Sanksi Amerika terhadap Iran Mulai Diberlakukan

KIBLAT.NET, Washington – Sanksi Amerika Serikat kepada Iran mulai diberlakukan hari ini, Selasa (07/08/2018). Sanksi bertujuan memberikan tekanan ekonomi terhadap Teheran setelah Washington secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir tahun 2015.

Sanksi berupa pembekuan transaksi keuangan dan impor bahan baku, seperti logam, batu bara, perangkat lunak terkait industri dan transaksi lainnya, yang menargetkan sektor penerbangan otomotif dan komersial. Langkah itu akan berlanjut pada bulan November dengan langkah-langkah yang mempengaruhi sektor minyak dan gas serta bank sentral Iran.

Sanksi diperkirakan akan berdampak buruk pada ekonomi Iran, yang sedang mengalami tingkat pengangguran dan inflasi yang tinggi. Riyal Iran telah melemah dan kehilangan sekitar dua-pertiga dari nilainya dalam enam bulan.

Riyal Iran telah kehilangan separuh nilainya sejak April di bawah ancaman sanksi baru dari AS. Kondisi ini memicu gelombang protes di Iran atas eksploitasi dan korupsi. Para pemrotes meneriakkan slogan anti-pemerintah.

Para pejabat AS menegaskan bahwa Trump siap bertemu dengan para pemimpin Iran setiap saat dalam upaya untuk mencapai kesepakatan baru.

Pejabat lain mengatakan bahwa Trump akan bertemu dengan pemimpin Iran kapan saja untuk membahas perjanjian komprehensif yang nyata, termasuk terkait nuklir.

Sumber: Arabi21
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat