... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Alasan Kapitra Lebih Pilih PDI-P Ketimbang Partai Islam

Foto: Kapitra Ampera (tribunnews.com)

KIBLAT.NET, Jakarta- Kapitra Ampera mengungkapkan alasannya lebih memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ketimbang partai-partai berhaluan Islam lainnya.

Menurutnya, keputusan untuk bergabung ke PDI-P bertujuan untuk memperluas wilayah perjuangan. Ia pun mengibaratkan dirinya sebagai jembatan antara PDI-P dan pihak-pihak di luar partai berlambang banteng merah itu.

“Saya ini memperluas wilayah perjuangan, wilayah amal. Saya ini ingin menjadi jembatan,” ungkapnya kepada Kiblat.net, melalui sambungan suara pada Rabu (01/08/2018).

Ia menyebutkan, ‘lamaran’ untuk bergabung dengan PDI-P datang pada bulan Juli lalu. Di mana ia ditawari oleh orang-orang yang tak ia ungkapkan identitasnya. Namun sebelum menerima tawaran tersebut, Kapitra memberikan sejumlah persyaratan.

“Saya ditawari oleh orang-orang yang berkompeten. Sejak akhir-akhir Juni lah. Saya ada persyaratan, pertama saya harus menjadi jembatan kebaikan antara dalam dan luar partai. Kedua, identitas Islam saya harus tetap terjaga. Saya tidak mau ikut merayakan hari raya agama lain. Ketika adzan datang saya akan tinggalkan pekerjaan lainnya. Ketiga, aspirasi umat Islam yang menjadi prioritas di republik ini harus diprioritaskan. Jadi ada komitmen, termasuk ada aspirasi politik,” sambungnya.

Sementara itu, menurutnya, partai-partai berhaluan Islam sudah memiliki komoditas yang pasti. Sehingga, ia merasa perlu untuk masuk ke dalam komoditas lain, untuk mengubahnya dari dalam.

“Kalau partai-partai Islam itu komoditas yang sudah pasti. Kenapa kita tidak masuk ke dalam komoditas yang lain, lalu kita warnai. Kalau satu juta dari yang ikut demo 212 itu masuk ke PDIP, jadi pengurus udah kita yang jadi ketua umumnya. Kalau saya bisa memperbaiki dari dalam, minimal personal demi personal kan tetap baik juga dong,” pungkas Kapitra.

BACA JUGA  Uji Shahih Terjemahan Al-Quran Kembali Digelar, Menag Beri Sambutan

Reporter: Syafei Irman
Editor: Syafei Irman

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Malaysia Desak Israel Bebaskan Warganya yang Terlibat Misi Kapal Kemanusiaan Gaza

Malaysia Desak Israel Bebaskan Warganya yang Terlibat Misi Kapal Kemanusiaan Gaza

Rabu, 01/08/2018 18:13 0

Suara Pembaca

Pengungsian Rohingya Didera Hujan, PKPU Human Initiative Kembali Kirim Bantuan

Hingga hari ini tercatat telah terjadi 463 insiden di kawasan kamp pengungsian yang dihuni oleh sekitar  919,000 pengungsi Rohingya, dimana sekitar 246,600 pengungsi berada di lokasi rawan bencana.

Rabu, 01/08/2018 13:22 0

Afrika

Investigasi Tentara Bayaran Kremlin di Afrika, Tiga Jurnalis Rusia Tewas

"Menurut sopir, ketika mereka berada 23 kilometer dari Sibut, orang-orang bersenjata keluar dari semak dan menembak mobil. Ketiga wartawan itu tewas seketika, “ ujarnya

Rabu, 01/08/2018 12:57 0

Suriah

Di Bawah Tekanan Turki, Faksi-faksi di Idlib Bahas Marger

“Pembicaraan belum selesai hari ini. Semua pihak tengah mengkaji kemungkinan marger,” kata juru bicara Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir, Naji Al-Mustafa, Selasa.

Rabu, 01/08/2018 08:47 0

Philipina

Bom Meledak di Pos Pemeriksaan Militer Filipina, Enam Tentara Tewas

"Kami tidak tahu apa targetnya, tetapi pemboman itu terjadi sebelum waktu yang direncanakan," kata Kolonel Mun Almodovar, komandan unit pengintai di daerah itu kepada ANC TV, seperti dilansir Al-Jazeera.

Rabu, 01/08/2018 07:54 0

Rusia

Gagal Bertemu di Washington, Putin Undang Trump ke Moskow

Trump pun mengumumkan undangan diundur hingga tahun depan. Tetapi bukan berarti bahwa pertemuan puncak Trump-Putin edisi ke-2 tidak akan terjadi sebelum itu.

Rabu, 01/08/2018 06:44 0

Video News

KH Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak!

KH. Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak! Labelisasi terhadap umat Islam ngawur. "Yang begini ini bikin muak!" kata dia. Simak!

Selasa, 31/07/2018 16:56 0

Video News

Bilakah Izzah Ulama Sirna?

KIBLAT.NET – Bilakah Izzah Ulama Sirna? Dr. Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan bahwa ulama memperjuangkan value,...

Selasa, 31/07/2018 16:40 0

Video Kajian

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal. Namun fenomena saat ini, paham radikal ini mengarah kepada umat Islam, dan berkonotasi negatif, mengapa?

Selasa, 31/07/2018 15:10 0

Suriah

Rekomendasi Pra-Astana 10: Rezim Suriah dan Oposisi Saling Bebaskan Tahanan

Pejabat Turki, Rusia dan Iran menyetujui pembebasan bersama tahanan Suriah dari pihak rezim dan oposisi. Kesepakatan ini dibentuk menjelang pertemuan Astana ke-10 di Kazakhstan pada Selasa (31/07/2018).

Selasa, 31/07/2018 15:02 0

Close