... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cegah Serangan Assad, Turki Hapus Al-Qaidah dan ISIS dari Idlib

Foto: Peta Idlib.

KIBLAT, Istanbul – Turki tengah membersihkan Al-Qaidah dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan ISIS dari Idlib. Hal itu diklaim sebagai upaya untuk mencegah serangan besar-besaran dari rezim Suriah Bashar Assad.

Menurut sumber diplomatik Turki yang telah enam tahun di Suriah, Ankara bekerja dengan kelompok oposisi lain di Idlib untuk menyingkirkan para militan. Sebagian besar Idlib dikendalikan oleh kelompok Haiah Tahrir Syam (HTS) yang pernah berafiliasi dengan Al-Qaidah di Suriah.

Kepada Middle East Eye, seorang komandan oposisi Suriah yang tak ingin disebut nama, mengatakan bahwa Rusia dan Iran juga memprioritaskan untuk menyingkirkan militan dari Idlib, daripada merencanakan serangan habis-habisan. Meskipun Presiden Suriah Bashar Assad mengancam untuk merebut kembali wilayah itu.

Komandan itu menambahkan bahwa AS senang dengan rencana Rusia dan Turki di Idlib. Artinya oposisi yang didukung Turki akan mengendalikan kota, bukan Iran dan kekuatan yang didukung pemerintah Suriah.

Ada sekitar 70.000 pejuang oposisi yang didukung Turki di Idlib. Mereka juga berada di daerah kantong Afrin yang sebelumnya dikuasai Kurdi.

Idlib, sebuah provinsi berpenduduk dua juta jiwa, adalah salah satu “zona de-eskalasi” yang disepakati oleh tiga negara setelah pembicaraan sebelumnya di ibukota Kazakhstan, Astana. Turki telah menyiapkan 12 pos pemantauan di daerah-daerah yang dikuasai oposisi, sementara Iran dan Rusia mendirikan pos di daerah-daerah yang dikuasai rezim Suriah.

BACA JUGA  Pemerintah Turki Pecat 3 Walikota Atas Tuduhan Terlibat Terorisme

Delegasi dari Turki, Iran dan Rusia berkumpul di Sochi pada Senin (30/07/2018) untuk membahas kondisi di Suriah utara. Delegasi Rusia Alexander Lavrentiev mengatakan kepada wartawan Rusia, bahwa tidak ada pertanyaan tentang operasi atau serangan besar terhadap Idlib.

“Kami berharap bahwa oposisi bersama dengan mitra Turki kami akan berhasil menstabilkan kawasan ini. Karena ancaman yang datang dari zona ini masih signifikan,” katanya.

Sebagai langkah pertama, pada hari Selasa, Turki meminta kelompok-kelompok yang didukungnya di Idlib untuk menghapus pos pemeriksaan terbesar HTS di jalan utama antara Aleppo dan Damaskus.

Menurut komandan oposisi Suriah, Rusia ingin mencegah serangan terhadap pangkalan militernya di markasnya di Latakia. Untuk mengamankan itu, Moskow berencana untuk membersihkan kota Jisr al-Shugur dan desa-desa di Gunung Turkmen di perbatasan Turki dari setiap kehadiran militan.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi Hingga 2019

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Suminto menyatakan Pemerintah akan tetap menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi harga.

Kamis, 02/08/2018 12:53 0

Indonesia

Kasus Arya Wedakarna Berlanjut, Polisi Minta Kesaksian Anggota DPD

Kasus persekusi Ustadz Abdul Somad yang menyeret anggota DPD Dapil Bali, Arya Wedakarna masih bergulir

Kamis, 02/08/2018 11:59 0

Editorial

Menghadang Kekuatan Hitam

Umat Islam dan siapapun yang seide dengan GNPF Ulama tidak tinggal sendirian di negeri ini. Ada roh-roh jahat yang sudah kadung bercokol lama mendominasi kehidupan negeri ini.

Kamis, 02/08/2018 10:24 0

Indonesia

Kapitra Keberatan Ustadz Abdul Somad Bersanding dengan Prabowo

KIBLAT.NET, Jakarta- Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera tak setuju dengan rekomendasi Ijtima’ Ulama...

Rabu, 01/08/2018 19:15 0

Indonesia

Ini Alasan Kapitra Lebih Pilih PDI-P Ketimbang Partai Islam

Kapitra Ampera mengungkapkan alasannya lebih memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Rabu, 01/08/2018 18:48 0

Indonesia

Gabung PDI-P, Kapitra Ampera: Saya Babak Belur

Kapitra mengungkapkan bahwa pendukung PDI-P tak sepenuhnya menyukainya dirinya.

Rabu, 01/08/2018 17:41 0

Indonesia

‘Polisi Pasti Tahu Pengadangan Neno Warisman Langgar Hukum, Tapi Kok Membiarkan’

"Sebenarnya pelanggaran hukum di mana-mana harus ditindak, saya yakin polisi tahu ini pelanggaran hukum itu, tapi kok membiarkan"

Rabu, 01/08/2018 14:34 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Abdul Somad Jangkar Islam Paling Kuat Sekarang

Fahri tidak sepenuhnya mendukung UAS maju dalam Pilpres 2019 nanti.

Rabu, 01/08/2018 13:38 0

Suara Pembaca

Pengungsian Rohingya Didera Hujan, PKPU Human Initiative Kembali Kirim Bantuan

Hingga hari ini tercatat telah terjadi 463 insiden di kawasan kamp pengungsian yang dihuni oleh sekitar  919,000 pengungsi Rohingya, dimana sekitar 246,600 pengungsi berada di lokasi rawan bencana.

Rabu, 01/08/2018 13:22 0

Indonesia

Soal Kemunculan JAD, Abdurrahim Ba’asyir Ingatkan Kasus Komando Jihad

Organisasi Jamaah Ansharud Daulah (JAD) melalui putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan resmi dianggap sebagai organisasi terlarang.

Rabu, 01/08/2018 13:15 0

Close