... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Masjid Raya NTB Nan Megah Itupun Tak Luput dari Kerusakan

KIBLAT.NET, Lombok – Islamic Center atau Masjid Raya Hubbul Wathan Nusa Tenggara Barat mengalami retak-retak di tembok dan kubahnya. Salah satu menaranya pun rusak cukup berat dan terlihat miring.

Akibat kerusakan itu, jamaah tidak diizinkan shalat di dalam ruangan masjid. Mereka hanya dibolehkan shalat di luar atau halamannya.

Selain karena kerusakan itu, menurut securiti masjid, Bapak Rusli, menjelaskan bahwa sementara ini masjid belum bisa digunakan karena dikhawatirkan adanya gempa susulan.

“Selain itu (kerusakan), dikhawatirkan ada gempa susulan, jadi jamaah disarankan shalat di luar,” katanya kepada kiblat.net, Selasa (7/8).

Dari pengamatan luar, beberapa bagian di pojok-pojok dinding memang terlihat retak. Di bagian mihrab, keramik-keramik yang terpasang berjatuhan. Sementara dari dalam, menurut penuturan securiti, terlihat juga beberapa keretakan, namun hanya kecil.

Sementara itu, salah satu warga yang Kiblat.net temui di sekitar masjid merasa heran mengapa masjid kebanggaan dan pusat kegiatan muslim NTB itu bisa retak-retak. Menurutnya, masjid itu terlihat sangat megah dan baru dibangun sekitar tiga tahun lalu.

Masjid yang dibangun oleh Tuan Guru Bajang, Gubernur NTB, itu letaknya pun di Mataram, yang cukup jauh dari pusat gempa di pesisir Lombok Utara.

“Di Mataram ini tidak banyak bangunan yang rusak. Anehnya, malah bangunan pemerintah yang terkena gempa,” katanya.

Reporter: Salem
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Gaza Memanas, Hamas Balas Gempuran Jet Israel

Pejuang membalas dengan menembakkan sejumlah roket ke permukiman Yahudi Sderot di Israel. Empat pemukim luka ringan dan berat serta sejumlah bangunan rusak.

Kamis, 09/08/2018 06:59 0

Palestina

Setelah Mogok Makan 20 Hari, Tahanan Palestina Ini Dibebaskan

Khasr Dais, pengacara dari lembaga non-pemerintah Palestina, mengatakan bahwa Mohammed al-Rimawi (27) dan ayahnya, Nimer Mohammed al-Rimawi (54) akhirnya dibebaskan dari sel-sel pusat penyelidikan Ashkelon.

Rabu, 08/08/2018 18:00 0

Arab Saudi

Saudi Akan Luncurkan Aplikasi Pantau Penceramah di Masjid

"Tidak ada ruang untuk memanipulasi pikiran orang, dan tidak seharusnya pemikiran itu mengancam keamanan dan stabilitas negara yang diberkati ini," kata Al-Sheikh.

Rabu, 08/08/2018 17:01 0

News

Dua Pejuang Hamas Gugur Akibat Serangan Tank Israel

“Gempuran Israel ini merupakan kejahatan,” tegas pernyataan itu.

Rabu, 08/08/2018 14:51 0

Amerika

AS: Turki Masih Sahabat Akrab dan Koalisi Kami

Kedubes AS juga mengungkapkan bahwa pihaknya dan Turki memiliki hubungan ekonomi penting.

Rabu, 08/08/2018 14:33 0

Malaysia

Malaysia Tutup Pusat Anti-Terorisme Dukungan Saudi

King Salman Center for International Peace (KSCIP) ditutup setelah anggota parlemen lokal mempertanyakan posisi Arab Saudi yang mendanai pusat deradikalisasi.

Rabu, 08/08/2018 12:40 0

Opini

Teguran dari Lombok

Sekalipun gempa berasal dari pergerakan alam, tapi pergerakan itu tentu ada yang mengatur dan menggerakkan. Dialah Sang Pemilik Sejati Alam Semesta, Allah SWT. Dari gempa bumi pasti Allah selipkan pesan hikmah atas kejadian ini.

Rabu, 08/08/2018 11:35 1

Irak

Iraq Tidak Sepakat Sanksi AS ke Iran, Tapi Akan Mematuhinya

Presiden AS Donald Trump bertekad bahwa perusahaan yang melakukan bisnis dengan Teheran akan dilarang dari Amerika Serikat, karena sanksi baru AS terhadap Iran mulai berlaku.

Rabu, 08/08/2018 11:01 0

Foto

Foto-foto Lokasi Terdampak Gempa Lombok

Gempa berkekuatan 7 SR yang menimpa Nusa Tenggara Barat dan ratusan gempa susulan, menyisakan banyak reruntuhan dan derita para korban. Pusat gempa di Lombok Utara menjadi lokasi terparah terdampak gempa.

Selasa, 07/08/2018 13:08 0

Asia

Jutaan Muslim India Terancam Tak Miliki Kewarganegaraan

"Negara bagian Assam adalah konflik etnis murni," katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah New Delhi "tidak mengangkat masalah ini dengan kami."

Selasa, 07/08/2018 11:20 0

Close