... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gempa Lombok Harus Dinaikkan Statusnya Jadi Bencana Nasional

Foto: Baitumal Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) membuka posko gabungan di lokasi bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)

KIBLAT.NET, Mataram  Hingga Kamis, 9 Agustus 2018, pukul 17.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memverifikasi jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tektonik 7,0 Skala Richter di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mencapai 259 orang.

Tiga korban tewas berada di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Mereka dilaporkan meninggal dunia karena tertimpa material bangunan ketika gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok pukul 13.25 Wita.

“Itu laporan sementara yang masuk ke Posko Utama Lombok Barat,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Lombok Barat Saepul Ahkam, di Lombok Barat, dilansir Antara.

Ketiga korban meninggal dunia tersebut atas nama Sarapudin warga Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar; Papuk Fajaryah dari Kapek, Desa Gunung Sari; dan I Gede Darma dari Dusun Lilit Barat, Desa Mekar Sari.

Ketiga warga meninggal dunia pada saat terjadi gempa susulan tersebut menggenapi seluruh korban meninggal dunia di Kabupaten Lombok Barat menjadi 30 orang. Saeful juga mengatakan gempa susulan menyebabkan seorang anggota Tim Siaga Bencana Daerah (TSBD) Lombok Barat, bernama Ramli (39), tertimpa reruntuhan tembok kios saat istirahat menunaikan salat Zuhur.

“Korban mengalami pendarahan di kepala, tangan, dan kaki,” ujarnya.

Dengan gempa yang belum kunjung reda, Ketua Forum Peduli Resiko Bencana Lombok Barat Sulhan Mukhlis Ibrahim menyayangkan sikap pemerintah pusat yang belum menetapkan gempa di Lombok sebagai bencana nasional.

BACA JUGA  Gempa Lombok: Kesaksian Korban Selamatkan Cucunya di Shaf Kedua Shalat Isya'

Ia membandingkan jumlah korban gempa bumi di Yogyakarta pada 2006 tidak menelan korban sebanyak gempa bumi di Lombok. Politikus PKB itu juga membandingkan kondisi yang terjadi pada kasus lumpur Lapindo yang tidak sampai melumpuhkan pemerintahan.

“Pemerintah pusat harus hadir dan memperlakukan setiap warga negaranya secara adil. Jangan hanya di gempa tahun 2006, justru mereka secara masif memperhatikan,” katanya.

Pernyataan senada dilontarkan oleh Anggota DPRD NTB Johan Rosihan. Menurut dia, selain dampak dan kemampuan, bencana gempa Lombok sebagai destinasi wisata dunia tentu menimbulkan simpati yang luar biasa, bukan hanya volenter lokal tetapi juga dari luar negeri.

“Bencana gempa Lombok dengan dampak yang sangat berat dan parah tidak akan bisa diselesaikan dengan kemampuan daerah NTB saat ini,” kata Anggota DPRD NTB Johan Rosihan.

Karena itu, menurut Ketua Komisi III DPRD NTB itu, gempa Lombok harus segera dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional.

“Karena masih berstatus bencana daerah, beberapa volunteer luar negeri sudah mendapat ancaman dari aparat akan dideportasi jika didapat operasi di lokasi gempa,” ujarnya.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Sumber: Antara

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Pemimpin Seperti Natsir

Umat Islam beserta Ulama harus mengajukan (calon) pemimpinnya sendiri. Bukan lagi menitipkan aspirasi pada pemimpin berbeda perahu. Apalagi mencari pemimpin dadakan, dipaksakan, karbitan atau hasil gorengan media. Kita tak bisa lagi baru membicarakan pemimpin ketika mendekati masa pemilihan kepala daerah atau kepala negara.

Jum'at, 10/08/2018 14:48 0

Afghanistan

Warga Jawzjan Demo Desak Pemerintah Adili Anggota ISIS yang Menyerah

“Pemerintah Afghanistan sudah berjanji untuk melindungi kami, dan ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk mengambil langkah dalam rangka memenuhi janji tersebut,”

Jum'at, 10/08/2018 09:11 0

Palestina

Dimediasi Mesir, Hamas-Israel Capai Kesepakatan Gencatan

KIBLAT.NET, Gaza – Faksi-faksi pejuang Palestina dan Israel, Kamis malam (09/08), dikabarkan sepakat gencatan senjata...

Jum'at, 10/08/2018 08:37 0

Feature

“Mubazir Nak, Kami Semua di Sini Membutuhkan Makan”

Kata kakek Seni (80) memunguti beras yang jatuh di jalanan. Dia merupakan korban gempa Lombok yang lokasinya sulit dijangkau.

Jum'at, 10/08/2018 07:36 0

Artikel

Surat Kepada Soekarmadji

Oleh : Syaukani Al Karim* KIBLAT.NET – AKU merasa kita pernah bertemu suatu ketika, meski...

Kamis, 09/08/2018 18:22 0

Artikel

Proklamasi Negara Islam Indonesia: 14 Agustus 1945 atau 7 Agustus 1949?

Kisah mengenai proklamasi berdirinya suatu negara Islam di Indonesia dianggap tabu untuk dibahas. Apalagi ditemukan banyak versi di sekitar kapan sesungguhnya Negara Islam di Indonesia diproklamasikan. Kiblat.net berupaya menyibak semak belukar sejarah yang sukar untuk ditembus untuk disajikan kepada pembaca apa adanya.

Kamis, 09/08/2018 14:08 0

Video News

Masjid Raya NTB Nan Megah Itupun Tak Luput dari Kerusakan

KIBLAT.NET – Islamic Center atau Masjid Raya Hubbul Wathan Nusa Tenggara Barat mengalami retak-retak di...

Kamis, 09/08/2018 12:57 0

Video News

Gempa Lombok: Berlapar-lapar Seperti Mereka Lapar

Jam 11 siang WITA, pesawat yang saya tumpangi landing di Bandara Lombok Raya. Ada dua...

Kamis, 09/08/2018 12:52 0

Suriah

Istri Bashar Assad Idap Kanker Ganas

Asma Assad didiagnosis mengidap penyakit kanker payudara. Tidak dijelaskan tingkat stadium penyakit mematikan itu.

Kamis, 09/08/2018 10:48 0

Palestina

Gaza Memanas, Hamas Balas Gempuran Jet Israel

Pejuang membalas dengan menembakkan sejumlah roket ke permukiman Yahudi Sderot di Israel. Empat pemukim luka ringan dan berat serta sejumlah bangunan rusak.

Kamis, 09/08/2018 06:59 0

Close