... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir, Marger Baru Faksi Oposisi di Idlib

Foto: Pejuang oposisi Suriah

KIBLAT.NET, Idlib – Provinsi Idlib memasuki fase baru dalam gerakan militer. Faksi-faksi besar di Idlib, Rabu (01/08), mengumumkan melebur jadi satu kekuatan di bawah nama Al-Jabhah Al-Wathaniyah Lit Tahrir (JWT).

Dalam pernyataan deklarasinya, JWT mengatakan bahwa pembentukan kekuatan militer ini sebagai awal dari masa depan militer revolusi. Pernyataan itu juga menyerukan konferensi nasional yang melibatkan semua pihak untuk membahas masa depan Negara.

Faksi-faksi yang melebur dalam JWT ini adalah Jabhah Tahrir Suriah (gabungan Ahrar Al-Syam dan Nurudin Zanky), Uluwiyah Suqur Al-Syam, Jaisy Al-Ahrar, Tajammauk Dimsq, Jabha Wathaniyah Lit Tahrir (gabungan faksi-faksi Free Syrian Army).

Juru bicara resmi JWT, Naji Abu Huzaifa, mengatakan bahwa salah satu tujuan pembentukan koalisi ini adalah untuk “menghadapi semua pergerakan rezim untuk maju ke wilayah-wilayah yang sudah dibebaskan.”

Sebelumnya, portal Enabbaladi melaporkan tengah terjadi pembicaraan di antara faksi-faksi besar oposisi di Idlib, selain Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS). Pembicaraan itu bertujuan untuk membentuk satu kekuatan oposisi di Suriah utara di bawah satu pemimpin.

Menurut sumber yang dilansir portal berita Suriah itu, pembahasan itu berlangsung atas tekanan Turki. Ankara ingin oposisi memiliki satu kekuatan militer sehingga mudah untuk dikendalikan.

Marger ini terjadi setelah Turki, Iran dan Rusia menyelesaikan konferensi Astana ke 10 di Kota Sochi Suriah. Turki bertemu dengan faksi-faksi yang melebur ini sebelum berangkat ke Astana 10.

BACA JUGA  Pengamat: Amerika Kembali Mengkhianati Kurdi

Sumber: Al-Jazeera, Enabbaladi
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Daftar Tokoh Islam yang Dihadang di Bandara

Fenomena penghadangan tokoh dan ulama Indonesia di bandara sudah berulang kali terjadi.

Kamis, 02/08/2018 19:45 0

Indonesia

Gempa Landa Lombok, FKAM Terjunkan Relawan dan Buka Help Center

Gempa Landa Lombok, FKAM Terjunkan Relawan dan Buka Help Center

Kamis, 02/08/2018 19:23 0

Indonesia

Bekas Pengacara Ahok Jadi Plt Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta

Partai Persatuan Pembangunan atau PPP kubu Djan Faridz mengumumkan soal pengunduran diri Djan Faridz sebagai ketua umum.

Kamis, 02/08/2018 19:13 0

Indonesia

Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi Hingga 2019

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Suminto menyatakan Pemerintah akan tetap menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi harga.

Kamis, 02/08/2018 12:53 0

Indonesia

Kasus Arya Wedakarna Berlanjut, Polisi Minta Kesaksian Anggota DPD

Kasus persekusi Ustadz Abdul Somad yang menyeret anggota DPD Dapil Bali, Arya Wedakarna masih bergulir

Kamis, 02/08/2018 11:59 0

Editorial

Menghadang Kekuatan Hitam

Umat Islam dan siapapun yang seide dengan GNPF Ulama tidak tinggal sendirian di negeri ini. Ada roh-roh jahat yang sudah kadung bercokol lama mendominasi kehidupan negeri ini.

Kamis, 02/08/2018 10:24 0

Indonesia

Kapitra Keberatan Ustadz Abdul Somad Bersanding dengan Prabowo

KIBLAT.NET, Jakarta- Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera tak setuju dengan rekomendasi Ijtima’ Ulama...

Rabu, 01/08/2018 19:15 0

Indonesia

Ini Alasan Kapitra Lebih Pilih PDI-P Ketimbang Partai Islam

Kapitra Ampera mengungkapkan alasannya lebih memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Rabu, 01/08/2018 18:48 0

Indonesia

Gabung PDI-P, Kapitra Ampera: Saya Babak Belur

Kapitra mengungkapkan bahwa pendukung PDI-P tak sepenuhnya menyukainya dirinya.

Rabu, 01/08/2018 17:41 0

Indonesia

‘Polisi Pasti Tahu Pengadangan Neno Warisman Langgar Hukum, Tapi Kok Membiarkan’

"Sebenarnya pelanggaran hukum di mana-mana harus ditindak, saya yakin polisi tahu ini pelanggaran hukum itu, tapi kok membiarkan"

Rabu, 01/08/2018 14:34 0

Close