... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dipicu Lakalantas Mematikan, Puluhan Ribu Siswa Bangladesh Turun ke Jalan

Foto: Aksi protes siswa Bangladesh menuntut perbaikan transportasi.

KIBLAT.NET, Dhaka – Puluhan ribu siswa di Bangladesh berkumpul selama lima hari berturut-turut setelah dua remaja tewas ditabrak bus yang melaju kencang.

Para demonstran, yang sebagian besar mahasiswa, berteriak “kami menginginkan keadilan”. Mereka berkumpul di ibukota, Dhaka, Kamis (02/08/2018) dan membuat lalu lintas macet.

Sebelumnya, bus yang melaju ugal-ugalan menghantam tubuh dua remaja Diya Khanam Mim dan Abdul Karim Rajib di pinggir jalan pada hari Ahad.

Menurut laporan setempat, protes-protes itu tampak spontan dan tidak teratur. Para siswa tidak tampak memiliki juru bicara atau komandan aksi.

“Kami belum pernah melihat jumlah siswa yang belum pernah terjadi sebelumnya (di jalanan),” kata Tanvir Chowdhury dari Al Jazeera, melaporkan dari Dhaka.

Chowdury menambahkan bahwa para demonstran mendapat dukungan orang tua mereka.

“Para siswa menyerukan reformasi besar. Secara keseluruhan, ada kekecewaan umum di kalangan masyarakat karena tidak ada ruang untuk demonstrasi atau kebebasan berekspresi,” katanya.

“Siswa tampaknya tidak akan pergi dari jalan dalam waktu dekat, kecuali jika tuntutan mereka dipenuhi,” tambahnya.

Perdana Menteri Sheikh Hasina dilaporkan berkunjung ke orang tua dari dua remaja yang tewas. Dia berjanji akan memberikan dukungan kepada keluarga.

“Saya tidak memiliki bahasa untuk menghibur Anda karena saya dapat merasakan rasa sakit karena kehilangan orang yang dekat dan baik. Pada suatu malam saya kehilangan semua anggota keluarga saya,” katanya mengutipnya saat berbicara dengan anggota keluarga.

BACA JUGA  Kritisi Program Pemulangan Rohingya, PBB: Kondisi Rakhine Belum Aman

Sektor Transportasi yang Korup

Sektor transportasi Bangladesh secara luas dianggap korup, tidak diatur dan tidak aman. Sementara itu, komentar oleh Shajahan Khan, seorang menteri pemerintah kepada serikat transportasi, memicu kemarahan baru.

“Kecelakaan jalan telah merenggut 33 nyawa di Maharashtra India, tetapi apakah mereka meributkannya seperti yang kita lakukan?” katanya.

Setelah pernyataan ini, masyarakat menuntut pengunduran dirinya hingga akhirnya dia menawarkan permintaan maaf.

Kementerian pendidikan menutup sekolah-sekolah menengah untuk memadamkan kerusuhan. Mereka berjanji akan memenuhi tuntutan para siswa untuk merreformasi keselamatan jalan.

“Mereka seharusnya menyikapi tuntutan kami dengan serius, tetapi mereka tidak,” kata Imran Ahmed, seorang mahasiswa ikut protes.

Pihak berwenang mengatakan lebih dari 300 kendaraan telah dirusak sejak protes dimulai.

“Kami tidak ingin ada kendaraan tanpa lisensi di jalan. Mereka yang tidak layak mengemudi tidak boleh mendapatkan lisensi, dan kami tidak ingin pengemudi mobil di bawah umur mengendarai kendaraan umum,” kata pengunjuk rasa Mohammad Sifat kepada kantor berita AFP.

Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan pada hari Rabu berjanji bahwa pemerintah akan meluncurkan kampanye keselamatan transportasi umum dan mendesak para demonstran untuk pulang.

“Orang-orang menderita dan kami tidak menginginkan ini,” katanya.

Menurut Komite Nasional Perlindungan Jasa Pengiriman, Jalan dan Kereta Api, lebih dari 4.200 pejalan kaki tewas dalam kecelakaan lalu lintas tahun lalu. Angka ini meningkat 25 persen dari tahun 2016.

BACA JUGA  Hendak Dipulangkan, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Menghilang

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pendiri PKS Yusuf Supendi Meninggal Dunia

Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi Caleg PDI-P, Yusuf Supendi meninggal dunia.

Jum'at, 03/08/2018 11:08 0

Video Kajian

Hati-hati! Poligami, Tapi Salah Motivasi

Hati-hati! Poligami, Tapi Salah Motivasi. Saudara ingin menikah lagi? Menikahi janda atau perawan? Alasanmu ingin menegakkan sunnah, menolong janda?

Jum'at, 03/08/2018 10:55 0

Video News

Haikal Hassan: 2019 Ganti Presiden! Ini Kriteria Menurutnya

KIBLAT.NET – Haikal Hassan: 2019 Ganti Presiden! Ini Kriteria Menurutnya. Haikal Hasan, Wasekjen MIUMI, antusias...

Jum'at, 03/08/2018 09:37 0

Indonesia

Daftar Tokoh Islam yang Dihadang di Bandara

Fenomena penghadangan tokoh dan ulama Indonesia di bandara sudah berulang kali terjadi.

Kamis, 02/08/2018 19:45 0

Indonesia

Gempa Landa Lombok, FKAM Terjunkan Relawan dan Buka Help Center

Gempa Landa Lombok, FKAM Terjunkan Relawan dan Buka Help Center

Kamis, 02/08/2018 19:23 0

Indonesia

Bekas Pengacara Ahok Jadi Plt Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta

Partai Persatuan Pembangunan atau PPP kubu Djan Faridz mengumumkan soal pengunduran diri Djan Faridz sebagai ketua umum.

Kamis, 02/08/2018 19:13 0

Indonesia

Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi Hingga 2019

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Suminto menyatakan Pemerintah akan tetap menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi harga.

Kamis, 02/08/2018 12:53 0

Indonesia

Kasus Arya Wedakarna Berlanjut, Polisi Minta Kesaksian Anggota DPD

Kasus persekusi Ustadz Abdul Somad yang menyeret anggota DPD Dapil Bali, Arya Wedakarna masih bergulir

Kamis, 02/08/2018 11:59 0

Editorial

Menghadang Kekuatan Hitam

Umat Islam dan siapapun yang seide dengan GNPF Ulama tidak tinggal sendirian di negeri ini. Ada roh-roh jahat yang sudah kadung bercokol lama mendominasi kehidupan negeri ini.

Kamis, 02/08/2018 10:24 0

Indonesia

Kapitra Keberatan Ustadz Abdul Somad Bersanding dengan Prabowo

KIBLAT.NET, Jakarta- Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera tak setuju dengan rekomendasi Ijtima’ Ulama...

Rabu, 01/08/2018 19:15 0

Close