... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tanggap Penanganan Dampak Gempa Lombok Diperpanjang 14 Hari

Foto: Reruntuhan rumah akibat gempa Lombok.

KIBLAT.NET, Jakarta- Memasuki hari keenam pascagempabumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Bali, penanganan darurat masih terus diintensifkan. Menurut Kepala pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho masa tanggap darurat penanganan gempa diperpanjang.

“Masa tanggap darurat penanganan dampak gempabumi di Nusa Tenggara Barat berakhir pada 11/8/2018. Namun mempertimbangkan masih banyak masalah dalam penanganan dampak gempa, akhirnya Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan untuk memperpanjang 14 hari masa tanggap darurat yaitu terhitung 12/8/2018 hingga 25/8/2018,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Sabtu (11/08/2018).

Ia memaparkan, kondisi di lapangan masih banyak permasalahan. Seperti masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa, dan lainnya.
“Dengan adanya penetapan masa tanggap darurat maka ada kemudahan akses untuk pengerahan personil, penggunaan sumberdaya, penggunaan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, dan administrasi. Sehingga penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat,” jelasnya.

Hingga H+6, kata dia, masih terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan, khususnya di Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang aksesnya sulit dijangkau, juga di beberapa titik di Lombok Barat. Menurutnya, bantuan logistik terus berdatangan, namun permasalahan utama adalah distribusi logistik yang untuk mengirimkan ke ribuan titik pengungsian.

BACA JUGA  Dinilai Kekang Kebebasan Pers, Komisi IX: Hentikan Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja

“Akses jalan menuju lokasi pengungsi juga rusak. Sebagian besar jalan di Lombok Utara mengalami kerusakan akibat gempa. Oleh karena itu percepatan distribusi logistic menjadi prioritas saat ini, selain pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi,” ucapnya.

Sutopo mengungkapkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, beras, MCK portable, air minum, air bersih, tendon air, mie instan, pakaian, terpal/alas tidur, alat penerang/listrik, layanan kesehatan dan trauma healing.
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pejuang Idlib Tangkapi Penyeru Rekonsiliasi dengan Rezim

Kedua faksi itu melakukan penangkapan di pedesaan Idlib selatan dan utara. Puluhan orang yang diduga menjalin komunikasi dengan rezim Assad untuk rekonsiliasi kamisdan para penanggung jawab mereka ditahan.

Sabtu, 11/08/2018 09:40 0

Suriah

Militer Suriah Gempur Pinggiran Idlib

Gempuran itu juga terjadi di kota Latamna di pinggiran utara Hama dan pinggiran desa selatan Idlib. Akibatnya sejumlah korban sipil jatuh dan banyak rumah hancur, menurut Organisasi Pertahanan Sipil.

Sabtu, 11/08/2018 07:49 0

Profil

5 Ulama Terkenal yang Dipenjara Era Bin Salman

Gelombang penangkapan ulama terus berlanjut di Arab Saudi. Setelah penangkapan Dr Safar Hawali karena tulisannya yang berjudul Al-Muslimun wal Hadhoroh Al-Ghorbiyah, kabarnya syaikh Abdul Aziz Al-Fawzan karena kicauannya di twitter. Di antara mereka yang ditangkap adalah para ulama besar dan terkenal ke seantero dunia.

Sabtu, 11/08/2018 05:27 0

Manhaj

Mengkhianati Perjuangan Umat Islam

Di antara hikmah ujian dalam setiap fase perjuangan adalah nampaknya orang-orang yang tidak jujur dengan perjuangannya. Orang seperti ini seringkali menjadi duri dalam daging perjuangan. Ketika perjuangan menghasilkan pundi-pundi uang baginya, maka dia akan terus bersama perjuangan. Namun ketika perjuangan tidak lagi menguntungkannya, ketika perjuangan justru menyulitkannya, seketika itu pulalah dia berbalik dan berkhianat. Terlebih musuh menawarkan janji-janji manis untuknya.

Jum'at, 10/08/2018 20:53 0

Eropa

43% Bayi di Eropa Lahir dari Pasangan Zina

Prancis menjadi Negara paling banyak melahirkan “bayi haram” sementara Yunani Negara Eropa paling sedikit.

Jum'at, 10/08/2018 16:06 0

Artikel

Pemimpin Seperti Natsir

Umat Islam beserta Ulama harus mengajukan (calon) pemimpinnya sendiri. Bukan lagi menitipkan aspirasi pada pemimpin berbeda perahu. Apalagi mencari pemimpin dadakan, dipaksakan, karbitan atau hasil gorengan media. Kita tak bisa lagi baru membicarakan pemimpin ketika mendekati masa pemilihan kepala daerah atau kepala negara.

Jum'at, 10/08/2018 14:48 0

Afghanistan

Warga Jawzjan Demo Desak Pemerintah Adili Anggota ISIS yang Menyerah

“Pemerintah Afghanistan sudah berjanji untuk melindungi kami, dan ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk mengambil langkah dalam rangka memenuhi janji tersebut,”

Jum'at, 10/08/2018 09:11 0

Palestina

Dimediasi Mesir, Hamas-Israel Capai Kesepakatan Gencatan

KIBLAT.NET, Gaza – Faksi-faksi pejuang Palestina dan Israel, Kamis malam (09/08), dikabarkan sepakat gencatan senjata...

Jum'at, 10/08/2018 08:37 0

Feature

“Mubazir Nak, Kami Semua di Sini Membutuhkan Makan”

Kata kakek Seni (80) memunguti beras yang jatuh di jalanan. Dia merupakan korban gempa Lombok yang lokasinya sulit dijangkau.

Jum'at, 10/08/2018 07:36 0

Artikel

Surat Kepada Soekarmadji

Oleh : Syaukani Al Karim* KIBLAT.NET – AKU merasa kita pernah bertemu suatu ketika, meski...

Kamis, 09/08/2018 18:22 0

Close