... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Proklamasi Negara Islam Indonesia: 14 Agustus 1945 atau 7 Agustus 1949?

Sesudah perundingan Renville, Oni Qital, komandan Sabilillah di daerah pegunungan sekitar Tasikmalaya mengadakan pertemuan dengan Kartosuwiryo untuk membicarakan situasi politik dan militer kala itu. Keduanya sepakat untuk mengadakan pertemuan yang lebih besar. Pertemuan ini terjadi pada 10 dan 11 Februari 1948 di Desa Pangwedusan Distrik Cisayong, sebuah desa di segitiga kawasan Tasikmalaya-Malangbong-Garut.

Dalam pertemuan itu hadir pemimpin-pemimpin organisasi Islam, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), dan para pemimpin Hizbullah dan Sabilillah. Keputusan terpenting yang diambil dalam konferensi Cisayong adalah membekukan Masyumi di Jawa Barat, membentuk basis pemerintah daerah di Jawa Barat dan mendirikan Tentara Islam Indonesia yang bermarkas di Gunung Cupu, Ciamis.

Lokasi pertemuan Cipeundeuy, sebagai lanjutan dari Konferensi Cisayong.

Pada awal Maret berlangsung suatu konferensi lanjutan. Kali ini digelar di Cipeundeuy, sebuah desa di selatan Malangbong, Garut. Di sini dikukuhkan keputusan-keputusan yang dicapai di Pangwedusan dan bersiap menciptakan negara Islam jika Belanda melanjutkan rencananya membentuk negara boneka di Jawa Barat yaitu Negara Pasundan.

Kartosuwiryo menahan diri selama lebih dari setahun untuk secara terang-terangan menolak menentang kekuasaan Republik dengan secara resmi memproklamasikan Negara Islam Indonesia. Selanjutnya, ia menyempurnakan struktur organisasinya. Pada suatu konferensi yang diadakan di Cijoho pada 1 Mei 1948 dipersiapkan suatu rancangan konstitusi yang kemudian diselesaikan sekitar bulan Agustus.

BACA JUGA  Komentari PMA Majelis Taklim, MUI Sumbar: Kenapa Umat Islam Selalu Ditarget?

Pada konferensi itu dibentuk Dewan Kabinet atau Dewan Imamah, dan Dewan Penasihat atau Dewan Fatwa. Dewan Imamah terdiri sebagai berikut: Presiden atau Imam dan merangkap Kuasa Usaha (Menteri Luar Negeri) S. M Kartosuwiryo; Menteri Pertahanan Kamran; Wakil Menteri Pertahanan Oni Qital; Menteri Dalam Negeri Sanusi Partawijaya; dan Menteri Penerangan Toha Arsyad (Pinardi 1964:81).

Ilustrasi suasana proklamasi Negara Islam Indonesia di Cisayong, Tasikmalaya pada 7 Agustus 1949.

Negara Islam Indonesia (NII) akhirnya diproklamasikan pada 7 Agustus 1949. Proklamasi dilakukan di Desa Cisampang, Distrik Cisayong yang kerap disebut dalam kiasan sebagai “Madinah”. Dalam mukadimah proklamasi, disebutkan bahwa perundingan Renville 1948 yang mengakibatkan bangkitnya masyarakat Islam, dan disebut sebagai titik tolak berubahnya perjuangan untuk kemerdekaan dari revolusi nasional menjadi revolusi Islam (Pinardi 1964:74-76).

Berikut ini naskah proklamasi Negara Islam Indonesia yang dibuat oleh SM. Kartosuwiryo:

 

PROKLAMASI

Berdirinja NEGARA ISLAM INDONESIA

Bismillahirrahmanirrahim Asjhadoe anla ilaha illallah wa asjhadoe anna Moehammadar Rasoeloellah

Kami, Oemmat Islam Bangsa Indonesia MENJATAKAN:

Berdirinja ,,NEGARA ISLAM INDONESIA”

Maka hoekoem jang berlakoe atas Negara Islam Indonesia itoe, ialah: HOEKOEM ISLAM

Allahoe Akbar! Allahoe Akbar! Allahoe Akbar!

Atas nama Oemmat Islam Bangsa Indonesia

Imam NEGARA ISLAM INDONESIA

Ttd

(S M KARTOSOEWIRJO)

MADINAH-INDONESIA, 12 Sjawal 1368 / 7 Agoestoes 1949

 

1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Proklamasi Negara Islam Indonesia: 14 Agustus 1945 atau 7 Agustus 1949?”

