... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sandal Sang Anak Jadi Kenangan Seorang Bapak Korban Gempa Lombok

Foto: Marzuki (berpeci putih) hanya menemukan sandal anaknya yang hilang tertimbun longsor akibat gempa Lombok

KIBLAT.NET, Lombok Utara – Masih terbayang di mata Marzuki (52) wajah pasrah Muhidin, anak lelakinya, saat terperosok ke dalam longsoran ketika gempa 7 SR mengguncang Lombok Utara. Sandal milik sang anak jadi satu-satunya kenangan yang tersisa.

Marzuki tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat mengisahkan naas yang menimpa anaknya, Muhidin (31). Anak yang telah memberikannya satu orang cucu itu tidak berhasil menyalamatkan diri dari longsoran tebing setinggi 40 meter di belakang rumahnya di Dusun Dompo Indah, Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Marzuki mengatakan sebelum terjadinya gempa dahsyat ia hendak memarkirkan mobilnya, sedangkan Muhidin saat itu tengah berada di kamar mandi. Gempa terjadi, seketika Marzuki pergi menyelamatkan diri bersama menantu dan sang cucu. Naas bagi Muhidin yang tak bisa melarikan diri dan hanya bertahan dengan memegang pohon beringin dekat rumah.

“Anak saya hanya berdiam memegang pohon beringin, namun longsor turut menyeret anak saya beserta bangunan rumah. Di depan mata, saya melihat eksperesi anak saya dengan badan terjumpalik ke jurang longsoran,” katanya kepada Kiblat.net menceritakan musibah tersebut, di lokasi kejadian, Kamis, (9/8/2018).

Ketika kondisi tanah mulai aman, Marzuki mencoba mencari Muhidin malam itu juga. Ia hanya mendapatkan satu sisi sandal yang dipakai anaknya saat bencana melanda. Sandal sisi lainnya ditemukan Marzuki keesokan paginya dengan berbeda lokasi temuan. “Sandal pertama saya temukan di atas, namun sebelahnya di bagian bawah jurang,” ujarnya.

BACA JUGA  Pengamat: Cara Pandang Politik Joko Widodo Tidak Konsisten

“Sendal ini akan terus saya pakai, menjadi kenangan saksi bisu gempa Lombok yang menelan korban anak saya,” tutur Marzuki sembari menunjukkan sendal jepit merah lusuh yang saat itu melekat di kakinya. Ia berharap tim SAR dapat menemukan jasad anaknya sembari tak kuat menahan isak tangis.

Kakak Muhidin, Siti Aisyah juga menceritakan hal yang sama. Sebelum terjadi gempa, Aisyah sempat bertemu dan menonton TV bersama Muhidin saat berkunjung ke rumah sang adik. Ia syok mengetahui gempa menyebabkan terperosoknya rumah dan membumikan adiknya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Proklamasi Negara Islam Indonesia: 14 Agustus 1945 atau 7 Agustus 1949?

Kisah mengenai proklamasi berdirinya suatu negara Islam di Indonesia dianggap tabu untuk dibahas. Apalagi ditemukan banyak versi di sekitar kapan sesungguhnya Negara Islam di Indonesia diproklamasikan. Kiblat.net berupaya menyibak semak belukar sejarah yang sukar untuk ditembus untuk disajikan kepada pembaca apa adanya.

Kamis, 09/08/2018 14:08 0

Video News

Masjid Raya NTB Nan Megah Itupun Tak Luput dari Kerusakan

KIBLAT.NET – Islamic Center atau Masjid Raya Hubbul Wathan Nusa Tenggara Barat mengalami retak-retak di...

Kamis, 09/08/2018 12:57 0

Video News

Gempa Lombok: Berlapar-lapar Seperti Mereka Lapar

Jam 11 siang WITA, pesawat yang saya tumpangi landing di Bandara Lombok Raya. Ada dua...

Kamis, 09/08/2018 12:52 0

Suriah

Istri Bashar Assad Idap Kanker Ganas

Asma Assad didiagnosis mengidap penyakit kanker payudara. Tidak dijelaskan tingkat stadium penyakit mematikan itu.

Kamis, 09/08/2018 10:48 0

Palestina

Gaza Memanas, Hamas Balas Gempuran Jet Israel

Pejuang membalas dengan menembakkan sejumlah roket ke permukiman Yahudi Sderot di Israel. Empat pemukim luka ringan dan berat serta sejumlah bangunan rusak.

Kamis, 09/08/2018 06:59 0

Palestina

Setelah Mogok Makan 20 Hari, Tahanan Palestina Ini Dibebaskan

Khasr Dais, pengacara dari lembaga non-pemerintah Palestina, mengatakan bahwa Mohammed al-Rimawi (27) dan ayahnya, Nimer Mohammed al-Rimawi (54) akhirnya dibebaskan dari sel-sel pusat penyelidikan Ashkelon.

Rabu, 08/08/2018 18:00 0

Arab Saudi

Saudi Akan Luncurkan Aplikasi Pantau Penceramah di Masjid

"Tidak ada ruang untuk memanipulasi pikiran orang, dan tidak seharusnya pemikiran itu mengancam keamanan dan stabilitas negara yang diberkati ini," kata Al-Sheikh.

Rabu, 08/08/2018 17:01 0

News

Dua Pejuang Hamas Gugur Akibat Serangan Tank Israel

“Gempuran Israel ini merupakan kejahatan,” tegas pernyataan itu.

Rabu, 08/08/2018 14:51 0

Amerika

AS: Turki Masih Sahabat Akrab dan Koalisi Kami

Kedubes AS juga mengungkapkan bahwa pihaknya dan Turki memiliki hubungan ekonomi penting.

Rabu, 08/08/2018 14:33 0

Malaysia

Malaysia Tutup Pusat Anti-Terorisme Dukungan Saudi

King Salman Center for International Peace (KSCIP) ditutup setelah anggota parlemen lokal mempertanyakan posisi Arab Saudi yang mendanai pusat deradikalisasi.

Rabu, 08/08/2018 12:40 0

Close