... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KPAI Desak Pemerintah Penuhi Kebutuhan Dasar Anak-anak Korban Gempa Lombok

Foto: Korban gempa Lombok

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak korban gempa Lombok, tak hanya sandang, pangan, dan papan tetapi juga kebutuhan kesehatan dan pendidikan.

“Kebutuhan dasar anak seperti kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan harus dipenuhi oleh pemerintah karena proses rehab dan rekonstruksi membutuhkan waktu sangat lama,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, Sabtu (11/08/2018).

“Anak-anak korban gempa harus terpenuhi haknya atas pendidikan dengan tidak mengacu pada batas penetapan situasi darurat yang akan berakhir pada 11 Agustus 2018,” tegasnya.

Retno menjelaskan pihaknya menerima beberapa laporan berupa deskripsi singkat sekolah yang kondisi bangunannya terdampak gempa. Sekolah-sekolah itu mengalami keretakan pada bagian ruang kelas hingga pondasi. “Sehingga berpotensi runtuh dan membahayakan anak-anak jika kelas-kelas tersebut dipergunakan untuk proses pembelajaran,” ungkapnya.

Laporan yang masuk terkait kondisi sekolah di Lombok pasca gempa datang dari Serikat Guru Indonesia (SGI) Mataram yang merupakan anggota Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Salah satu sekolah terdampak gempa adalah SMPN 12 Mataram, yang mayoritas kondisi ruang kelasnya sangat tidak aman untuk kegiatan pembelajaran. Ada 9 ruang kelas yang temboknya pecah dan bahkan sudah bergeser dan 2 ruangan kelas yang plafonnya berpotensi jebol/runtuh. Sementara di ruang kelas lainnya plafonnya sudah berjatuhan, sehingga jika diguncang gempa lagi sangat berpotensi membahayakan peserta didik. Kerusakan juga terjadi di ruang guru, ruang labotarium, ruang wakasek, ruang kepsek, ruang perpustakaan dan mushalla.

BACA JUGA  Mediasi Pertama Gugatan Perdata terhadap Yusuf Mansur Gagal

Kondisi memprihatinkan juga terlihat di SDN 1 Obel-obel kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Retno menjelaskan kondisi bangunan SDN 1 Obel-obel rusak berat sekitar 80 persen. Sebanyak 10 ruang kelas retak-retak pada bagaian tembok, sementara ruang guru dan ruang kepsek dalam keadaan rusak.

“Sekolah sudah diliburkan sejak 29 Juli 2018, dan sejak dilibur gempa susulan terus terjadi sehingga genteng-genteng sekolah jatuh dan menjebol plafond an enternit kelas. Seluruh pagar sekolah sekeliling luasnya sekolah ambruk seluruhnya,” terangnya.

“Jika di kota Mataram saja kerusakan-kerusakan di sekolah terbilang sedang sampai berat, bagaimana kondisi gedung-gedung sekolah di Lombok Timur dan Lombok Utara yang lebih dekat dengan pusat gempa,” pungkas Retno.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Karakteristik Umat Pilihan: Hidup Berjiwakan Al-Quran

Keluhuran akhlak itu terbagi dua. Pertama, akhlak yang baik kepada Allah, yaitu meyakini bahwa segala amalan yang anda kerjakan pasti mengandung kekurangan sehingga membutuhkan udzur dari-Nya dan segala sesuatu yang berasal dari-Nya wajib disyukuri.

Sabtu, 11/08/2018 16:45 0

Suriah

Pejuang Idlib Tangkapi Penyeru Rekonsiliasi dengan Rezim

Kedua faksi itu melakukan penangkapan di pedesaan Idlib selatan dan utara. Puluhan orang yang diduga menjalin komunikasi dengan rezim Assad untuk rekonsiliasi kamisdan para penanggung jawab mereka ditahan.

Sabtu, 11/08/2018 09:40 0

Suriah

Militer Suriah Gempur Pinggiran Idlib

Gempuran itu juga terjadi di kota Latamna di pinggiran utara Hama dan pinggiran desa selatan Idlib. Akibatnya sejumlah korban sipil jatuh dan banyak rumah hancur, menurut Organisasi Pertahanan Sipil.

Sabtu, 11/08/2018 07:49 0

Profil

5 Ulama Terkenal yang Dipenjara Era Bin Salman

Gelombang penangkapan ulama terus berlanjut di Arab Saudi. Setelah penangkapan Dr Safar Hawali karena tulisannya yang berjudul Al-Muslimun wal Hadhoroh Al-Ghorbiyah, kabarnya syaikh Abdul Aziz Al-Fawzan karena kicauannya di twitter. Di antara mereka yang ditangkap adalah para ulama besar dan terkenal ke seantero dunia.

Sabtu, 11/08/2018 05:27 0

Manhaj

Mengkhianati Perjuangan Umat Islam

Di antara hikmah ujian dalam setiap fase perjuangan adalah nampaknya orang-orang yang tidak jujur dengan perjuangannya. Orang seperti ini seringkali menjadi duri dalam daging perjuangan. Ketika perjuangan menghasilkan pundi-pundi uang baginya, maka dia akan terus bersama perjuangan. Namun ketika perjuangan tidak lagi menguntungkannya, ketika perjuangan justru menyulitkannya, seketika itu pulalah dia berbalik dan berkhianat. Terlebih musuh menawarkan janji-janji manis untuknya.

Jum'at, 10/08/2018 20:53 0

Eropa

43% Bayi di Eropa Lahir dari Pasangan Zina

Prancis menjadi Negara paling banyak melahirkan “bayi haram” sementara Yunani Negara Eropa paling sedikit.

Jum'at, 10/08/2018 16:06 0

Artikel

Pemimpin Seperti Natsir

Umat Islam beserta Ulama harus mengajukan (calon) pemimpinnya sendiri. Bukan lagi menitipkan aspirasi pada pemimpin berbeda perahu. Apalagi mencari pemimpin dadakan, dipaksakan, karbitan atau hasil gorengan media. Kita tak bisa lagi baru membicarakan pemimpin ketika mendekati masa pemilihan kepala daerah atau kepala negara.

Jum'at, 10/08/2018 14:48 0

Afghanistan

Warga Jawzjan Demo Desak Pemerintah Adili Anggota ISIS yang Menyerah

“Pemerintah Afghanistan sudah berjanji untuk melindungi kami, dan ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk mengambil langkah dalam rangka memenuhi janji tersebut,”

Jum'at, 10/08/2018 09:11 0

Palestina

Dimediasi Mesir, Hamas-Israel Capai Kesepakatan Gencatan

KIBLAT.NET, Gaza – Faksi-faksi pejuang Palestina dan Israel, Kamis malam (09/08), dikabarkan sepakat gencatan senjata...

Jum'at, 10/08/2018 08:37 0

Feature

“Mubazir Nak, Kami Semua di Sini Membutuhkan Makan”

Kata kakek Seni (80) memunguti beras yang jatuh di jalanan. Dia merupakan korban gempa Lombok yang lokasinya sulit dijangkau.

Jum'at, 10/08/2018 07:36 0

Close