... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gabung PDI-P, Kapitra Ampera: Saya Babak Belur

Foto: Kapitra Ampera

KIBLAT.NET, Jakarta- Munculnya nama Kapitra Ampera sebagai salah-satu caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengejutkan banyak pihak. Terlebih sosok ini dikenal sebagai salah-satu jajaran dari advokat GNPF-Ulama.

Kapitra bercerita, tawaran untuk bergabung dengan PDI-P datang sejak akhir Juli lalu. Di mana, ia mengaku ‘dilamar’ oleh sejumlah jajaran PDI-P yang engan ia sebut namanya. Kapitra pun lantas menerima tawaran tersebut dengan syarat-syarat tertentu.

Namun pilihan tersebut justru telah menghancurkan karirnya sebagai advokat GNPF-Ulama. Kapitra mengakui, keputusannya untuk bergabung dengan PDI-P telah membuat banyak pihak yang kecewa.

“Apa yang sudah saya bangun, yang saya dapatkan selama ini saya korbankan. Orang yang dipuja-puji jadi dicaci maki kok. Nggak apa-apa, ini kita berjuang untuk diri kita apa untuk Allah. Kalau saya melakukan ini untuk kemasyhuran diri saya, saya nggak akan pernah masuk PDI,” ujarnya pada Kiblat.net melalui sambungan suara pada Rabu (01/08/2018).

Kapitra menyebutkan, menjadi caleg dari PDI-P bertujuan untuk membela agama dan ulama. Menurutnya, maju sebagai caleg dari partai berlambang banteng itu akan memberikan pengaruh pada kebijakan pemerintah.

“Kita ini tidak berjuang untuk diri saya, ngapain? Saya inikan sedang dimusuhi ulama sekarang. Menjadi musuh aktivis Islam. Apa yang saya dapatkan dengan saya masuk ke PDI-P ini? Kecuali caci-maki, hinaan. Lalu saya hanya berkorban untuk PDI? Saya berkorban untuk agama dan ulama,” sambungnya.

BACA JUGA  BNPB Sebut Fenomena Likuifaksi di Palu Sudah Diprediksi Sejak 2012

Kendati demikian, Kapitra mengungkapkan bahwa pendukung PDI-P tak sepenuhnya menyukainya dirinya. Hal itu karena Kapitra mendukung Habib Rizieq Shihab sebagai calon presiden ketimbang Joko Widodo yang diusung oleh partainya.

“Di dalam saya disumpah serapahin, di luar saya diludah-ludahin. Saya babak belur, dari depan ditinju satu dari belakang ada duabelas,” pungkas Kapitra.

Reporter: Syafei Irman
Editor: Syafei Irman

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Pengungsian Rohingya Didera Hujan, PKPU Human Initiative Kembali Kirim Bantuan

Hingga hari ini tercatat telah terjadi 463 insiden di kawasan kamp pengungsian yang dihuni oleh sekitar  919,000 pengungsi Rohingya, dimana sekitar 246,600 pengungsi berada di lokasi rawan bencana.

Rabu, 01/08/2018 13:22 0

Afrika

Investigasi Tentara Bayaran Kremlin di Afrika, Tiga Jurnalis Rusia Tewas

"Menurut sopir, ketika mereka berada 23 kilometer dari Sibut, orang-orang bersenjata keluar dari semak dan menembak mobil. Ketiga wartawan itu tewas seketika, “ ujarnya

Rabu, 01/08/2018 12:57 0

Suriah

Di Bawah Tekanan Turki, Faksi-faksi di Idlib Bahas Marger

“Pembicaraan belum selesai hari ini. Semua pihak tengah mengkaji kemungkinan marger,” kata juru bicara Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir, Naji Al-Mustafa, Selasa.

Rabu, 01/08/2018 08:47 0

Philipina

Bom Meledak di Pos Pemeriksaan Militer Filipina, Enam Tentara Tewas

"Kami tidak tahu apa targetnya, tetapi pemboman itu terjadi sebelum waktu yang direncanakan," kata Kolonel Mun Almodovar, komandan unit pengintai di daerah itu kepada ANC TV, seperti dilansir Al-Jazeera.

Rabu, 01/08/2018 07:54 0

Rusia

Gagal Bertemu di Washington, Putin Undang Trump ke Moskow

Trump pun mengumumkan undangan diundur hingga tahun depan. Tetapi bukan berarti bahwa pertemuan puncak Trump-Putin edisi ke-2 tidak akan terjadi sebelum itu.

Rabu, 01/08/2018 06:44 0

Video News

KH Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak!

KH. Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak! Labelisasi terhadap umat Islam ngawur. "Yang begini ini bikin muak!" kata dia. Simak!

Selasa, 31/07/2018 16:56 0

Video News

Bilakah Izzah Ulama Sirna?

KIBLAT.NET – Bilakah Izzah Ulama Sirna? Dr. Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan bahwa ulama memperjuangkan value,...

Selasa, 31/07/2018 16:40 0

Video Kajian

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal. Namun fenomena saat ini, paham radikal ini mengarah kepada umat Islam, dan berkonotasi negatif, mengapa?

Selasa, 31/07/2018 15:10 0

Suriah

Rekomendasi Pra-Astana 10: Rezim Suriah dan Oposisi Saling Bebaskan Tahanan

Pejabat Turki, Rusia dan Iran menyetujui pembebasan bersama tahanan Suriah dari pihak rezim dan oposisi. Kesepakatan ini dibentuk menjelang pertemuan Astana ke-10 di Kazakhstan pada Selasa (31/07/2018).

Selasa, 31/07/2018 15:02 0

Arab Saudi

Saudi Tangkap Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan

Akun Twitter Muktaqily Ra’yi kembali mengabarkan penangkapkan ulama oleh pemerintah Saudi. Kali ini, Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan ditahan. Diduga penangkapan itu terkait statusnya di media social yang mengkritik Kerajaan Saudi.

Selasa, 31/07/2018 15:01 0

Close