Musibah Datang, Para Pemimpin Diimbau untuk Bermuhasabah

KIBLAT.NET, Tasikmalaya – Ustadz Zulkifli M Ali (UZMA) mengatakan bencana alam yang terjadi tidak lepas dari kemaksiatan yang dilakukan manusia. Pernyataan ini diikuti dengan mengutip Surat Ar-Ruum ayat 41.

“Bencana yang terjadi di darat dan di laut itu karena dosa yang dibuat oleh manusia agar mereka merasakan sebagian kecil dari akibat dosa mereka. Semoga teguran dari Allah ini membuat mereka taubat dan mereka kembali ke jalan yang benar,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah Masjid Aisiyah, Jl Ir Juanda, Tasikmalaya, pada Senin (06/08/2018).

Sosok yang dikenal sebagai dai akhir zaman itu kemudian menceritakan bencana gempa bumi yang terjadi di Madinah pada zaman pemerintahan Umar Bin Khattab. Maka, lanjut dia, Umar berceramah, “Wahai manusia, apa yang kalian lakukan? Betapa cepatnya maksiat yang kalian lakukan. Jika terjadi gempa bumi lagi, kalian tidak akan menemuiku lagi di Madinah.”

UZMA mengungkapkan bahwa para sahabat meyakini bahwa sebuah gempa di sebuah negeri tidak terjadi melainkan ada dosa yang besar yang dikerjakan oleh seseorang atau pemimpin di dalamnya.

“Kejadian yang di Lombok, mestinya jadikan muhasabah. Kita bantu, kita doakan, kita bela, kita tolong, karena di sana banyak orang shalih taat, tapi musibah datang pada mereka. Kalau pemimpinnya mau kaya Umar Bin Khattab, dia akan pelajari dirinya, akan muhasabah pada dirinya. Apa dosa yang sudah dibuat, kesalahan yang dilakukan,” lanjutnya.

BACA JUGA  IPW Prediksi Ada Mutasi Besar Jelang Pergantian Kapolri

“Para sahabat tidak mau bicara soal alam, karena dalam hukum Allah selalunya ada sabab-musabab. Ada sunnatullah, ada kausalitas. Ini terjadi karena ini. Karenanya Allah sudah jelaskan (musibah) jelas karena kezaliman dan dosa. Dan tidak ada kezaliman yang lebih besar kecuali apabila seorang pemimpin, seorang berilmu sudah menyatakan sesuatu yang tidak disukai bahkan dimurkai oleh Allah,” ungkapnya.

Terkait bencana gempa bumi di Lombok, ia mengimbau kepada para jamaah untuk berdonasi membantu para korban. “Dimulai 50.000, yang lain juga, ayo maju ke depan. Ya Allah taqobbal minna,” tukasnya.

Dalam waktu satu jam, telah terkumpul donasi sebesar Rp 10.200.000 dan 1 Real. Dan pada Selasa pagi jumlahnya bertamban menjadi Rp 10.430.000. Menurut ketua panitia, Dr. Isa Ridwan selaku panitia Mudzakarah Seribu Ulama, donasi nantinya akan dititipkan ke ulama MMI dari Lombok.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat