... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gempa Lombok: Terbatasnya Bantuan Medis Hingga ‘Penyanderaan’ Teraphis

Foto: Foto: Slamet sedang mengobati korban gempa lombok

KIBLAT.NET, Lombok- Hari kelima tanggap bencana Lombok Utara, sejak gempa susulan 7.0 SR, ternyata masih banyak korban yang belum mendapatkan bantuan yang memadai, terutama medis.

Salah satu sebabnya adalah luasnya dampak gempa, ditambah lagi dengan gempa 6.2 SR kemarin lusa (08/08), yang meluas hingga ke Lombok Tengah dan Mataram.

Berdasarkan penelusuran Kiblat.net di desa Teniga, kecamatan Tanjung, Kapubaten Lombok Utara, banyak korban patah tulang yang kondisinya sangat memperihatinkan. Asrudin (40) patah tulang kaki, Ibu Mustiana (41) patah tulang belakang/punggung, Nursimah (54) Patah tulang Kaki dan suspect stroke, semuanya dari dukuh Mekarsari desa Teniga.

Menurut Bapak Maswandi kepala desa Teniga, ada 80 posko di seluruh wilayah desanya. “Untuk bantuan makanan dan minuman, di sini cukup. Bantuan medis yang sangat kami butuhkan,” ungkapnya menjelaskan.

Melihat jumlah posko yang banyak tersebut, Tim medis yang melakukan bakti sosial di wilayah tersebut memutuskan untuk dipecah menjadi dua. Satu dokter umum (dr. Andika) dan dokter bedah (dr. Joko) satu grup, sementara seorang teraphis (Slamet) membentuk grup baru.

Bantuan medis dilaksanakan sejak pukul 7.00 pagi WITA hingga Zuhur, menurut rencana. Sayangnya, satu grup mengalami salah jalan setelah menangani korban di beberapa posko dan kemudian sulit dihubungi.

Mereka pulang ke posko sebelum Zuhur, sedangkan satu orang dari grup lainnya “disandera” oleh sekretaris desa untuk berkeliling di posko-posko yang tersisa.

BACA JUGA  Tim Advokasi untuk Demokrasi: Polisi Lakukan Pelanggaran HAM Dalam Pengamanan Unjuk Rasa

Bapak Slamet ditinggalkan oleh grupnya untuk mencari grup lainnya. Sayangnya tidak ditemukan, sehingga mereka pulang ke posko dan tinggal Pak Slamet sendirian.

Sore sekitar jam 17.00, Pak Slamet tiba diposko dalam kondisi kelelahan.

“Saya disandera, Mas. Jadi, saya dibawa keliling ke posko-posko atas sampai sore, tanpa dikasih makan atau minum,” ungkapnya kepada wartawan Kiblat.net.

Dalam hitunganya, Pak Slamet menangani lebih dari 50 korban, mulai dari yang patah tulang sampai yang tidak bisa kencing. Ia tidak beristirahat kecuali saat shalat Jumat karena sebagai musafir, ia meminta izin untuk tidak ikut shalat jumat, sehingga bisa beristirahat sebentar.

Reporter: Salem
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pejuang Idlib Tangkapi Penyeru Rekonsiliasi dengan Rezim

Kedua faksi itu melakukan penangkapan di pedesaan Idlib selatan dan utara. Puluhan orang yang diduga menjalin komunikasi dengan rezim Assad untuk rekonsiliasi kamisdan para penanggung jawab mereka ditahan.

Sabtu, 11/08/2018 09:40 0

Suriah

Militer Suriah Gempur Pinggiran Idlib

Gempuran itu juga terjadi di kota Latamna di pinggiran utara Hama dan pinggiran desa selatan Idlib. Akibatnya sejumlah korban sipil jatuh dan banyak rumah hancur, menurut Organisasi Pertahanan Sipil.

Sabtu, 11/08/2018 07:49 0

Profil

5 Ulama Terkenal yang Dipenjara Era Bin Salman

Gelombang penangkapan ulama terus berlanjut di Arab Saudi. Setelah penangkapan Dr Safar Hawali karena tulisannya yang berjudul Al-Muslimun wal Hadhoroh Al-Ghorbiyah, kabarnya syaikh Abdul Aziz Al-Fawzan karena kicauannya di twitter. Di antara mereka yang ditangkap adalah para ulama besar dan terkenal ke seantero dunia.

Sabtu, 11/08/2018 05:27 0

Manhaj

Mengkhianati Perjuangan Umat Islam

Di antara hikmah ujian dalam setiap fase perjuangan adalah nampaknya orang-orang yang tidak jujur dengan perjuangannya. Orang seperti ini seringkali menjadi duri dalam daging perjuangan. Ketika perjuangan menghasilkan pundi-pundi uang baginya, maka dia akan terus bersama perjuangan. Namun ketika perjuangan tidak lagi menguntungkannya, ketika perjuangan justru menyulitkannya, seketika itu pulalah dia berbalik dan berkhianat. Terlebih musuh menawarkan janji-janji manis untuknya.

Jum'at, 10/08/2018 20:53 0

Eropa

43% Bayi di Eropa Lahir dari Pasangan Zina

Prancis menjadi Negara paling banyak melahirkan “bayi haram” sementara Yunani Negara Eropa paling sedikit.

Jum'at, 10/08/2018 16:06 0

Artikel

Pemimpin Seperti Natsir

Umat Islam beserta Ulama harus mengajukan (calon) pemimpinnya sendiri. Bukan lagi menitipkan aspirasi pada pemimpin berbeda perahu. Apalagi mencari pemimpin dadakan, dipaksakan, karbitan atau hasil gorengan media. Kita tak bisa lagi baru membicarakan pemimpin ketika mendekati masa pemilihan kepala daerah atau kepala negara.

Jum'at, 10/08/2018 14:48 0

Afghanistan

Warga Jawzjan Demo Desak Pemerintah Adili Anggota ISIS yang Menyerah

“Pemerintah Afghanistan sudah berjanji untuk melindungi kami, dan ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk mengambil langkah dalam rangka memenuhi janji tersebut,”

Jum'at, 10/08/2018 09:11 0

Palestina

Dimediasi Mesir, Hamas-Israel Capai Kesepakatan Gencatan

KIBLAT.NET, Gaza – Faksi-faksi pejuang Palestina dan Israel, Kamis malam (09/08), dikabarkan sepakat gencatan senjata...

Jum'at, 10/08/2018 08:37 0

Feature

“Mubazir Nak, Kami Semua di Sini Membutuhkan Makan”

Kata kakek Seni (80) memunguti beras yang jatuh di jalanan. Dia merupakan korban gempa Lombok yang lokasinya sulit dijangkau.

Jum'at, 10/08/2018 07:36 0

Artikel

Surat Kepada Soekarmadji

Oleh : Syaukani Al Karim* KIBLAT.NET – AKU merasa kita pernah bertemu suatu ketika, meski...

Kamis, 09/08/2018 18:22 0

Close