Warga Lombok Diimbau Tak Termakan Berita Hoaks Soal Gempa

KIBLAT.NET, Lombok- Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) menghimbau warga di daerah yang terdampak gempa tak mudah mempercayai berita terkait gempa susulan. Pasalnya, informasi beredar cukup meresahkan dan menyebabkan kekhawatiran di kalangan korban.

“Masyarakat dan wisatawan di NTB dan Bali dihimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Jangan terpancing pada informasi-informasi yang menyesatkan,” ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB pada Senin malam (07/08/2018) dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya beredar luas informasi di media sosial bahwa akan terjadi gempa susulan berkekuatan 7.5 SR yang diikuti tsunami di Lombok. Sutopo menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks. Selain itu, ia menghimbau agar masyarakat hanya mempercayai informasi dari BPBD, BNPB dan BMKG.

“Hoax tersebut beredar luar di wilayah Lombok sehingga membuat warga dan wisatawan takut. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan. Gempa tidak dapat diprediksi secara pasti, berapa magnitudenya, dimana, dan kapan secara pasti,” tegasnya.

Sejauh ini, data yang dihimpun Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban tewas akibat gempa bertambah menjadi 98 jiwa, 236 luka-luka. Selain itu, kerusakan parah dialami ribuan rumah penduduk sehingga menyebabkan pengungsi di berbagai lokasi. Menurut BNPB, jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah. Mengingat belum semua daerah yang terdampak gempa dapat dijangkau oleh Tim SAR gabungan.

BACA JUGA  Menag Minta MUI Jadi Teladan Soal Kesejukan dan Toleransi

Reporter: Syafei Irman
Editor: Syafei Irman

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat