... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kasus Arya Wedakarna Berlanjut, Polisi Minta Kesaksian Anggota DPD

Foto: Ustadz Abdul Somad Lc MA

KIBLAT.NET, Denpasar- Kasus persekusi Ustadz Abdul Somad yang menyeret anggota DPD Dapil Bali, Arya Wedakarna di Hotel Aston Gatsu, Denpasar, Bali pada 8 Desember 2017 masih bergulir. Penyidik Krimsus Polda Bali terus mendalami perkara tersebut hingga sekarang.

Kali ini, penyidik kembali memanggil Dedi Iskandar Batubara untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi dari DPD RI. Berdasarkan Surat Panggilan yang dikeluarkan oleh kepolisian pada 27 Juli 2018, Dedi yang juga anggota DPD RI diminta menemui penyidik Polda Bali, Kamis (02/08/2018) pada pukul 10.00 WITA.

Dedi menerima panggilan tersebut dengan didampingi oleh Zulfikar Ramly, Koordinator Tim Advokasi Forum Peduli Ustadz Abdul Somad (TA-FPUAS). Keduanya datang menemui penyidik Kompol I Wayan Wisnawa Adiputra S.I.K., M.Si di ruangan Cyber Crime, Polda Bali.

“Penyidiki Krimsus Polda Bali kembali melanjutkan perkara persekusi Ustadz Abdul Somad atar terlapor DR Arya Wedakarna,” ungkap Zulfikar kepada Kiblat.net.

Sebelumnya, Zulfikar Ramly mengatakan bahwa pada Senin (21/05/2018) lalu, pihaknya telah menerima SP2HP dari Polda Bali dan perkara telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dengan keluarnya surat SP2HP, Ramly menduga bahwa label tersangka tak lama lagi akan disematkan pada Arya Wedakarna.

Sebagaimana diketahui, pada 8 Desember 2017, Ustadz Abdul Somad mengalami persekusi saat berdakwah di Bali. Hotel Aston tempat ia menginap dikepung oleh orang-orang yang mendesak agar UAS segera dipulangkan ke Pekanbaru karena menuduhnya sebagai penceramah anti Pancasila.

BACA JUGA  Komisi V DPR: Pemindahan Ibu Kota untuk Apa?

Aksi persekusi tersebut diduga disulut oleh postingan Arya Wedakarna di Facebook beberapa hari sebelumnya. Arya diduga menjadi provokator penolakan dan persekusi melalui media sosial terhadap UAS saat safari dakwah di Bali.

Ia dilaporkan atas dugaan tindak pidana ITE, penodaan agama hingga ujaran kebencian. Pasal yang dikenakan oleh pelapor diantaranya, Pasal 28 ayat (2) Jo 45a ayat (2) UU No 19 Th 2016 perubahan UU No. 11 th 2008 tentang ITE dan atau Pasal 16 UU No. 40 Th 2008 dan Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 156 dan 156a KUHP.

Akan tetapi, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menampik keterlibatan dirinya dalam aksi penolakan Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bali, akhir tahun lalu. Dalam wawancara dengan Kiblat.net, ia menuturkan bahwa postingan di akun pribadinya yang diduga menjadi provokasi penolakan hingga persekusi itu merupakan aspirasi masyarakat Bali.

Reporter: Syafei Irman
Editor: Syafei Irman

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Menghadang Kekuatan Hitam

Umat Islam dan siapapun yang seide dengan GNPF Ulama tidak tinggal sendirian di negeri ini. Ada roh-roh jahat yang sudah kadung bercokol lama mendominasi kehidupan negeri ini.

Kamis, 02/08/2018 10:24 0

Eropa

Jerman Ungkap Kelompok Neo-Nazi, Sudah Miliki Ribuan Daftar Target

KIBLAT.NET, Berlin – Kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan di Jerman dilaporkan sudah membuat sejumlah “daftar musuh”...

Kamis, 02/08/2018 09:41 0

Afghanistan

Terdesak Serangan Taliban, Ratusan Anggota ISIS Menyerah ke Pemerintah

“Dengan demikian fitnah ISIS di Suriah utara berhasil ditumpas sepenuhnya dan menyelamatkan orang-orang dari kejahatan mereka,” kata Mujahid.

Kamis, 02/08/2018 09:04 0

Eropa

Ratusan Warga Denmark Turun ke Jalan Protes Larangan Cadar

Demonstrasi itu diikuti wanita Muslim yang tidak mengenakan niqab, serta perempuan Denmark non-Muslim yang mengenakan niqab. Tidak ada insiden selama aksi.

Kamis, 02/08/2018 08:13 0

Palestina

Tak Mampu Hadapi Pejuang, Israel Hentikan Kiriman BBM ke Gaza

Penghentian ini sebagai balas dendam bagi pejuang yang meluncurkan balon dan layang-layang api, yang telah membakar ladang di Israel.

Kamis, 02/08/2018 07:42 0

Malaysia

Malaysia Desak Israel Bebaskan Warganya yang Terlibat Misi Kapal Kemanusiaan Gaza

Malaysia Desak Israel Bebaskan Warganya yang Terlibat Misi Kapal Kemanusiaan Gaza

Rabu, 01/08/2018 18:13 0

Suara Pembaca

Pengungsian Rohingya Didera Hujan, PKPU Human Initiative Kembali Kirim Bantuan

Hingga hari ini tercatat telah terjadi 463 insiden di kawasan kamp pengungsian yang dihuni oleh sekitar  919,000 pengungsi Rohingya, dimana sekitar 246,600 pengungsi berada di lokasi rawan bencana.

Rabu, 01/08/2018 13:22 0

Afrika

Investigasi Tentara Bayaran Kremlin di Afrika, Tiga Jurnalis Rusia Tewas

"Menurut sopir, ketika mereka berada 23 kilometer dari Sibut, orang-orang bersenjata keluar dari semak dan menembak mobil. Ketiga wartawan itu tewas seketika, “ ujarnya

Rabu, 01/08/2018 12:57 0

Suriah

Di Bawah Tekanan Turki, Faksi-faksi di Idlib Bahas Marger

“Pembicaraan belum selesai hari ini. Semua pihak tengah mengkaji kemungkinan marger,” kata juru bicara Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir, Naji Al-Mustafa, Selasa.

Rabu, 01/08/2018 08:47 0

Philipina

Bom Meledak di Pos Pemeriksaan Militer Filipina, Enam Tentara Tewas

"Kami tidak tahu apa targetnya, tetapi pemboman itu terjadi sebelum waktu yang direncanakan," kata Kolonel Mun Almodovar, komandan unit pengintai di daerah itu kepada ANC TV, seperti dilansir Al-Jazeera.

Rabu, 01/08/2018 07:54 0

Close