... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Iraq Tidak Sepakat Sanksi AS ke Iran, Tapi Akan Mematuhinya

Foto: Presiden Iraq Haidar al-Abadi dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

KIBLAT.NET, Baghdad – Iraq mengaku tidak sepakat dengan sanksi AS terhadap Iran, tetapi akan tetap mematuhinya untuk melindungi kepentingan negara. Demikian dikatakan Perdana Menteri Haider al-Abadi pada Selasa (07/08/2018), seperti dikutip Middle East Monitor.

“Sebagai masalah prinsip, kami menentang sanksi di wilayah ini. Blokade dan sanksi menghancurkan masyarakat dan tidak melemahkan rezim,” katanya pada konferensi pers.

“Kami menganggap hal itu (sanksi terhadap Iran) merupakan kesalahan strategis dan tidak benar tetapi kami akan mematuhinya untuk melindungi kepentingan rakyat kami. Kami tidak akan berinteraksi dengan mereka atau mendukung mereka tetapi kami akan mematuhinya,” tambahnya.

Presiden AS Donald Trump bertekad bahwa perusahaan yang melakukan bisnis dengan Teheran akan dilarang dari Amerika Serikat, karena sanksi baru AS terhadap Iran mulai berlaku.

Amerika Serikat dan Iran, yang semakin berselisih, adalah dua sekutu terbesar Iraq, dan sanksi-sanksi itu menempatkan pemerintahan Abadi dalam posisi yang sulit.

Sanksi menargetkan pembelian Iran atas dolar AS, perdagangan logam, batubara, perangkat lunak industri dan sektor otomotif. Harga minyak global naik pada Selasa di mana sanksi-sanksi terkait dapat memangkas pasokan dunia, meskipun langkah-langkah tersulit yang menargetkan ekspor minyak Iran tidak berlaku selama empat bulan lagi.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

FKAM Buka Posko Gabungan Bantu Korban Gempa Lombok

FKAM Buka Posko Gabungan Bantu Korban Gempa Lombok

Rabu, 08/08/2018 09:35 0

Indonesia

Ingin Bantu Korban Gempa Lombok, Baitulmal FKAM Siap Salurkan Donasi Anda

"Kita juga membuka kesempatan mewujudkan kepedulian bersama menyalurkan bantuan kebutuhan sandang pangan kepada korban Gempa Nusa Tenggara Barat," katanya kepada Kiblat.net di lokasi Posko Gabungan di Dusun Rempek, Lombok Utara, Selasa, (7/8/2018).

Rabu, 08/08/2018 07:10 0

Indonesia

Sanksi Amerika terhadap Iran Mulai Diberlakukan

Sanksi berupa pembekuan transaksi keuangan dan impor bahan baku, seperti logam, batu bara, perangkat lunak terkait industri dan transaksi lainnya, yang menargetkan sektor penerbangan otomotif dan komersial.

Selasa, 07/08/2018 17:09 0

Indonesia

Warga Lombok Diimbau Tak Termakan Berita Hoaks Soal Gempa

informasi hoaks yang beredar cukup meresahkan dan menyebabkan kekhawatiran di kalangan korban.

Selasa, 07/08/2018 16:32 0

Indonesia

Musibah Datang, Para Pemimpin Diimbau untuk Bermuhasabah

UZMA mengungkapkan bahwa para sahabat meyakini bahwa sebuah gempa di sebuah negeri tidak terjadi melainkan ada dosa yang besar yang dikerjakan oleh seseorang atau pemimpin di dalamnya.

Selasa, 07/08/2018 16:30 0

Indonesia

Soal Ucapan ‘Berantem’ Jokowi, Pengamat: Pemimpin Seharusnya Tidak Provokasi

Direktur Indonesia Politic Review (IPR), Ujang Komarudin menilai bahwa seharusnya pemimpin tidak melakukan provokasi.

Selasa, 07/08/2018 16:30 0

Indonesia

Korban Jiwa Gempa NTB Meningkat Jadi 98 Orang

Korban gempa berkekuatan 7.0 SR yang menguncang Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya pada Ahad (05/08/2018), terus meningkat.

Selasa, 07/08/2018 16:08 0

Indonesia

Masjid Roboh saat Gempa Lombok, Jamaah Keluar dengan Merangkak

"Di masjid ini jumlah korban diperkirakan cukup besar. Hal itu dilihat dari sandal-sandal jamaah yang cukup banyak. Sehingga kita tidak bisa memastikan berapa jumlah orang yang di dalam, mudah-mudahan tidak banyak korban yang meninggal," tukasnya kepada wartawan di lokasi Masjid Jabal Nur, Selasa (07/08/2018).

Selasa, 07/08/2018 16:00 0

Indonesia

Ngabalin Sebut ‘Lawan dan Libas’, Dr Abdul Chair: Tak Cerminkan Intelektualitas

Dr Abdul Chair Ramadhan mempertanyakan siapa yang akan mereka libas. Ia menilai, pernyataan tersebut juga sangat naif.

Selasa, 07/08/2018 15:33 0

Indonesia

Komnas HAM: Menyelesaikan Pelanggaran HAM dengan Hukum, Bukan Ide Politik

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menekankan bahwa menyelesaikan kasus pelanggaran HAM dengan mekanisme hukum.

Selasa, 07/08/2018 15:30 0

Close