... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menghadang Kekuatan Hitam

Foto: Prabowo dan Jokowi.

KIBLAT.NET – Bola Capres dan Cawapres yang digulirkan Ijtima Tokoh GNPF Ulama pekan lalu terus bergulir. Meski secara spontan Ustadz Abdul Somad menolak halus pencalonan dirinya, dorongan publik terus menguat. Sementara itu, Habib Salim Segaf Al-Jufri pun tidak mau menyalip dalam tikungan. Ia menyatakan siap bila akhirnya UAS yang dipilih mendampingi Prabowo.

Rekomendasi Ijtima GNPF Ulama itu memberi warna baru bagi kehidupan politik di negeri ini, yang sekian lama dipenuhi adegan culas dan nafsu untuk berebut kekuasaan. Tiba-tiba ada adegan santun tokoh agama saling menyilakan tokoh lain untuk menyalip dirinya. Sebagaimana tiba-tiba pula muncul harapan baru, akan hadirnya seorang ulama menjadi pemimpin negara.

Fenomena ini menggambarkan betapa masyarakat kita sudah jenuh dengan kepalsuan politik yang selama ini disuguhkan. Masyarakat ingin merasakan hal baru yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Yaitu, iklim politik yang asli sejuk dan teduh, jauh dari polesan, yang akan mewarnai kehidupan di bawah nuansa religi yang hakiki. Namun, benarkah semudah itu angan-angan ini akan terwujud?

Tunggu dulu. Umat Islam dan siapapun yang seide dengan GNPF Ulama tidak tinggal sendirian di negeri ini. Ada roh-roh jahat yang sudah kadung bercokol lama mendominasi kehidupan negeri ini. Ada pula kekuatan hitam yang dendamnya terhadap apapun yang bercorak Islam, tak akan pernah padam. Tentu saja, roh dan kekuatan hitam seperti itu tidak akan tinggal diam.

BACA JUGA  Gempa Tapi Tuli

Dengan berbagai cara, mereka akan berusaha membuyarkan impian dan harapan tersebut. Mulai dari cara kasar hingga trik yang halus hampir tak terasa. Mulai dari tiba-tiba menerbitkan undang-undang yang mengganjal pesaing dirinya, merekayasa kasus hukum, sampai fitnah dan kampanye hitam. Hingga bisikan halus mirip nasehat: bahwa kekuasaan itu untuk politikus, ulama hanya mengingatkan bila keliru.

Selain roh jahat dan kekuatan hitam, karakteristik politik Indonesia yang lekat dengan nafsu dan kepentingan pribadi, juga menjadi momok tersendiri. Rekomendasi Ijtima GNPF Ulama kemarin akan menjadi alat uji, apakah para politikus yang dipercaya oleh umat Islam akan berubah sifat menjadi ksatria yang setia, atau tetap menjadi pengkhianat yang hanya mendekat dan bermanis muka saat ada maunya.

Karena itu, kita tetap menghormati rekomendasi politik GNPF Ulama sebagai ikhtiar semampunya dalam menghadang kekuatan hitam dalam jangka waktu dekat. Sebagaimana kita perlu mendukung supremasi ulama dalam mengelola kehidupan bersama di negeri yang mereka menjadi pelopor bagi kemerdekaannya.

Tetapi melihat potensi halangan di atas, kita pun berharap para tokoh dan ulama di negeri ini juga menyiapkan langkah dan siasat lain, seandainya harapan bersama itu buyar. GNPF Ulama harus tetap mampu memberi suluh bagi umat Islam di Indonesia, bahwa jalan politik formal hanyalah salah satu cabang dari sekian cara memperjuangkan kehidupan yang lebih baik di bawah naungan Islam.

BACA JUGA  Gempa Lombok Harus Dinaikkan Statusnya Jadi Bencana Nasional

Harapan akan suluh yang terus menerangi itu tidaklah berlebihan. Sebab, para ulama itulah yang kita harapkan menggantikan peran Nabi SAW bagi kaum Muslimin kala itu. Dengan irodah shahihah dan akidah salimah menerangi jalan, membimbing ke arah yang benar, rela berkorban bagi umat sekaligus suci dari noda-noda syahwat dan syubuhat.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Jerman Ungkap Kelompok Neo-Nazi, Sudah Miliki Ribuan Daftar Target

KIBLAT.NET, Berlin – Kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan di Jerman dilaporkan sudah membuat sejumlah “daftar musuh”...

Kamis, 02/08/2018 09:41 0

Afghanistan

Terdesak Serangan Taliban, Ratusan Anggota ISIS Menyerah ke Pemerintah

“Dengan demikian fitnah ISIS di Suriah utara berhasil ditumpas sepenuhnya dan menyelamatkan orang-orang dari kejahatan mereka,” kata Mujahid.

Kamis, 02/08/2018 09:04 0

Eropa

Ratusan Warga Denmark Turun ke Jalan Protes Larangan Cadar

Demonstrasi itu diikuti wanita Muslim yang tidak mengenakan niqab, serta perempuan Denmark non-Muslim yang mengenakan niqab. Tidak ada insiden selama aksi.

Kamis, 02/08/2018 08:13 0

Palestina

Tak Mampu Hadapi Pejuang, Israel Hentikan Kiriman BBM ke Gaza

Penghentian ini sebagai balas dendam bagi pejuang yang meluncurkan balon dan layang-layang api, yang telah membakar ladang di Israel.

Kamis, 02/08/2018 07:42 0

Indonesia

Kapitra Keberatan Ustadz Abdul Somad Bersanding dengan Prabowo

KIBLAT.NET, Jakarta- Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera tak setuju dengan rekomendasi Ijtima’ Ulama...

Rabu, 01/08/2018 19:15 0

Indonesia

Ini Alasan Kapitra Lebih Pilih PDI-P Ketimbang Partai Islam

Kapitra Ampera mengungkapkan alasannya lebih memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Rabu, 01/08/2018 18:48 0

Malaysia

Malaysia Desak Israel Bebaskan Warganya yang Terlibat Misi Kapal Kemanusiaan Gaza

Malaysia Desak Israel Bebaskan Warganya yang Terlibat Misi Kapal Kemanusiaan Gaza

Rabu, 01/08/2018 18:13 0

Indonesia

Gabung PDI-P, Kapitra Ampera: Saya Babak Belur

Kapitra mengungkapkan bahwa pendukung PDI-P tak sepenuhnya menyukainya dirinya.

Rabu, 01/08/2018 17:41 0

Indonesia

‘Polisi Pasti Tahu Pengadangan Neno Warisman Langgar Hukum, Tapi Kok Membiarkan’

"Sebenarnya pelanggaran hukum di mana-mana harus ditindak, saya yakin polisi tahu ini pelanggaran hukum itu, tapi kok membiarkan"

Rabu, 01/08/2018 14:34 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Abdul Somad Jangkar Islam Paling Kuat Sekarang

Fahri tidak sepenuhnya mendukung UAS maju dalam Pilpres 2019 nanti.

Rabu, 01/08/2018 13:38 0

Close