... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Warga Iran Turun ke Jalan Protes Tingginya Biaya Hidup

Foto: Demo di Iran/ilustrasi (BBC)

KIBLAT.NET, Teheran – Media Iran melaporkan bahwa beberapa kota di Iran menyaksikan protes dan demonstrasi pada Kamis (02/08) menentang kenaikan harga dan kondisi ekonomi yang merosot menyusul terjunnya nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar. Pemerintah mengatakan akan menangani kenaikan harga itu pekan depan.

Demontrasi tersebut terjadi di kota Shiraz, Isfahan, Mashhad, Karaj dan Teheran. Dalam sejumlah kesempatan, massa meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah dan kebijakan dalam dan luar negeri.

Beberapa sumber mengatakan bahwa pihak berwenang provinsi berhasil membubarkan beberapa dari mereka sementara bentrokan antara demonstran yang marah dan polisi anti huru hara terjadi di Shiraz.

Polisi turun menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa, yang beberapa meneriakkan slogan anti-rezim, sementara yang lain membakar ban.

Demonstrasi itu juga dihadiri oleh penjaga toko dan sopir truk tanker minyak, yang mengakibatkan terputusnya pasokan bahan bakar di beberapa daerah.

Informasi yang belum dikonfirmasi telah beredar tentang beberapa penangkapan. Pada bagiannya, kantor berita resmi Iran melaporkan bahwa pasukan keamanan dikerahkan ke alun-alun utama ibukota Teheran dan beberapa kota besar lainnya untuk mengantisipasi protes lebih lanjut.

Direktur Al Jazeera Biro Teheran, Abdul Qader Fayez, mengatakan para pengunjuk rasa itu turun ke jalan menentang tingginya biaya hidup dan penurunan nilai tukar mata uang lokal, yang menyebabkan peningkatan biaya impor.Ia menambahkan bahwa bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa tercatat di Shiraz.

BACA JUGA  Khamenei Tegaskan Dukungan untuk Pemberontak Syiah Hutsi Yaman

Dia mengungkapkan bahwa Kementerian Dalam Negeri membolehkan warga keluar mengikut aksi demonstrasi namun dengan syarat mendapat izin dan aksi tidak digelar di pusat-pusat ekonomi. Sementara pemerintah mengatakan akan mengatasi kenaikan itu pekan depan.

Sejumlah media resmi, Rabu lalu, menyebutkan bahwa anggota parlemen Iran telah memberin waktu sebulan kepada Presiden Hassan Rowhani untuk memberi laporan di depan parlemen dan menjawab pertanyaan tentang penanganan pemerintahnya terhadap masalah ekonomi negara. Ini merupakan pertama kalinya parlemen memanggil Rowhani.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Daftar Tokoh Islam yang Dihadang di Bandara

Fenomena penghadangan tokoh dan ulama Indonesia di bandara sudah berulang kali terjadi.

Kamis, 02/08/2018 19:45 0

Indonesia

Gempa Landa Lombok, FKAM Terjunkan Relawan dan Buka Help Center

Gempa Landa Lombok, FKAM Terjunkan Relawan dan Buka Help Center

Kamis, 02/08/2018 19:23 0

Indonesia

Bekas Pengacara Ahok Jadi Plt Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta

Partai Persatuan Pembangunan atau PPP kubu Djan Faridz mengumumkan soal pengunduran diri Djan Faridz sebagai ketua umum.

Kamis, 02/08/2018 19:13 0

Indonesia

Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi Hingga 2019

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Suminto menyatakan Pemerintah akan tetap menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi harga.

Kamis, 02/08/2018 12:53 0

Indonesia

Kasus Arya Wedakarna Berlanjut, Polisi Minta Kesaksian Anggota DPD

Kasus persekusi Ustadz Abdul Somad yang menyeret anggota DPD Dapil Bali, Arya Wedakarna masih bergulir

Kamis, 02/08/2018 11:59 0

Editorial

Menghadang Kekuatan Hitam

Umat Islam dan siapapun yang seide dengan GNPF Ulama tidak tinggal sendirian di negeri ini. Ada roh-roh jahat yang sudah kadung bercokol lama mendominasi kehidupan negeri ini.

Kamis, 02/08/2018 10:24 0

Indonesia

Kapitra Keberatan Ustadz Abdul Somad Bersanding dengan Prabowo

KIBLAT.NET, Jakarta- Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera tak setuju dengan rekomendasi Ijtima’ Ulama...

Rabu, 01/08/2018 19:15 0

Indonesia

Ini Alasan Kapitra Lebih Pilih PDI-P Ketimbang Partai Islam

Kapitra Ampera mengungkapkan alasannya lebih memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Rabu, 01/08/2018 18:48 0

Indonesia

Gabung PDI-P, Kapitra Ampera: Saya Babak Belur

Kapitra mengungkapkan bahwa pendukung PDI-P tak sepenuhnya menyukainya dirinya.

Rabu, 01/08/2018 17:41 0

Indonesia

‘Polisi Pasti Tahu Pengadangan Neno Warisman Langgar Hukum, Tapi Kok Membiarkan’

"Sebenarnya pelanggaran hukum di mana-mana harus ditindak, saya yakin polisi tahu ini pelanggaran hukum itu, tapi kok membiarkan"

Rabu, 01/08/2018 14:34 0

Close