... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di Bawah Kekuasaan Rusia, Penindasan terhadap Muslim Tatar Krimea Meningkat

Foto: Muslim Tatar Krimea.

KIBLAT.NET, Krimea – Di bawah kendali Rusia, kasus kekerasan dengan motif agama terhadap etnis Tatar Krimea dilaporkan meningkat. Tatar adalah orang pribumi Sunni-Muslim dengan bahasa Turki dari Krimea. Mereka pernah menguasai semenanjung, tetapi jumlahnya saat ini hanya mencapai sekitar 13% dari populasi Krimea.

Tindak kekerasan terhadap mereka tak banyak diketahui oleh masyarakat dunia. Pihak yang kerap menyoroti adalah Turki, sementara dunia Muslim telah benar-benar diam.

Tatar memiliki perjalanan yang sulit sepanjang sejarah. Krimea Khanate, sebuah negara di bawah Kekhalifahan Turki Utsmani bertahan selama 300 tahun sampai Catherine Agung Rusia mengambil alih semenanjung Krimea pada tahun 1783. Sejak itulah Rusia menorehkan catatan mengerikan dalam memperlakukan Tatar.

Pada 1920-an Vladimir Lenin dilaporkan menulis rencana untuk Tatar Krimea: “Kami akan mengambil mereka, membaginya, menundukkan mereka, mencernanya.” Tak mau kalah, Joseph Stalin hampir memusnahkan Tatar setelah menyebut mereka sebagai musuh negara karena beberapa memihak Jerman Nazi selama Perang Dunia II.

Pada tahun 1944, hampir 180.000 Tatar Krimea secara paksa dipindahkan oleh Stalin dan dikirim ke timur. Banyak yang akhirnya tinggal di Uzbekistan, tetapi ribuan juga tersebar di sekitar Siberia. Selama penghilangan paksa ini, puluhan ribu Tatar tewas.

Di bawah reformasi perestroika pada tahun 1980-an, etnis Tatar diizinkan kembali ke Krimea. Pada tahun 1991 Krimea menjadi bagian dari Ukraina yang merdeka. Sementara kehidupan Tatar di Ukraina tidak selalu sempurna, jauh lebih baik daripada apa pun yang pernah mereka alami di bawah kekuasaan Soviet.

Menurut Kementerian Luar Negeri Ukraina, sejak aneksasi Rusia Krimea pada 2014 lebih dari 20.000 Tatar Krimea telah melarikan diri dari semenanjung Krimea dan menetap di tempat lain di Ukraina. Tatar yang tinggal di Krimea tunduk pada penindasan dan diskriminasi.

Seperti yang dinyatakan oleh Departemen Kebebasan Beragama Internasional AS 2017. “Menurut hak asasi manusia dan organisasi internasional, otoritas pendudukan terus menindas Tatar Krimea Muslim dengan penculikan, penjara, dan detensi.”

Kepemimpinan teratas Tatar Krimea berada di pengasingan di daratan Ukraina karena mereka dilarang memasuki Krimea. Rusia bahkan menutup Majelis Krimea karena dianggap terhubung dengan ekstrimisme. Di masa lalu pemimpin senior komunitas Tatar telah dipenjara. Dinas keamanan Rusia secara rutin menyerang rumah dan kantor Tatar Krimea yang menonjol dengan alasan yang meragukan.

Empat tahun setelah aneksasi Rusia, tidak mengurangi penindasan terhadap Tatar. Menurut laporan oleh Pusat Sumber Daya Tatar Krimea selama paruh pertama tahun 2018, pihak berwenang Rusia melakukan 66 penggerebekan ilegal di rumah-rumah, 89 interogasi dan 98 penangkapan di Krimea yang diduduki.

Moskow telah melarang upacara tahunan yang menandai deportasi massal Stalin terhadap Tatar Krimea pada tahun 1944. Rusia juga telah melarang budaya Tarian Krimea dan buku-buku agama.

Beberapa di Moskow bahkan telah menyerukan “de-Turkification” dari Krimea dengan mengubah nama semenanjung dan kota-kota besar kembali ke nama-nama yang digunakan oleh orang Yunani kuno. Misalnya, Krimea akan menjadi Taurida dan Sevastopol akan menjadi Sevastoupoli.

Karena alasan historis dan budaya, Turki berdiri untuk Tatar. Selain Turki, dunia Muslim benar-benar diam dalam situasi Tatar. Ini sangat disayangkan dan para pemimpin negara-negara mayoritas Muslim seharusnya menyampaikan masalah ini ke Moskow pada setiap kesempatan.

Sumber: TRT World
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pendiri PKS Yusuf Supendi Meninggal Dunia

Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi Caleg PDI-P, Yusuf Supendi meninggal dunia.

Jum'at, 03/08/2018 11:08 0

Video Kajian

Hati-hati! Poligami, Tapi Salah Motivasi

Hati-hati! Poligami, Tapi Salah Motivasi. Saudara ingin menikah lagi? Menikahi janda atau perawan? Alasanmu ingin menegakkan sunnah, menolong janda?

Jum'at, 03/08/2018 10:55 0

Video News

Haikal Hassan: 2019 Ganti Presiden! Ini Kriteria Menurutnya

KIBLAT.NET – Haikal Hassan: 2019 Ganti Presiden! Ini Kriteria Menurutnya. Haikal Hasan, Wasekjen MIUMI, antusias...

Jum'at, 03/08/2018 09:37 0

Indonesia

Daftar Tokoh Islam yang Dihadang di Bandara

Fenomena penghadangan tokoh dan ulama Indonesia di bandara sudah berulang kali terjadi.

Kamis, 02/08/2018 19:45 0

Indonesia

Gempa Landa Lombok, FKAM Terjunkan Relawan dan Buka Help Center

Gempa Landa Lombok, FKAM Terjunkan Relawan dan Buka Help Center

Kamis, 02/08/2018 19:23 0

Indonesia

Bekas Pengacara Ahok Jadi Plt Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta

Partai Persatuan Pembangunan atau PPP kubu Djan Faridz mengumumkan soal pengunduran diri Djan Faridz sebagai ketua umum.

Kamis, 02/08/2018 19:13 0

Indonesia

Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi Hingga 2019

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Suminto menyatakan Pemerintah akan tetap menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi harga.

Kamis, 02/08/2018 12:53 0

Indonesia

Kasus Arya Wedakarna Berlanjut, Polisi Minta Kesaksian Anggota DPD

Kasus persekusi Ustadz Abdul Somad yang menyeret anggota DPD Dapil Bali, Arya Wedakarna masih bergulir

Kamis, 02/08/2018 11:59 0

Editorial

Menghadang Kekuatan Hitam

Umat Islam dan siapapun yang seide dengan GNPF Ulama tidak tinggal sendirian di negeri ini. Ada roh-roh jahat yang sudah kadung bercokol lama mendominasi kehidupan negeri ini.

Kamis, 02/08/2018 10:24 0

Indonesia

Kapitra Keberatan Ustadz Abdul Somad Bersanding dengan Prabowo

KIBLAT.NET, Jakarta- Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera tak setuju dengan rekomendasi Ijtima’ Ulama...

Rabu, 01/08/2018 19:15 0

Close