... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di Bawah Tekanan Turki, Faksi-faksi di Idlib Bahas Marger

Foto: Papan ucapan selamat datang di pintu masuk Idlib/ilustrasi

KIBLAT.NET, Idlib – Kekuatan-kekuatan militer yang beroperasi di Idlib beberapa hari terakhir tengah berunding untuk bergabung menjadi satu kekuatan. Faksi-faksi tersebut mayoritas kelompok yang didukung Turki. Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) tak masuk dalam pembicaraan itu.

Sumber di lingkaran perundingan mengungkapkan kepada Enabbaladi pada Selasa (31/07) bahwa pembicaraan itu berlangsung antara Jabhah Tahrir Suriah (margerk Ahrar Al-Syam dan Nurudin Zanky), Suqur Al-Asham dan Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir (marger faksi-faksi Free Syrian Army atau dikenal FSA.

Sumber itu menekankan bahwa pembicaraan marger ini menyusul tekanan Turki yang mendesak untuk membuat pasukan oposisi bersatu di Suriah utara. Pertemuan ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu.

“Pembicaraan belum selesai hari ini. Semua pihak tengah mengkaji kemungkinan marger,” kata juru bicara Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir, Naji Al-Mustafa, Selasa.

Dia menambahkan jika pembahasan ini mencapai kesimpulan untuk marger, faksi-faksi yang terlibat akan mengeluarkan pernyataan resmi.

Faksi-faksi bersenjata yang beroperasi di Idlib, Ahad lalu, sepakat membuat ruang operasi bersatu dengan kekuatan 75 ribu tentara. Ruang operasi ini sebagai manuver untuk menghadapi kemungkinan kampanye militer rezim terhadap rumah terakhir revolusi itu.

Komandan Jabhah Tahrir Suriah, Abdul Salam Abdul Razak, mengatakan bahwa perjanjian membentuk ruang operasi bersatu itu disepakati sejak 15 hari lalu. Kesepakan itu dihasilkan setelah serangkaian pertemuan membahas front-front mulai dari pesisir hingga pedesaan Aleppo utara.

BACA JUGA  Rusia Kontrol Bekas Basis ISIS di Suriah Pasca Penarikan Tentara AS

Dia menambahkan bahwa perjanjian itu juga menyepakati memperkuat front pertahanan, terutama titik-titik yang paling rinten. “Pekerjaan ini berjalan dengan baik,” ujar Razak.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anies Buka Pameran Hewan Kurban

Hal itu untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan hewan ternak yang halal.

Rabu, 01/08/2018 07:13 0

Indonesia

Puluhan Dai dari Berbagai Daerah Ikuti Daurah Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Puluhan Dai Ikuti Daurah Amar Ma'ruf Nahi Munkar di Bogor

Selasa, 31/07/2018 21:07 0

Indonesia

KH Arifin Ilham Minta Ustadz Abdul Somad Terima Tawaran Jadi Cawapres

"Saatnya bang, mencontoh Rasulullah dan para sahabat menjadi umara dan ulama sekaligus," ungkap KH Arifin Ilham

Selasa, 31/07/2018 19:01 0

Indonesia

Respon Gempa Lombok, Sinergi Foundation Gandeng Forum Zakat Buka Help Center

KIBLAT.NET, Lombok – Gempa bumi berkekuatan 6.4 SR melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari...

Selasa, 31/07/2018 18:20 0

Indonesia

Dijegal Aturan KPU, Sandiaga Mundur Dari Timses Prabowo

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan mundur dari tim pemenangan Pemilihan Umum 2019 Partai Gerindra.

Selasa, 31/07/2018 18:14 0

Video News

KH Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak!

KH. Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak! Labelisasi terhadap umat Islam ngawur. "Yang begini ini bikin muak!" kata dia. Simak!

Selasa, 31/07/2018 16:56 0

Indonesia

Jamaah Ansharud Daulah Ditetapkan Organisasi Terlarang

Majelis hakim memutuskan membekukan sekaligus menyatakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sebagai organisasi terlarang karena terkait terorisme. Seseorang yang diklaim sebagai pimpinan JAD, Zainal Anshori tidak mengajukan banding atas putusan hakim.

Selasa, 31/07/2018 16:51 0

Video News

Bilakah Izzah Ulama Sirna?

KIBLAT.NET – Bilakah Izzah Ulama Sirna? Dr. Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan bahwa ulama memperjuangkan value,...

Selasa, 31/07/2018 16:40 0

Video Kajian

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal. Namun fenomena saat ini, paham radikal ini mengarah kepada umat Islam, dan berkonotasi negatif, mengapa?

Selasa, 31/07/2018 15:10 0

Indonesia

Persekusi Terhadap Neno Warisman Melanggar Enam Aturan

Peraturan pertama yang dilanggar adalah UU Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

Selasa, 31/07/2018 13:33 0

Close