... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

TNI Dilibatkan Tangani Terorisme, KontraS: Densus Saja Sudah Bikin Pusing

Foto: TNI dan Polri (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Undang-undang Nomor 15 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja ditetapkan mengatur pelibatan TNI dalam penanganan terorisme. Menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) hal itu akan memperburuk pelanggaran penanganan terorisme yang selama dilakukan Densus 88 Polri.

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Feri Kusuma tidak setuju jika TNI dilibatkan dalam penanganan terorisme. Ia menegaskan bahwa TNI punya sejarah kelam pada masa lalu.

“Kita punya sejarah masa lalu yang sangat kecam dilakukan oleh TNI. Sampai hari ini tidak pernah tuntas pelanggaran HAM masa lalu yang dilakukan oleh TNI,” kata Feri dalam konferensi pers ‘Menyikapi Perpres Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme’ di Jakarta, Jumat (03/08/2018).

Dia menekankan jika pemerintah memaksakan pelibatan TNI, maka akan timbul masalah baru yang lebih parah dari sebelumnya. Sebab, selama ini Densus 88 sudah membuat banyak pelanggaran dalam penanganan terorisme.

“Selama ini saja kita sudah dibuat pusing dengan penyiksaan dilakukan Densus. Saya investigasi banyak yang baru terduga dan ditembak mati,” ucapnya.

Feri lantas menyontohkan dua kasus pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 saat melakukan penindakan terhadap terduga teroris. Dia menyoti penyergapan yang dilakukan korps berlambang Burung Hantu di Tulungagung dan Ciputat, Tangerang.

“Di Tulungagung, dua terduga teroris mati. Menurut saksi, tidak ada senjata dan perlawanan,” tuturnya.

BACA JUGA  Fahri Hamzah Optimis Ekonomi Domestik Penyelamat di Tengah Ancaman Resesi

Di Ciputat, informasi yang disampaikan pihak kepolisian terjadi kontak senjata selama 8 jam. Feri menyatakan sejak awal curiga dengan kabar itu, karena menurutnya senjata Polri tidak mampu berperang lebih dari 4 sampai 5 jam.

“Ternyata tidak seperti yang disampaikan kepolisian bahwa ada baku tembak. Tapi rumah langsung disergap dan diserang,” ungkapnya.

Menurut Feri, jika TNI dilibatkan dalam penanganan terorisme dan kemudian melakukan pelanggaran HAM, maka rakyat akan susah mencari keadilan. Dia beralasan saat ini saja para korban pelanggaran Densus 88 sudah kesulitan menuntut keadilan, lebih-lebih nanti ketika TNI terlibat.

“Bayangkan nanti kalau TNI terlibat. Bagaimana kita meminta pertanggungjawaban yang masih terduga teroris tapi ditembak mati,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: Meninggikan Syiar-syiar Allah

KIBLAT.NET – Khutbah Jumat: Meninggikan Syiar-syiar Allah. Allah memuliakan manusia dengan Islam. Agama dari langit...

Jum'at, 03/08/2018 17:37 0

Opini

Islam Moderat: Sekularisme Berbaju Islam

Oleh: Yulida Hasanah (Aktif mengisi Majlis Taklim Khoirun Nisa’, Jember) KIBLAT.NET – Beberapa waktu lalu,...

Jum'at, 03/08/2018 17:25 2

Suara Pembaca

Benarkah Indonesia Sudah Merdeka?

Oleh: Ulfiatul Khomariah, (Koordinator Komunitas Penulis Qiroah, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik) KIBLAT.NET – Tujuh...

Jum'at, 03/08/2018 17:02 0

Analisis

Ijtima Ulama dan Peran Politik Umat

Ijtima Ulama tersebut tentu bukan yang sempurna dan memuaskan semua pihak. Namun banyak hal yang patut disyukuri.

Jum'at, 03/08/2018 16:44 0

Rusia

Di Bawah Kekuasaan Rusia, Penindasan terhadap Muslim Tatar Krimea Meningkat

Sumber Daya Tatar Krimea selama paruh pertama tahun 2018, pihak berwenang Rusia melakukan 66 penggerebekan ilegal di rumah-rumah, 89 interogasi dan 98 penangkapan di Krimea yang diduduki.

Jum'at, 03/08/2018 16:40 0

Eropa

10 Negara Eropa yang Melarang Busana Muslimah

Sejak April 2011, Perancis telah melarang pakain muslimah yang menutupi wajah, termasuk burqa dan niqab. Wanita yang ditemukan melanggar larangan didenda 150 euro (Rp 2,5 juta).

Jum'at, 03/08/2018 15:05 0

Asia

Dipicu Lakalantas Mematikan, Puluhan Ribu Siswa Bangladesh Turun ke Jalan

"Kami belum pernah melihat jumlah siswa yang belum pernah terjadi sebelumnya (di jalanan)," kata Tanvir Chowdhury dari Al Jazeera, melaporkan dari Dhaka.

Jum'at, 03/08/2018 11:37 0

Video Kajian

Hati-hati! Poligami, Tapi Salah Motivasi

Hati-hati! Poligami, Tapi Salah Motivasi. Saudara ingin menikah lagi? Menikahi janda atau perawan? Alasanmu ingin menegakkan sunnah, menolong janda?

Jum'at, 03/08/2018 10:55 0

Suriah

Rombongan Pertama Jamaah Haji Suriah Bertolak ke Tanah Suci

Mereka berangkat melalui perlintasan Bab Al-Hawa menuju Turki, kemudian melanjutkan perjalanan ke Saudi

Jum'at, 03/08/2018 10:48 0

Palestina

Menhan Israel Lega Rezim Assad Kuasai Perbatasan Golan

"Dari sudut pandang kami, situasi kembali ke seperti sebelum perang saudara, yang berarti bahwa ada pihak yang dapat ajak bicara dan orang yang bertanggung jawab serta kekuasaan terpusat,” kata Lieberman.

Jum'at, 03/08/2018 10:10 1

Close