... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Peneliti INSIST: Karya Sastra Tak Lepas dari Ideologi

Foto: Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST) Dr. Syamsuddin Arif

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST) menyebut karya sastra tidak sepi dari ideologi, karena muncul dalam situasi sosial politik tertentu.

Sebuah pertanyaan kritis yang disodorkan peniliti INSIST Dr. Syamsuddin Arif saat menjadi narasumber dalam seminar Bahasa, Sastra, dan Peradaban Islam yang merupakan rangkaian kegiatan The Good One Festival, di Depok. “Apakah karya sastra itu bebas nilai, sepi dari ideologi, hampa ideologi, ataukah tidak?” ujrnya, Sabtu (28/07/2018) lalu.

Ustaz Syam, demikian peneliti INSISTS itu biasa disapa, lebih dulu menjelaskan asal etimologis dan terminologis pengertian sastra, yang berasal dari bahasa Sansekerta. Termasuk padanan katanya dalam bahasa Inggris yakni literature. Karya sastra sendiri disebut memiliki banyak tujuan, bisa untuk mendidik, menghibur, menghimpun, mengajar, mengkritik, merekam, memotivasi, bahkan menyesatkan.

Seraya mengambil definisi sastra paling luas, yakni karya tulis di berbagai media, Ustaz Syam mengajak hadirin untuk kritis terhadap pendefinisian sastra.

“Kita harus kritis kepada definisi bahwa sastra itu katanya tidak mengenal benar atau salah, baik atau buruk. Dan kita harus adil. Maksudnya adil itu mengatakan yang benar sebagai benar, mengatakan yang salah sebagai salah,” tutur Ustaz Syam.

Menurutnya, karya sastra yang menempatkan atau mempersepsikan kebaikan sebagai keburukan, maka itu salah dan harus dikritik. Dengan kata lain, tidak boleh isi karya sastra justru membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. “Tetapi orangnya (yang berkarya) tetap kita perlakukan dengan baik,” lanjutnya.

BACA JUGA  Buntut Kicauan Reuni 212, Gus Yaqut Kecam Dubes Saudi dalam Dua Bahasa

Keniscayaan untuk bersikap kritis dan adil itu, menurut Ustadz Syam, memerlukan pengetahuan. “Tidak mungkin kita mengkritik sesuatu tanpa ilmu,” tegasnya.

Dengan pendekatan the worldview of Islam bahwa ilmu itu tidak bebas nilai, Ustadz Syam menegaskan bahwa karya sastra tidak bisa lepas dari ideologi. “Karya sastra tak muncul di ruang hampa. Ia muncul dalam situasi sosial politik tertentu. Pasti penulisnya punya cara pandang tertentu. Misalnya, dari lingkungan keluarga dan pendidikan,” tuturnya menerangkan.

The Good One Festival itu merupakan kegiaatan yang diselenggarakan oleh CADIK Indonesia. Para peserta yang didominasi generasi milenial tampak memenuhi ruang pertemuan Code Margonda, Mall Detos di Depok.

Selain seminar tersebut, The Good One Festival juga diisi oleh monolog oleh Kun Anggiar Lanang (penulis buku The Art of Muslim Perspective), nonton bareng 3 film pendek dilanjutkan diskusi film, pembacaan syair Syekh Hamzah Fansuri oleh Nila Rahma, serta mimbar syarahan Tasawuf dan Tragedi oleh Ismail Al-‘Alam. Kegiatan yang disponsori BAZNAS ini juga didukung oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI), ITJ (Indonesia Tanpa JIL) Depok, Forum Lingkar Pena (FLP), FSLDK Jadebek, MB (Muda Berdakwah), Roemah Abang, @infokajianjakarta, dan ACI (Aku Cinta Islam).

Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Dua Pejuang Hamas Gugur Akibat Serangan Tank Israel

“Gempuran Israel ini merupakan kejahatan,” tegas pernyataan itu.

Rabu, 08/08/2018 14:51 0

Amerika

AS: Turki Masih Sahabat Akrab dan Koalisi Kami

Kedubes AS juga mengungkapkan bahwa pihaknya dan Turki memiliki hubungan ekonomi penting.

Rabu, 08/08/2018 14:33 0

Malaysia

Malaysia Tutup Pusat Anti-Terorisme Dukungan Saudi

King Salman Center for International Peace (KSCIP) ditutup setelah anggota parlemen lokal mempertanyakan posisi Arab Saudi yang mendanai pusat deradikalisasi.

Rabu, 08/08/2018 12:40 0

Opini

Teguran dari Lombok

Sekalipun gempa berasal dari pergerakan alam, tapi pergerakan itu tentu ada yang mengatur dan menggerakkan. Dialah Sang Pemilik Sejati Alam Semesta, Allah SWT. Dari gempa bumi pasti Allah selipkan pesan hikmah atas kejadian ini.

Rabu, 08/08/2018 11:35 1

Irak

Iraq Tidak Sepakat Sanksi AS ke Iran, Tapi Akan Mematuhinya

Presiden AS Donald Trump bertekad bahwa perusahaan yang melakukan bisnis dengan Teheran akan dilarang dari Amerika Serikat, karena sanksi baru AS terhadap Iran mulai berlaku.

Rabu, 08/08/2018 11:01 0

Foto

Foto-foto Lokasi Terdampak Gempa Lombok

Gempa berkekuatan 7 SR yang menimpa Nusa Tenggara Barat dan ratusan gempa susulan, menyisakan banyak reruntuhan dan derita para korban. Pusat gempa di Lombok Utara menjadi lokasi terparah terdampak gempa.

Selasa, 07/08/2018 13:08 0

Asia

Jutaan Muslim India Terancam Tak Miliki Kewarganegaraan

"Negara bagian Assam adalah konflik etnis murni," katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah New Delhi "tidak mengangkat masalah ini dengan kami."

Selasa, 07/08/2018 11:20 0

Palestina

Hindari Operasi Khusus AL Hamas, Israel Bangun “Pagar Laut”

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Juru bicara resmi militer Israel mengunggah sejumlah foto proyek pembangunan penghalang...

Selasa, 07/08/2018 09:01 0

Arab Saudi

Saudi juga Batalkan Seluruh Perjanjian Dagang dan Investasi dengan Kanada

Riyadh menggungkapkan bahwa keberadaan duta besar Kanada di negaranya menjadi orang yang tidak diinginkan. Saudi pun memanggil pulang duta besarnya di Kanada.

Selasa, 07/08/2018 06:40 0

Opini

 Radikalisme Mengancam Mahasiswa ?

Kata “radikalisme” sudah tak asing lagi di telinga para akademisi, khususnya di kalangan mahasiswa. Isu radikalisme digiring menyasar kaum intelektual kampus yang dianggap sebagai sarangnya gerakan radikal.

Senin, 06/08/2018 13:13 0

Close