  1. Adalah hak suatu bangsa menentukan bentuk suatu negara selain takdir dari Alloh. Apakah negara Islam berdasarkan Syariat Islam ataupun bentuk negara lainnya. Saudi Arabia Negara Islam yang menggunakan Syariat Islam sebagai sumber hukum. Kaya apa???? Mungkin kita perlu tahu???? Saya mencoba menulis berdasarkan fakta. Tapi kalau anda tidak setuju saya mohon maaf.
    1. Semua warga negara Saudi Arabia harus Muslim. (di Saudi hanya warganegara asing yang boleh non-Muslim. Banyak orang2 non-muslim di Saudi tapi itu semua warga Negara asing).
    2. Konstitusi Saudi Arabia adalah Al-Quran dan Sunnah/al Hadits. (the Quran and the Sunnah are declared to be the country’s constitution.)
    3. Tidak dijinkan ada partai politik dan tidak ada pemilu (no political parties or national elections are permitted)
    4. Tidak boleh mengkritik pemerintah. (Atiiulloha wa atiiurrosul wa ulilamri minkum=Taatlah sama Alloh dan taat sama Rosul sama dg taat sama Alloh—-taat sama pemerintah (Saudi) sama dg taat sama Rosul. Semua warganegara Saudi harus dibaiyat/sumpah setia sama pemimpin Negara. Saat ini adalah harus berbaiyat sama Pangeran Muhamad bi Salman al Saud (putra mahkota/imam/caliph/Amir de Facto. Hanya kalau pemimpin menyuruh maksiyat rakyat tidak perlu taat tapi sebagai bentuk ketaatan sama pemerintah (Saudi) tidak boleh mengatakan satu perkataanpun untuk memprotes).
    5. Tidak ada DPR/Lembaga legislatif pembuat undang2. Semua berdasarkan Syariat Islam (hukum Islam-tinggal ikuti Quran dan Sunnah=hal2 seperti : qishas / rajam / cambuk / mencuri /mahrom / LGBT / perdukunan / santet/ tenung / makar / RIBA/ haram / halal / ibadah / tidak sholat, tidak puasa, pacaran/cara berpakaian/dekat2 dg yang bukan mahrom/ –walaa taqrobuzzinaa, judi, narkoba, dll. Semua sudah diatur dan ada di al Qur’an dan Sunnah, ada “fatwa” bagi aturan yang tidak ada di Qur’an dan Sunnah).
    Banyak orang2 di Indonesia ingin mengubah NKRI jadi Negara Islam dan mengganti UUD-nya jadi berdasarkan Syariat Islam. Ya syah2 saja kalau semua rakyat menghendaki tapi tentu sangat berisiko tinggi bagi NKRI kita takut terjadi kaya di Suriah dan Irak. Menurut statistik korban jauh lebih banyak dari sesama “Muslim” dari pada orang2 non-Muslim. Bisa dikatakan PERANG SAUDARA (Civil War) di sana itu.
    Abdul Aziz al Saud telah berhasil melepaskan Arab Saudi sekarang (termasuk Hezaz) dari kekuasan Khilafah Usmaniyah di Turki tahun 1932 dan mendeklarasikan dirinya sebagai raja/imam/caliph Saudi Arabia. Sedangkan Abubakar al Bhagdadi kayanya “gagal” sebagai penguasa Negara Islam Irak dan Syam (Islamic State of Irak and Syam/Syria/ISIS).
    Kalau berhasil seperti yang dicita-citakan HTI maka jadilah Indonesia jadi Negara Islam (Khilafah). Negara Islam berdasarkan Syariat Islam ya harus berdasarkan al Quran dan Sunnah sebagai konstitusinya. Jika tidak ya bukan Negara Islam kaya negara Islam Pakistan dan negara Islam Iran meskipun mereka mengaku Negara Islam karena tidak menjalankan Islam secara “Kaffah” dan bukan negara Islam berdasarkan Syariat Islam. Negara Islam berdasarkan Syariah ya harus kaya Saudi mungkin akan dipimpin seorang khalifah/Caliph/Imam/Amir/Raja/Sulthan tapi bukan oleh seorang presiden yang dipilih oleh rakyat.
    Di dalam Islam ya tidak ada “Demokrasi”. Bagi orang2 “radikal” TIDAK ADA reformasi dalam Islam. Dalam Islam tidak ada kebiasaan baru, tata cara ibadah baru (sholat pakai Usholli, dll), life style baru (ulang tahun, Valentine, perayaan Isro Mi’raj dll.) yang tidak dicontohkan nabi SAW. Hal2 tersebut adalah BID’AH dan hukumnya haram/dosa kalau dilakukan oleh orang2 muslim. Negara harus diatur dan dijalankan sama ketika nabi SAW masih hidup, sudah sempurna. Sebaik-baiknya jaman adalah jaman nabi SAW.
    Negara demokrasi pertama di dunia adalah Amerika Serikat yang punya semboyan “Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat” dimulai tahun 1776 ketika ingin lepas dari penjajahan Inggris. Sebelumnya bentuk2 negara hanya ada kerajaan (Kingdom), Kekaisaran (Tiongkok dll), Kekhilafahan/Imaroh/Kesultanan/Empires, Authoritarianism, Kediktatoran, dll. Maaf itulah yang saya ketahui ttg. Negara Islam.
    Saya cantumkan 3 pasal sbg. contoh dari UUD Saudi Arabia.
    Adopted by Royal decree of King Fahd on March 1992. Saya terjemahkan.

