... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Protes Perbaikan Ekonomi di Iran Meluas Jelang Sanksi AS

Foto: Massa demonstran Iran.

KIBLAT.NET, Karajis – Unjuk rasa menuntut perbaikan ekonomi di Iran meningkat menjelang sanksi AS. Para pengunjuk rasa pada Sabtu (04/08/2018), menyerang sebuah sekolah di provinsi Karajis Iran.

Protes telah terjadi di kota-kota besar Isfahan, Shiraz, Mashhad dan Teheran, karena kekhawatiran atas air, ekonomi dan kemarahan yang lebih luas pada sistem politik.

“Pada jam 9 malam (1630 GMT pada hari Jumat) mereka menyerang sekolah dan mencoba untuk mendobrak pintu dan membakar barang-barang,” kata kantor berita konservatif Fars mengutip pernyataan kepala sekolah Hojatoleslam Hindiani, di kota Ishtehad.

“Mereka sekitar 500 orang dan mereka meneriakkan (perubahan) sistem, tetapi mereka dibubarkan oleh polisi anti huru-hara dan beberapa telah ditangkap,” kata Hindiani.

Fars mengakui protes telah terjadi di lima atau enam kota sejak Selasa lalu. Sekitar 1.000 atau 2.000 orang ikut ambil dalam aksi. Mereka meneriakkan slogan-slogan politik seperti ‘Kematian bagi diktator’.

Ketegangan semakin tinggi menjelang sanksi AS pada hari Selasa. Pemerintahan Presiden Hassan Rouhani menghadapi oposisi dari kaum konservatif dan pemimpin agama, yang telah lama tidak menyukai hubungan dengan Barat.

Mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad, mendukung aksi protes tersebut. Dalam postingan Twitter, Rabu lalu, dia meminta Presiden AS Donald Trump untuk merilis daftar keluarga pejabat pemerintah Iran yang memiliki kartu hijau dan rekening bank di Amerika Serikat.

Semua orang Iran prihatin tentang ekonomi melemah, terutama sejak Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir pada Mei dan mengumumkan akan memberlakukan kembali sanksi penuh dalam dua tahap.

Tahap pertama dikeluarkan pada hari Selasa dengan memblokir transaksi keuangan dan impor bahan baku, serta sanksi pada sektor otomotif Iran dan pembelian pesawat komersial.

Iran mengatakan sanksi itu membahayakan nyawa dengan menghalangi penjualan pesawat baru dan suku cadang untuk armada yang sudah tua. Sisa sanksi – termasuk di sektor minyak dan gas Iran dan bank sentral – akan dilanjutkan pada 5 November.

Perusahaan-perusahaan asing yang lebih kecil telah bersumpah untuk bekerja sesuai langkah-langkah AS. Sementara perusahaan multinasional seperti Perancis Total dan Peugeot, dan Siemens Jerman mengatakan mereka akan menarik keluar dari negara itu.

Belum jelas pengaruh sanksi tersebut terhadap rakyat Iran. Tetapi seorang diplomat Eropa di Teheran yang memantau perkembangan ekonomi mengatakan harga makanan pokok sudah merayap naik.

Dia mengatakan nilai rial telah menurun setengahnya sejak April. Penurunan ini diikuti banyak orang yang mengamankan uang mereka dengan ditukar dolar.

“Ada kerugian besar dalam sistem keuangan dan kemampuan pemerintah untuk mengendalikan hal-hal dan menahan sanksi,” katanya kepada AFP.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Kiki Challenge, Bukti Keterjajahan?

Demam kiki challenge pun mendunia, termasuk Indonesia. Berbagai kalangan sangat antusias membuat video kiki challenge dan mengunggahkan ke media sosial.

Ahad, 05/08/2018 10:50 0

Indonesia

1.000 Ulama Hadiri Mudzakarah Ulama dan Kongres Mujahidin Tasikmalaya

"Para ulama ini sudah ada yang terwakili dari Sabang sampai Merauke. Ada dari NTB yang meskipun masih dilanda musibah alam, menyisihkan waktunya datang dalam Mudzakarah ini. Ada dari ujung timur juga ada," ungkapnya.

Ahad, 05/08/2018 10:10 0

Indonesia

Soal Rekomendasi Capres-Cawapres Pasca Mudzakarah Ulama, Ini Jawaban Panitia

Panitia Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Majelis Mujahidin Kelima, dr Isa Ridwan Sp.OT menegaskan bahwa Mudzakarah di Kota Tasikmalaya pada esok, Ahad (05/08) ini tidak berencana untuk memunculkan rekomendasi nama capres dan cawapres di Pilpres 2019.

Sabtu, 04/08/2018 20:43 0

Indonesia

Ini Tiga Poin Utama Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Mujahidin

Menurut ketua panitia mudzakarah, dr. Isa Ridwan, dalam mudzakarah tersebut, ada tiga poin utama yang akan dibahas.

Sabtu, 04/08/2018 20:26 0

Indonesia

Gelar Rakernas Pertama, LPH-KHT Muhammadiyah Siap Sukseskan Realisasi UU JPH

Kehadiran LPH-KHT Muhammadiyah untuk membantu para pelaku usaha dan sekaligus melindungi konsumen untuk mendapatkan produk halal

Sabtu, 04/08/2018 20:14 0

Tarbiyah Jihadiyah

Peduli Terhadap Kaum Tertindas, Sebab Datangnya Pertolongan Allah

Dapatkanlah ridha dariku melalui orang-orang lemah di antara kalian, karena sesungguhnya kalian hanya mendapatkan rezeki dan pertolongan akibat orang-orang lemah (tertindas) di antara kalian

Sabtu, 04/08/2018 20:06 0

Indonesia

Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya Tak Terkait Ijtima Ulama di Jakarta

Ketua Panitia Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Mujahidin, dr. Isa Ridwan, Sp.OT. menegaskan bahwa Mudzakarah Ulama di Tasikmalaya ini tidak terkait dengan rangkaian kegiatan Multaqo Ulama atau Ijtima Ulama di Jakarta baru-baru ini.

Sabtu, 04/08/2018 19:58 0

Indonesia

Aktivis Dakwah Kampus Bali Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Aktivis Dakwah Kampus di Bali Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Sabtu, 04/08/2018 19:18 0

Indonesia

Rizal Ramli: Di Samping Jokowi Banyak Sekali yang Islamophobia

"Di Samping Jokowi Banyak Sekali yang islamophobia"

Sabtu, 04/08/2018 17:35 0

Indonesia

Terungkap, Ini Hasil Pertemuan Ustaz Abdul Somad dengan GNPF Ulama

Tokoh GNPF Ulama bertemu dengan Ustaz Abdul Somad di sebuah tempat di Palembang pada Jumat (03/08/2018)

Sabtu, 04/08/2018 17:11 1

Close