga dinding yang awalnya retak pun mulai berhancuran.

“Aku segera meraih anakku, memeluknya dengan erat, dan membiarkan punggungku terhantam reruntuhan demi melindungi bayi yang baru kulahirkan sehari lalu,” Begitulah cerita Zaera Futasari (17), warga dusun Jorong, Desa Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur.

Pagi itu, semua penghuni rumah berhamburan keluar mencari pertolongan. Sedangkan Zaera dan bayinya masih terperangkap dalam kamar. Orang-orang, kata Zaera, keluar rumah mencari pertolongan. Semuanya khawatir dengan keselamatan bayinya.

“Namun kejadiannya begitu cepat, jadi saya sendiri yang harus menolongnya,” kisah ibu muda ini kepada INA News, Ahad (12/08/2018).

Zaera baru saja melahirkan pada Sabtu, 28 Juli 2018. Perjuangan dan pengorbanan saat melahirkan terbayar lunas dengan haru bahagia saat sang anak lahir. Namun kebahagiaan itu berubah seketika dalam satu hari. Zaera terpaksa kembali bertaruh nyawa untuk menyelamatkan bayinya dari serangan gempa.

Saat gempa mengguncang, bata-bata keras yang hampir saja menimpa sang bayi berhasil ia hindarkan. Namun nahas, reruntuhan itu menghantam punggungnya dengan keras hingga berdarah.

Pada saat kejadian, Zaera tak ditemani suami yang tengah bekerja mengantar para pendaki di Gunung Rinjani. Beruntung, suaminya, Abdul Muis (25) selamat dari longsor di Rinjani.

BACA JUGA  Menpora Jadi Tersangka KPK

Meski demikian, pengorbanan dan kecemasan belum berakhir. Malam hari usai kejadian, Zaera dan keluarganya harus bermalam beratap langit dan guyuran hujan.

Kecamatan Sembalun memiliki ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut (MDPL). Sehingga suhu udara, terutama saat malam hari, terasa sangat dingin. Terlebih ketika hujan turun.

Hal itulah yang membuat Zaera dan keluarganya tetap menyalakan mata demi menjaga keselamatan sang bayi. Semalaman ia tidak tidur dan rela terhempas udara dingin yang bercampur guyuran hujan. Hanya asma’ Allah yang ia dan keluarganya ucapkan sepanjang malam.

Akhirnya cahaya menyemburat menembus langit Sembalun. Dan pada pagi itu juga sang bayi diberikan nama, Muhammad Tandu.

Nama “Tandu” sendiri menjadi penanda atas peristiwa yang terjadi. Bukan hanya sekedar untuk mengingat suasana darurat saat gempa. Lebih dari itu, Tandu adalah sosok yang akan mengingatkan kebesaran Allah yang telah mengajarkan banyak hikmah di balik bencana.

Sejak kejadian gempa pertama pada 29 Juli 2018, Tandu tinggal di dalam tenda, tempat yang tidak layak bagi seorang bayi. Namun Rahman-Nya Allah memancar ke dalam hati seorang ibu.

Selama di pengungsian, Tandu tak pernah lepas dari pelukan sang bunda. Ya, begitulah ibu, semua yang ia perjuangkan adalah tentang kebahagiaan anaknya.

Reporter: Hilman/INA News
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Bom Rakitan Tewaskan Anggota Pasukan Khusus AS di Helmand

Perang 17 tahun di Afghanistan merupakan perang terlama dalam sejarah militer AS di mana sebanyak 2.400 tentara AS tewas dan sekitar 20.000 terluka.

Selasa, 14/08/2018 12:15 0

Video News

Kiblat Review: Ulama Panutan Umat

Bila ada ulama mendekat kepada umara, apakah mereka sedang menjual agamanya? Bagaimana seharusnya hubungan mereka

Selasa, 14/08/2018 10:40 0

Afghanistan

Serangan Taliban ke Ibukota Provinsi Ghazni Masuki Hari Keempat

Pasukan khusus AS telah diterjunkan untuk membantu mengoordinasikan serangan darat dan udara. Pemerintah juga mengirim pasukan tambahan

Selasa, 14/08/2018 10:04 0

Video Kajian

Penyebab Datangnya Pertolongan Allah

KIBLAT.NET – Penyebab datangnya pertolongan Allah dan tafsir sejarah surat Al-Anfal: 60: “Dan siapkanlah untuk...

Selasa, 14/08/2018 09:57 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kemerdekaan Sejati

KIBLAT.NET – Khutbah Jumat: Kemerdekaan Sejati. Semangat merah putih menghiasi setiap ruang bangsa Indonesia untuk...

Selasa, 14/08/2018 09:43 0

Suriah

Sensus: Hampir Empat Juta Jiwa Tinggal di Idlib

Berdasarkan distribusi, setidaknya 58% dari total keseluruhan warga asli. Mereka berjumlah 2.200.00 jiwa.

Selasa, 14/08/2018 08:58 0

Khazanah

Khutbah Idul Adha 1439 H: Khutbah Wada’ Rasulullah, Menjaga Kesucian Umat Islam dan Berlepas Diri dari Kejahiliyahan

Kiblat menyediakan khutbah Idul Adha 1439 H, dengan tema “Khutbah Wada' Rasulullah, Menjaga Kesucian Umat Islam dan Berlepas Diri dari Kejahiliyahan”. Anda dapat mendownload dan menggunakannya secara gratis.

Selasa, 14/08/2018 08:30 1

Eropa

Empat Negara Internasional Gelar Pertemuan Bahas Suriah

Empat negara itu, Rusia, Turki, Jerman dan Prancis.

Selasa, 14/08/2018 06:49 0

Amerika

Trump Kembali Ungkap Rencana Bentuk “Angkatan Luar Angkasa”

Ketika memaparkan visinya, Wakil Presiden Mike Pence pada hari Kamis (09/08) mengatakan, “Ini (Space Force) akan menjadi tonggak besar berikutnya dalam sejarah angkatan bersenjata kita,” sekaligus merupakan persiapan dalam menghadapi “pertempuran selanjutnya” dalam ekspedisi perang-perang Amerika. Dan, medan pertempuran masa depan itu nampaknya ada di luar angkasa.

Senin, 13/08/2018 18:57 0

Arab Saudi

Kerajaan Saudi Tangkap Syaikh Nashir Al-Umar

Aktivis meluncurkan Hashtag di Twitter berjudul #اعتقال_الشيخ_ناصر_العمر di mana mereka bertukar berita tentang penangkapan pengkhotbah Saudi.

Senin, 13/08/2018 13:34 0

Close