    CONSTITUTION of SAUDI ARABIA
    Chapter 1 General Principles
    Article 1
    The Kingdom of Saudi Arabia is a sovereign Arab Islamic state with Islam as its religion; God’s Book and the Sunnah of His Prophet, God’s prayers and peace be upon him, are its constitution, Arabic is its language and Riyadh is its capital. (Kerajaan Arab Saudi adalah negara Islam Arab yang berdaulat dengan Islam sebagai agamanya; Kitab Allah dan Sunnah Nabi SAW, adalah konstitusinya, bahasa Arab adalah bahasanya dan Riyadh adalah ibukotanya.)

    Article 6
    Citizens are to pay allegiance to the King in accordance with the holy Koran and the tradition of the Prophet, in submission and obedience, in times of ease and difficulty, fortune and adversity. (Warga negara harus bersumpah setia/baiyat kepada Raja sesuai dengan Al-Quran suci dan tradisi Nabi, dalam ketaatan dan kepatuhan, di saat-saat mudah dan susah, keberuntungan dan kesukaran).

    Article 7
    Government in Saudi Arabia derives power from the Holy Koran and the Prophet’s tradition. (Pemerintah di Arab Saudi memperoleh kekuasaan dari Alquran dan tradisi Nabi.)

    http://www.the-saudi.net/saudi-arabia/saudi-constitution.htm

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Masjid Raya NTB Nan Megah Itupun Tak Luput dari Kerusakan

KIBLAT.NET – Islamic Center atau Masjid Raya Hubbul Wathan Nusa Tenggara Barat mengalami retak-retak di...

Kamis, 09/08/2018 12:57 0

Video News

Gempa Lombok: Berlapar-lapar Seperti Mereka Lapar

Jam 11 siang WITA, pesawat yang saya tumpangi landing di Bandara Lombok Raya. Ada dua...

Kamis, 09/08/2018 12:52 0

Indonesia

Eggi Sudjana: Ngajak Berantem Langgar UU KUHP

Ia menilai, ajakan tersebut bermuatan provokasi.

Kamis, 09/08/2018 11:50 0

Indonesia

Presiden Jokowi Paling Bertanggungjawab Jika Terjadi Benturan di Masyarakat

seandainya benturan benar-benar terjadi, maka Presiden Joko Widodo adalah orang yang palin bertanggungjawab.

Kamis, 09/08/2018 11:31 0

Indonesia

Pengamat: Bahasa Kekerasan Rusak Elektabilitas Jokowi

Pengamat politik Ray Rangkuni berpendapat, pernyataan demikian dapat dimaknai sebagai pembenaran untuk menggunakan diksi-diksi berbau kekerasan dalam perpolitikan Indonesia.

Kamis, 09/08/2018 11:16 0

Indonesia

Presidium Alumni 212 Kecewa dengan Hasil Ijtima Ulama

Juru bicara Presidium Alumni 212, Aminuddin mengaku kecewa dengan hasil Ijtima Ulama

Kamis, 09/08/2018 11:12 0

Suriah

Istri Bashar Assad Idap Kanker Ganas

Asma Assad didiagnosis mengidap penyakit kanker payudara. Tidak dijelaskan tingkat stadium penyakit mematikan itu.

Kamis, 09/08/2018 10:48 0

Indonesia

Masjid Raya NTB Nan Megah Itupun Tak Luput dari Kerusakan

“Di Mataram ini tidak banyak bangunan yang rusak. Anehnya, malah bangunan pemerintah yang terkena gempa,” katanya.

Kamis, 09/08/2018 08:41 0

Indonesia

Gempa Susulan Terus Terjadi, Masih Ada Desa yang Belum Dijangkau Relawan

"Hal yang sangat kita butuhkan saat ini air bersih pak, alhamdulillah untuk sembako sudah mulai masuk ke desa kami. Kami pun bingung bagaimana nasib tempat tinggal kami ke depan, sampai kapan kami akan tinggal di pengunsian ini," tutur Ridwan kembali.

Kamis, 09/08/2018 08:00 0

Indonesia

Kisah Dramatis Kakek 66 Tahun Korban Selamat Gempa Lombok

"Saya hanya berusaha keluar dengan merangkak-rangkak walaupun kepala penuh darah," kisahnya kepada Kiblat.net saat berobat di posko pengungsian di dusun Duriah, Lombok Utara, Rabu, (8/8/2018)

Kamis, 09/08/2018 07:34 0

Close