... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gelar Rakernas Pertama, LPH-KHT Muhammadiyah Siap Sukseskan Realisasi UU JPH

Foto: Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thoyyiban Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPH-KHT Muhammadiyah) di Malang

KIBLAT.NET, Malang – Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thoyyiban Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPH-KHT Muhammadiyah) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama di Malang, Jawa Timur. Isu utama rakernas adalah menyiapkan LPH yang membantu UMKM dan industri mendapatkan sertifikat halal dengan relatif mudah dan biaya yang terjangkau menjadi isu

Direktur Utama LPH-KHT PP Muhammadiyah Nadratuzzaman Hosen mengungkapkan kegiatan rakernas akan berlangsung selama dua hari, pada Sabtu dan Ahad (04-05/08/2018) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rakernas ini dihadiri oleh para Pengurus LPH KHT Muhammadiyah serta perwakilan beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), dan telah dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Anwar Abbas.

“Isu utama yang akan dibahas adalah bagaimana menyiapkan sebuah LPH yang siap membantu UMKM dan Industri mendapatkan sertifikat halal dengan relatif mudah dan biaya yang terjangkau,” kata Nadratuzzaman Hosen dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (04/08/2018).

Karenanya, terlebih dahulu LPH harus disiapkan menjadi kompatibel terhadap UU JPH dan turunannya. Selain itu juga menyiapkan akreditasi LPH sesuai standar yang dibuat oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Hosen menambahkan Muhammadiyah sebagai ormas Islam secara prinsip sangat siap membantu pemerintah dan sekaligus membantu rakyat untuk merealisasikan UU JPH. Dalam amanatnya, undang-undang itu sudah harus berlaku pada bulan Oktober 2019.

“Dimana di tingkat pusat sudah disiapkan kepengurusan LPH-KHT Muhammadyah dan nanti akan melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sebagai penyedia tenaga auditor dan laboratorium halal,” terang Hosen.

BACA JUGA  MS Kaban Bandingkan Sikap Pemerintah ke Baiq Nuril dan Habib Rizieq

Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang tersebar hampir merata di seluruh Indonesia akan menjadi keunggulan Muhammadiyah dalam melayani sertifikasi halal. Menurut Hosen, Muhammadiyah akan lebih mudah menyiapkan tenaga auditor dan laboratorium halal melalui PTM-PTM tersebut.

“Sehingga dengan begitu sangat memungkinkan bagi Muhammadiyah menyiapkan layanan sertifikasi halal yang murah dan mudah dijangkau,” imbuhnya.

“Harapannya tentu para pelaku usaha terutama UMKM bisa bersaing dengan Industri besar dalam menyiapkan produk bersertifikasi halal,” tegas Hosen.

Bagi Muhammadiyah, jaminan produk halal sebagaimana judul dari UU, harusnya memiliki makna tidak hanya pada skema sertifikasi, tetapi juga penguatan dan perbaikan pada pengawasan yang sudah ada sebelum UU JPH disahkan. Di samping itu sangat perlu mengadvokasi dan memberdayakan usaha kecil mengengah supaya bisa bersaing mengisi kebutuhan produk halal yang dibutuhkan konsumen.

“Jadi kehadiran LPH-KHT Muhammadiyah ini pada prinsipnya untuk membantu para pelaku usaha dan sekaligus melindungi konsumen untuk bisa mendapatkan produk-produk yang terjamin kehalalannya,” pungkas Hosen.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Peduli Terhadap Kaum Tertindas, Sebab Datangnya Pertolongan Allah

Dapatkanlah ridha dariku melalui orang-orang lemah di antara kalian, karena sesungguhnya kalian hanya mendapatkan rezeki dan pertolongan akibat orang-orang lemah (tertindas) di antara kalian

Sabtu, 04/08/2018 20:06 0

Turki

AS dan Turki Sepakat Urai Ketegangan

"Kami pikir ini telah dipahami," imbuhnya.

Sabtu, 04/08/2018 08:04 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Meninggikan Syiar-syiar Allah

KIBLAT.NET – Khutbah Jumat: Meninggikan Syiar-syiar Allah. Allah memuliakan manusia dengan Islam. Agama dari langit...

Jum'at, 03/08/2018 17:37 0

Opini

Islam Moderat: Sekularisme Berbaju Islam

Oleh: Yulida Hasanah (Aktif mengisi Majlis Taklim Khoirun Nisa’, Jember) KIBLAT.NET – Beberapa waktu lalu,...

Jum'at, 03/08/2018 17:25 1

Suara Pembaca

Benarkah Indonesia Sudah Merdeka?

Oleh: Ulfiatul Khomariah, (Koordinator Komunitas Penulis Qiroah, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik) KIBLAT.NET – Tujuh...

Jum'at, 03/08/2018 17:02 0

Analisis

Ijtima Ulama dan Peran Politik Umat

Ijtima Ulama tersebut tentu bukan yang sempurna dan memuaskan semua pihak. Namun banyak hal yang patut disyukuri.

Jum'at, 03/08/2018 16:44 0

Rusia

Di Bawah Kekuasaan Rusia, Penindasan terhadap Muslim Tatar Krimea Meningkat

Sumber Daya Tatar Krimea selama paruh pertama tahun 2018, pihak berwenang Rusia melakukan 66 penggerebekan ilegal di rumah-rumah, 89 interogasi dan 98 penangkapan di Krimea yang diduduki.

Jum'at, 03/08/2018 16:40 0

Eropa

10 Negara Eropa yang Melarang Busana Muslimah

Sejak April 2011, Perancis telah melarang pakain muslimah yang menutupi wajah, termasuk burqa dan niqab. Wanita yang ditemukan melanggar larangan didenda 150 euro (Rp 2,5 juta).

Jum'at, 03/08/2018 15:05 0

Asia

Dipicu Lakalantas Mematikan, Puluhan Ribu Siswa Bangladesh Turun ke Jalan

"Kami belum pernah melihat jumlah siswa yang belum pernah terjadi sebelumnya (di jalanan)," kata Tanvir Chowdhury dari Al Jazeera, melaporkan dari Dhaka.

Jum'at, 03/08/2018 11:37 0

Video Kajian

Hati-hati! Poligami, Tapi Salah Motivasi

Hati-hati! Poligami, Tapi Salah Motivasi. Saudara ingin menikah lagi? Menikahi janda atau perawan? Alasanmu ingin menegakkan sunnah, menolong janda?

Jum'at, 03/08/2018 10:55 0

Close