... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tim SAR FKAM Evakuasi Korban Gempa Lombok yang Terisolir

Foto: Tim SAR FKAM menggunakan genset untuk membantu penerangan.

KIBLAT.NET, Lombok – Evakuasi korban gempa Lombok terus dikerahkan baik oleh Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) atau bantuan relawan. Kehadiran relawan sangat membantu pencarian korban yang belum dijangkau oleh Tim Basarnas. Salah satunya yang dilakukan oleh Tim SAR Baitulmal Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM).

Ketua Tim SAR Baitulmal FKAM, Fariz mengatakan kehadiran timnya untuk menjangkau evakuasi ataupun menyalurkan bantuan kepada warga di perbukitan yang belum terjangkau oleh bantuan pemerintah. Pihaknya memfokuskan lokasi evakuasi dan mendirikan posko bantuan di Dusun Rempek, Lombok Utara, NTB.

“Kami mencoba mencari dan mendatangi lokasi yang belum terjangkau bantuan pemerintah. Kita hadir di sana sebagai tim pertama yang melakukan evakuasi korban dan membuka posko bantuan pengungsi,” katanya kepada Kiblat.netdi posko gabungan di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Selasa (07/08/2018).

Sore menjelang Maghrib, tim SAR FKAM menerima informasi adanya korban yang hilang tertimbun longsoran bangunan dan bukit di Dusun Busur, Desa Rempek pasca gempa 7 SR. Tim segera menuju lokasi, medan yang akan dituju merupakan desa yang berada paling ujung di atas bukit Desa Rempek. Reporter Kiblat.net berkesampatan turun memantau jalannya evakuasi.

Menggunakan dua mobil dan satu buah motor tim menyusuri Desa Rempek, perjalanan naik turun menjadi tantangan tersendiri. Akses jalan yang belum teraspal dan curam akibat longsoran dampak gempa, serta langit kian gelap, membuat tim terhenti di Desa Jelitong, Dusun yang terletak sebelum Dusun Busur.

BACA JUGA  CBA: Dugaan Aliran Dana ke Kapolri Tito Karnavian Ujian Bagi KPK

Di Dusun Jelitong warga terlihat seluruhnya mengungsi di posko mandiri. Rumah-rumah mereka seluruhnya hancur lebur dan tak dapat lagi dihuni. Posko mandiri itu hanya sebatas bearatap dan alaskan terpal dengan dihuni oleh 15 kepala keluarga sekitar 30 orang. Waktu Maghrib tiba, warga desa Jelitong menunaikan ibadah Shalat Maghrib berjamaah dan diteruskan dengan bertadarus Al-Qur’an.

Meminta bantuan warga, tim berupaya mendata korban hilang dan meninggal, serta menggali informasi medan evakuasi dua warga yang masih hilang di Dusun Busur yang tertimbun longsor.

Warga Dusun Jelitong Suryadinata (39) mengatakan gempa 7 SR menelan 10 korban meninggal dunia di Desa Rempek. Dua korban di antaranya belum dapat dievakuasi yakni berlokasi di Dusun Busur. Diketahui dua korban hilang akibat tertimbun longsoran yang menimpa rumah.

“Medannya sulit sebab ada longsor, sehingga hanya bisa dijangkau oleh motor dan berjalan kaki. Setidaknya lokasi korban berada 4 km dari Dusun Jelitong,” ungkapnya.

Setelah melakukan upaya pendataan dan maping medan yang harus dievakuasi nampaknya tim SAR FKAM tak bisa melanjutkan pencarian korban dan akan dilanjutkan pada esok harinya. Tim menyempatkan berbincang-bincang dengan warga Dusun Jelitong dan memberikan penerangan dengan genset.

Ketua Tim SAR FKAM, Fariz mengedukasikan kepada warga agar tetap bersabar dan tenang, apabila terjadi gempa susulan agar tidak lari, lebih baik jongkok. “Bila ada apa-apa dan membutuhkan bantuan warga bisa menghubungi kami atau mendatangi kami di posko relawan,” tukasnya.

BACA JUGA  CBA: Dana Pemulihan Belum Cair, Korban Gempa Lombok Kena PHP Pemerintah

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Teguran dari Lombok

Sekalipun gempa berasal dari pergerakan alam, tapi pergerakan itu tentu ada yang mengatur dan menggerakkan. Dialah Sang Pemilik Sejati Alam Semesta, Allah SWT. Dari gempa bumi pasti Allah selipkan pesan hikmah atas kejadian ini.

Rabu, 08/08/2018 11:35 1

Irak

Iraq Tidak Sepakat Sanksi AS ke Iran, Tapi Akan Mematuhinya

Presiden AS Donald Trump bertekad bahwa perusahaan yang melakukan bisnis dengan Teheran akan dilarang dari Amerika Serikat, karena sanksi baru AS terhadap Iran mulai berlaku.

Rabu, 08/08/2018 11:01 0

Foto

Foto-foto Lokasi Terdampak Gempa Lombok

Gempa berkekuatan 7 SR yang menimpa Nusa Tenggara Barat dan ratusan gempa susulan, menyisakan banyak reruntuhan dan derita para korban. Pusat gempa di Lombok Utara menjadi lokasi terparah terdampak gempa.

Selasa, 07/08/2018 13:08 0

Asia

Jutaan Muslim India Terancam Tak Miliki Kewarganegaraan

"Negara bagian Assam adalah konflik etnis murni," katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah New Delhi "tidak mengangkat masalah ini dengan kami."

Selasa, 07/08/2018 11:20 0

Palestina

Hindari Operasi Khusus AL Hamas, Israel Bangun “Pagar Laut”

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Juru bicara resmi militer Israel mengunggah sejumlah foto proyek pembangunan penghalang...

Selasa, 07/08/2018 09:01 0

Arab Saudi

Saudi juga Batalkan Seluruh Perjanjian Dagang dan Investasi dengan Kanada

Riyadh menggungkapkan bahwa keberadaan duta besar Kanada di negaranya menjadi orang yang tidak diinginkan. Saudi pun memanggil pulang duta besarnya di Kanada.

Selasa, 07/08/2018 06:40 0

Opini

 Radikalisme Mengancam Mahasiswa ?

Kata “radikalisme” sudah tak asing lagi di telinga para akademisi, khususnya di kalangan mahasiswa. Isu radikalisme digiring menyasar kaum intelektual kampus yang dianggap sebagai sarangnya gerakan radikal.

Senin, 06/08/2018 13:13 0

Video Kajian

Ust. Oemar Mita: Keluarga di Mata Islam

KIBLAT.NET – Ust. Oemar Mita: Keluarga di Mata Islam. Menjaga keturunan adalah satu dari lima...

Senin, 06/08/2018 13:00 0

Arab Saudi

Saudi Tolak Klaim Kanada Terkait Aktivis Perempuan

KIBLAT.NET – Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi menepis sebutan “aktivis masyarakat sipil” yang diklaim...

Senin, 06/08/2018 10:09 0

Arab Saudi

Saudi Usir Duta Besar Kanada, Ini Alasannya!

KIBLAT.NET – Arab Saudi mengeluarkan ultimatum kepada duta besar Kanada agar meninggalkan negara itu dalam 24...

Senin, 06/08/2018 09:32 0

Close