... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Kiki Challenge, Bukti Keterjajahan?

Foto: Kiki Challenge.

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S P

Setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap perbuatannya. Sebagai muslim sejati tentu tak ingin merugi dengan melakukan perbuatan sia-sia. Karena ia memahami betul, alangkah berharganya setiap detik kehidupan ini. Maka tidaklah ia disibukkan kecuali untuk sesuatu yang menuai pahala dariNya saja.

Mirisnya, generasi masa kini mudah terbawa arus zaman. Mereka mengikuti apa-apa yang sedang viral tanpa memandang apakah perbuatan tersebut membawa kebaikan ataukah justru membawa kemudharatan. Di tahun 2017, anak-anak muda khususnya pelajar, terpapar trend skip challenge yang mendunia. Tantangan ini mengharuskan seseorang atau beberapa orang untuk menekan dada orang yang lainnya sekencang mungkin. Efeknya adalah hilangnya kesadaran, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak. Kemudian tantangan ini mendapat kecaman dari berbagai pihak karena dinilai membahayakan dan dapat menyebabkan kematian. Dan kini sedang viral ‘in my feeling challenge’ atau lebih dikenal dengan nama kiki challenge. Pelakunya mulai dari remaja hingga orang dewasa, termasuk para selebritis.

Sebagaimana dilansir oleh kompas.com, bahwa saat melakukan tantangan ini, seseorang harus keluar dari mobil dan menarikan gerakan tertetu dengan keadaan mobil berjalan lambat dan pintu terbuka sembari diiringi lagu In My Feelings milik Drake. (Kompas.com/31-07-2018)

Demam kiki challenge pun mendunia, termasuk Indonesia. Berbagai kalangan sangat antusias membuat video kiki challenge dan mengunggahkan ke media sosial. Dan akhirnya dalam beberapa pekan saja, terdapat sebanyak 328.034 unggahan diisi dengan tagar #inmyfeelingschallenge di Instagram.

BACA JUGA  Pemuda Islam, Go International!

Namun, tantangan ini lagi-lagi mendapat kecaman. Bagaimana tidak, tantangan ini jelas membahayakan. Sudah ada jatuh korban akibat melakukan tantangan ini. Salah satunya adalah yang dialami oleh seorang wanita di Amerika yang jatuh dari mobilnya dan terseret saat melompat keluar untuk melakukan kiki challenge.

Kepolisian Republik Indonesia pun mengeluarkan larangan untuk melakukan tantangan ini. Kiki chalenge dinilai melanggar Pasal 283 jo Pasal 106 ayat 1 UU No 22 tahun 2009 tentang UU Lalu Lintas Angkutan Jalan. Jelas kiki challenge ini dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas jika dilakukan di jalan raya. Artinya tantangan ini memberikan dampak negatif, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang lain.

Sungguh, fenomena kiki challenge yang mewabah di negeri ini menunjukkan keterjajahan yang masih membelit umat. Mereka tak memiliki prinsip diri, sebaliknya mudah terbawa arus globalisasi.

Padahal seorang muslim tidak layak terjajah tren. Bukankah kita telah memiliki karakateristik yang khas sebagai seorang hamba Allah sejati? Alangkah merugi seorang muslim melakukan apa-apa yang tidak mendatangkan kebaikan atasnya. Karena sejatinya hidup bukan ajang mengejar kesenangan semata, tapi untuk beribadah kepada Sang Pencipta.

Sungguh ironis potret umat Islam hari ini. Tak hanya benaknya yang terjajah liberalisasi, tapi juga negerinya. Ideologi Kapitalisme sekuler menghegemoni. Menjadikan negeri ini tak mandiri. Berbagai kebijakan atas arahan swasta dan asing, termasuk pengelolaan SDA. Akhirnya rakyat negeri ini harus pasrah menahan derita. Kelaparan di lumbung padi. Ironis!

BACA JUGA  Wahai Mahasiswa, Gunakan Rumus Ini Saat Datangnya Ujian

Yang lebih menyedihkan, keterjajahan konsep diri. Mereka dijauhkan dari identitas sejatinya sebagai muslim dan muslimah. Dan parahnya umat tak sadar bahwa dirinya sedang dijajah. Sebaliknya mereka menerimanya dengan suka cita, menganggap itu bagian dari modernitas kekinian yang wajib diikuti. Akhirnya umat Islam kehilangan jati diri. KTP Islam, pemikiran dan perilaku sekuler liberal.

