... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Relawan di Kayangan: Sirine Gempa Berkoar, Pencarian Pun Tertunda

Foto: Lokasi evakuasi di pinggir tebing

KIBLAT.NET – Kekhawatiran gempa susulan menjadi hantu saat proses evakuasi berjalan. Benar saja, gempa dua kali dengan kekuatan lumayan besar dirasakan banyak orang saat evakuasi berjalan, mengharuskan tim menarik personel yang bertugas di tengah longsoran. Tanda bahaya, pluit panjang dan sirine TOA menjadi perhatian seluruh personel maupun warga di lokasi evakuasi untuk menjauhi zona rawan longsor.

Sungguh Maha Kuasa Allah Ta’ala yang mudah bagi-Nya menggulung bumi ini. Baru kali ini saya benar-benar merasakan apa itu gempa atau bumi goyang. Goyangan bumi itu sangat kita rasakan saat posisi berada di atas tanah sembari berbaring. Mungkin lebih dari 5 kali goyangan bumi kecil itu terasa saat kulit bersentuh dengan tanah.

“Masuk, melaporkan kondisi sudah aman komandan,” ujar pak Eko ketua tim evakuasi pos 3 melalui radio hf. Kebetulan tim evakuasi pos 3 adalah lokasi saya dan relawan FKAM mendapatkan pos tugas dalam evakuasi itu. Tugasnya adalah menjaga pos terakhir yang akan mengakat plastik jenazah korban menuju lokasi aman atau ambulance.

Lokasi evakuasi di pinggir tebing

Lokasi pos 3 cukup strategis berada di atas jurang sungai, sehingga dari atas terlihat jelas proses tim melakukan pencarian korban di longsoran. Kenikmatan lainnya ada spot yang secara ajaib terdapat sinyal internet jaringan Telkomsel, bahkan sempat mendapatkan jaringan LTE walau dengan denyut satu batang jaringan.

BACA JUGA  Menikmati Wisata Literasi Magetan

Proses evakuasi tak berlangsung singkat bahkan terlihat tanda nihil, sebab alat tak memadai. Di mana evakuasi hari itu, Tim mencoba melakukan pencarian dengan menyemprotkan air dari sungai menggunakan mesin pompa air. Sayangnya selang tak menjangkau, kekuatan air terlalu kecil.

Walau demikian Tim terus menyemprotkan air ke longsoran dengan harapan korban terlihat, walaupun sudah ada intruksi ISHOMA (Istirahat-Shalat-Makan). Waktu ISHOMA membuat suasana lokasi evakuasi hening, sebab untuk makan siang kita harus ke zona aman di posko warga.

Mumpung sepi saya mengajak teman-teman di pos 3 untuk shalat Zuhur dan mengambil wudhu di sungai dekat longsoran. Dua teman saya yang sudah mengambil wudhu segera kembali untuk shalat di pos 3, sementara saya memutuskan untuk menuju lokasi lebih dekat dari longsoran dengan tujuan mencari kawan yang terpisah saat waktu pembagian pos tugas.

Tiba-tiba ketenangan itu berubah menjadi kepanikan. Gempa kencang terjadi, diketahui berkekuatan 6,2 SR. Ini guncangan terdahsyat pertama yang saya rasakan, bukan lagi digoyang namun tanah terasa naik turun sekitar 4 kali dengan suara gemuruh. Longsor terjadi dan debu tebal di sepanjang tebing longsor. Padahal saat itu banyak orang berada di longsoran. Pluit panjang saling menyaut di setiap pos, sirine dibunyikan tanda bahaya.

“Semua menjauh dari jurang, tim semuanya naik, naik ke tempat aman,” intruksi cemas terdengar melalui suara TOA, dan diteruskan oleh aparat.

BACA JUGA  Menikmati Wisata Literasi Magetan

Syukur Alhamdulillah, posisi saya saat itu berada di atas tebing di luar zona bahaya. Saya mencoba mengabadikan dengan merekam video momen tak terduga itu. Pencarian korban dihentikan beberapa menit hingga sinyal tanda gempa aman. Hingga sore hari tim masih belum mendapatkan hasil dan memutuskan mengkhiri pencarian untuk hari ini.

Seluruh personel kembali ke lokasi penjemputan transportasi. Di sana evakuasi diakhiri dengan evaluasi. Transportasi tak kunjung datang, setelah diketahui ternyata satu truk BASARNAS kembali ke Mataram untuk membeli kekurangan peralatan evakuasi. Sang sopir rupanya membawa kunci truk lainnya. Akhirnya kami pulang dengan wajah letih bercampur bau keringat di dalam truk.

“Terima kasih atas partisipasinya,” salam hangat dari koordinator lapangan yang mengakhiri perjalanan saya menjadi wartawan yang menyamar menjadi tim SAR itu.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

BNPB: Hindari Donasi Susu Formula Bayi untuk Korban Gempa

BNPB berpesan agar donasi susu formula bayi dan anak dapat dihindari terlebih dahulu.

Ahad, 12/08/2018 13:59 0

China

China Kurung Sejuta Lebih Muslim Uighur di Kamp Rahasia

McDougal mengatakan para anggota Uighur dan Muslim lainnya diperlakukan sebagai "musuh negara" hanya atas dasar identitas etnis dan agama mereka.

Ahad, 12/08/2018 13:21 0

Palestina

Tengah Hamil, Seorang Ibu Dibunuh Pasukan Israel Bersama Balitanya

Juru bicara Hamas Abdullatif al-Kanoo mengatakan bahwa Palestina akan terus membela diri selama agresi Israel berlanjut. Ia menekankan bahwa itu sebuah kewajiban yang harus dijalankan.

Ahad, 12/08/2018 11:01 0

Pakistan

AS Hentikan Program Pelatihan Militer untuk Pakistan

Langkah itu diberlakukan setelah Pakistan dan Rusia menandatangani perjanjian pelatihan militer.

Ahad, 12/08/2018 10:28 0

Suara Pembaca

GTA Gelar Trauma Healing untuk Korban Gempa Lombok

Pasca gempa GTA mengambil peran dalam program trauma healing kepada korban musibah gempa Lombok tepatnya di Desa Rempek,kecamatan Gangga, Lombok Utara.

Ahad, 12/08/2018 10:15 0

Editorial

Gempa Tapi Tuli

Luasnya wilayah, banyaknya korban jatuh baik korban jiwa maupun luka, lumpuhnya transportasi dan hancurnya bangunan pribadi maupun publik, masih membuat perhatian pemerintah pusat terkesan setengah hati.

Ahad, 12/08/2018 10:07 0

Indonesia

DPR Minta Gempa Lombok Dijadikan Bencana Nasional

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta pemerintah untuk meningkatkan status gempa Lombok menjadi bencana nasional.

Ahad, 12/08/2018 06:30 0

Indonesia

Idul Adha Jatuh pada 22 Agustus 2018

Bulan dzulqo'dah dilengkapkan tiga puluh hari (istiqmal), Idul Adha Jatuh pada 22 Agustus 2018

Sabtu, 11/08/2018 21:16 1

Indonesia

Dubes Lima Negara Sahabat Hadiri Isbat Dzulhijjah di Kemenag

Dubes Lima Negara Sahabat Hadiri Isbat Dzulhijjah di Kemenag

Sabtu, 11/08/2018 20:33 0

Afghanistan

Taliban Lancarkan Operasi Militer di Ghazni

Taliban Lancarkan Operasi Militer di Ghazni

Sabtu, 11/08/2018 18:39 0

Close