... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Anies Buka Pameran Hewan Kurban

Foto: Gubernur Anis Baswedan mengunjungi salah satu stand di pameran Hewan Kurban di Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Perayaan kurban tinggal menghitung pekan. Namun semaraknya sudah terasa, khususnya di Ibukota Jakarta. Cattle Show atau pameran ternak yang digelar selama tiga hari mulai 27 hingga 29 Juli 2018 siang tadi dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Usai memberi sambutan, Anies didampingi Dinas Peternakan menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stand pameran yang berjejer di sepanjang Banjir Kanal Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya Anies mengapresiasi kegiatan yang digelar atas kerjasama Dyarkarra, salah satu perusahaan wakif yang bernaung dibawah Global Wakaf Corporation (GWC) – Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Kegiatan ini, lanjut Anies, diharapkan terus berlanjut setiap tahunnya. Hal itu untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan hewan ternak yang halal.

Sedikitnya 20 industri UKM peternakan, kerajinan, hingga dunia kampus dalam event yang digelar hingga hari Ahad itu.

Global Qurban ACT sebagai salah satu pendukung event ini juga menempati sebuah stand di pinggiran BKT. Selama beberapa hari ke depan, Global Qurban membuka stand penjualan hewan kurbannya yang akan didistribusikan ke 46 negara, 250 kabupaten/kota di 34 provinsi pada Hari Raya Idul Adha nanti.

“Dengan harga kurban terjangkau 1,7 juta Rupiah setara kambing dan 11,9 juta untuk kurban sapi, kami harapkan masyarakat, termasuk para pengunjung Cattle Show di BKT ini bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk berkurban bersama ACT,” ujar penanggungjawab stand ACT, Panca Irawan, di lokasi pameran.

BACA JUGA  Natuna Memanas, ACT Luncurkan Program “Aksi Bela Indonesia, Natuna Memanggil”

Selain melakukan penjualan, ACT juga memamerkan kolase foto-foto Lumbung Ternak Masyarakat (LTM) miliknya di Kabupaten Blora dan Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu foto-foto aksi dan sebaran Global Qurban di sejumlah daerah dan negara juga tak ketinggalan dipamerkan.

Sejumlah peserta yang berpartisipasi dalam pameran tersebut selain ACT diantaranya Vietindo Jaya, Shorgum (Beras Gandum), HKTI, Ayam KQ5, PD Dharma Jaya, Sweet Fingers, TP PKK kotamadya Jakarta Timur, TP PKK Kec Duren Sawit, UKM OK OCE, TPP Kelurahan Duren Sawit, Food Truck KGN (Nankatsu), Food Truck KGN (Ayam bebek), Ternaknesia, Dinas KPKP, Java Luhung (Peternakan), dan UD Raja Lemosin (Peternakan)

Event yang digelar kerjasama dengan Pemprov DKI ini hasil kolaborasi antara ACT, Dyarkarra, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Ikatan Alumni Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Diponegoro (UNDIP).

“Potensi Permintaan pasar akan konsumsi daging halal terus meningkat setiap tahun, khususnya kebutuhan akan hewan kurban. Ini menjadi perhatian kami untuk memberikan edukasi terbaik kepada publik agar memahami seperti apa hewan ternak yang baik dan halal itu,” tandas Omar Satryo, selaku penyelenggara kegiatan kepada para jurnalis.

“Global Qurban ACT mengapresiasi program yang baru pertama diselenggarakan di Jakarta berkenaan dengan pameran produk ternak halal, semoga bisa menjadi sumber informasi mencerahkan bagi masyarakat terkait apa dan bagaimana itu peternakan halal,” ungkap Vice President ACT, Iqbal Setyarso.

BACA JUGA  Ini Alasan MUI Pilih Bangka Belitung Jadi Tempat KUII IV

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Gagal Bertemu di Washington, Putin Undang Trump ke Moskow

Trump pun mengumumkan undangan diundur hingga tahun depan. Tetapi bukan berarti bahwa pertemuan puncak Trump-Putin edisi ke-2 tidak akan terjadi sebelum itu.

Rabu, 01/08/2018 06:44 0

Video News

KH Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak!

KH. Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak! Labelisasi terhadap umat Islam ngawur. "Yang begini ini bikin muak!" kata dia. Simak!

Selasa, 31/07/2018 16:56 0

Video News

Bilakah Izzah Ulama Sirna?

KIBLAT.NET – Bilakah Izzah Ulama Sirna? Dr. Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan bahwa ulama memperjuangkan value,...

Selasa, 31/07/2018 16:40 0

Video Kajian

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal. Namun fenomena saat ini, paham radikal ini mengarah kepada umat Islam, dan berkonotasi negatif, mengapa?

Selasa, 31/07/2018 15:10 0

Suriah

Rekomendasi Pra-Astana 10: Rezim Suriah dan Oposisi Saling Bebaskan Tahanan

Pejabat Turki, Rusia dan Iran menyetujui pembebasan bersama tahanan Suriah dari pihak rezim dan oposisi. Kesepakatan ini dibentuk menjelang pertemuan Astana ke-10 di Kazakhstan pada Selasa (31/07/2018).

Selasa, 31/07/2018 15:02 0

Arab Saudi

Saudi Tangkap Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan

Akun Twitter Muktaqily Ra’yi kembali mengabarkan penangkapkan ulama oleh pemerintah Saudi. Kali ini, Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan ditahan. Diduga penangkapan itu terkait statusnya di media social yang mengkritik Kerajaan Saudi.

Selasa, 31/07/2018 15:01 0

Asia

Kewarganegaraan Tak Diakui, Jutaan Muslim di India Terancam Dideportasi

India berdalih proses itu diperlukan untuk mengidentifikasi imigran gelap Bangladesh. Namun keputusan itu memicu kekhawatiran deportasi massal kaum Muslim minoritas di dalamnya.

Selasa, 31/07/2018 12:30 0

Afrika

JNIM Berpesan ke Prancis: Perang antara Kita Belum Usai!

Gerakan itu menegaskan bahwa seluruh orang telah mengetahui bahwa pemenang pemilu ini tak lain hanyalah boneka yang dimainkan Prancis dan Negara-negara Salib.

Selasa, 31/07/2018 12:00 0

Palestina

Mossad Gelar Misi Pembunuhan Paling Banyak di Dunia

Dinas rahasia Israel melakukan misi pembunuhan paling banyak daripada agen dari negara lain sejak Perang Dunia II. Lebih dari 800 operasi tercatat dalam dekade terakhir.

Selasa, 31/07/2018 11:21 0

Suriah

Kurdi Suriah Dukungan AS Siap Bekerja Sama dengan Rezim Assad

SDF yang merupakan pasukan Kurdi Suriah mengingkan pembentukan pemerintahan demokratis untuk menguatkan otonomi di wilayah yang dikuasai.

Selasa, 31/07/2018 10:43 0

Close