Dengan demikian sudah saatnya kita menyadari akan keterjajahan ini. Berpikir cemerlang, kembali pada fitrah insani, yakni hidup untuk menghamba. Bukan menghamba pada manusia apalagi pada materi, tapi hanya pada Allah saja, Sang Pemilik semesta. Jika itu sudah diinsyafi, niscaya kebangkitan diri dan negeri akan menyertai. Dan kita akan bangga teriak merdeka, tidak seperti hari ini. Ketika teriakan ‘merdeka’ sekadar ilusi yang menafikan realitas.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Perketat Awasi Muslim Uighur, China Tempatkan CCTV Canggih di Pegunungan

Otoritas China menggunakan berbagai alat lain seperti pemindai iris dan Wi-Fi sniffers untuk mengumpulkan data dari Muslim Uighur.

Ahad, 05/08/2018 10:25 0

Indonesia

1.000 Ulama Hadiri Mudzakarah Ulama dan Kongres Mujahidin Tasikmalaya

"Para ulama ini sudah ada yang terwakili dari Sabang sampai Merauke. Ada dari NTB yang meskipun masih dilanda musibah alam, menyisihkan waktunya datang dalam Mudzakarah ini. Ada dari ujung timur juga ada," ungkapnya.

Ahad, 05/08/2018 10:10 0

Afghanistan

Taliban: ISIS di Jawzjan Sudah Habis

Akibatnya, lebih dari 150 anggota ISIS termasuk sejumlah komandan mereka dilaporkan menyerahkan diri ke pemerintah Afghan. 

Ahad, 05/08/2018 09:30 0

Indonesia

Soal Rekomendasi Capres-Cawapres Pasca Mudzakarah Ulama, Ini Jawaban Panitia

Panitia Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Majelis Mujahidin Kelima, dr Isa Ridwan Sp.OT menegaskan bahwa Mudzakarah di Kota Tasikmalaya pada esok, Ahad (05/08) ini tidak berencana untuk memunculkan rekomendasi nama capres dan cawapres di Pilpres 2019.

Sabtu, 04/08/2018 20:43 0

Indonesia

Ini Tiga Poin Utama Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Mujahidin

Menurut ketua panitia mudzakarah, dr. Isa Ridwan, dalam mudzakarah tersebut, ada tiga poin utama yang akan dibahas.

Sabtu, 04/08/2018 20:26 0

Indonesia

Gelar Rakernas Pertama, LPH-KHT Muhammadiyah Siap Sukseskan Realisasi UU JPH

Kehadiran LPH-KHT Muhammadiyah untuk membantu para pelaku usaha dan sekaligus melindungi konsumen untuk mendapatkan produk halal

Sabtu, 04/08/2018 20:14 0

Tarbiyah Jihadiyah

Peduli Terhadap Kaum Tertindas, Sebab Datangnya Pertolongan Allah

Dapatkanlah ridha dariku melalui orang-orang lemah di antara kalian, karena sesungguhnya kalian hanya mendapatkan rezeki dan pertolongan akibat orang-orang lemah (tertindas) di antara kalian

Sabtu, 04/08/2018 20:06 0

Indonesia

Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya Tak Terkait Ijtima Ulama di Jakarta

Ketua Panitia Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Mujahidin, dr. Isa Ridwan, Sp.OT. menegaskan bahwa Mudzakarah Ulama di Tasikmalaya ini tidak terkait dengan rangkaian kegiatan Multaqo Ulama atau Ijtima Ulama di Jakarta baru-baru ini.

Sabtu, 04/08/2018 19:58 0

Indonesia

Aktivis Dakwah Kampus Bali Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Aktivis Dakwah Kampus di Bali Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Sabtu, 04/08/2018 19:18 0

Indonesia

Rizal Ramli: Di Samping Jokowi Banyak Sekali yang Islamophobia

"Di Samping Jokowi Banyak Sekali yang islamophobia"

Sabtu, 04/08/2018 17:35 0

Close