... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Puluhan Dai dari Berbagai Daerah Ikuti Daurah Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Foto: Daurah amar ma'ruf nahi munkar yang diselenggarakan oleh Yayasan Nasehat dan Taujih

KIBLAT.NET, Bogor – Puluhan dari dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti training amar ma’ruf nahi munkar di Bogor. Mereka diharapkan bisa menggunakan cara-cara strategis dalam beramar ma’ruf nahi munkar.

Sebanyak 26 orang dai dari 20 provinsi mengikuti daurah amar ma’ruf nahi munkar yang diselenggarakan oleh Yayasan Nasehat dan Taujih, mulai Senin (30/07/2018) hingga Sabtu (04/08/2018) di Bogor. Ketua panitia daurah, Imron Bukhari mengatakan para peserta akan mendapatkan serangkaian materi sehingga mampu melakukan amar ama’ruf nahi munkar secara efektif.

Salah satu materi utama dalam daurah itu adalah tentang fikih amar ma’ruf nahi munkar. “Jadi bagaimana amar ma’ruf nahi munkar itu sesuatu yang benar-benar dirasakan sebagai sebuah kewajiban,” ujarnya kepada Kiblat, Selasa (31/07/2018).

Selama ini, kata Imron, amar ma’ruf nahi munkar dianggap sebagian kalangan identik dengan kekerasan. Melalui daurah ini para dai akan dipahamkan cara beramar ma’ruf nahi munkar dengan benar. Selain itu mereka juga bisa mendakwahkan Islam sebagai rahmatan lil alamin.

“Banyak cara-cara strategis yang bisa kita lakukan meski tanpa kekerasan yang efeknya lebih bear, pengaruhnya lebih daripada cara-cara kekerasan,” terang Imron.

Selain ilmu tentang fikih amar ma’ruf nahi munkar, para peserta juga akan mendapatkan materi tentang akhlak dan keahlian menyampaikan nasihat. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan tips khusus dalam marketing dakwah. “Biar daakwah lebih menarik,” ujar Imron.

BACA JUGA  Obati Ninoy Karundeng, Dokter Insani Malah Jadi Tersangka

Para peserta juga akan dibekali kemampuan dalama menyusun program amar makruf nahi munkar. Dengan program itu nantinya mereka akan menyelesaikan suatu permasalah dengan cara-cara sistematis, termasuk ketika memerlukan koordinasi dengan ormas-ormas Islam atau pun dengan pihak keamanan.

“Kita harapkan ketika mereka kembali ke daerah masing masing mereka bisa membuat kegiatan semisal dalam skala lebih kecil,” pungkas Imron.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

KH Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak!

KH. Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak! Labelisasi terhadap umat Islam ngawur. "Yang begini ini bikin muak!" kata dia. Simak!

Selasa, 31/07/2018 16:56 0

Video News

Bilakah Izzah Ulama Sirna?

KIBLAT.NET – Bilakah Izzah Ulama Sirna? Dr. Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan bahwa ulama memperjuangkan value,...

Selasa, 31/07/2018 16:40 0

Video Kajian

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal. Namun fenomena saat ini, paham radikal ini mengarah kepada umat Islam, dan berkonotasi negatif, mengapa?

Selasa, 31/07/2018 15:10 0

Suriah

Rekomendasi Pra-Astana 10: Rezim Suriah dan Oposisi Saling Bebaskan Tahanan

Pejabat Turki, Rusia dan Iran menyetujui pembebasan bersama tahanan Suriah dari pihak rezim dan oposisi. Kesepakatan ini dibentuk menjelang pertemuan Astana ke-10 di Kazakhstan pada Selasa (31/07/2018).

Selasa, 31/07/2018 15:02 0

Arab Saudi

Saudi Tangkap Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan

Akun Twitter Muktaqily Ra’yi kembali mengabarkan penangkapkan ulama oleh pemerintah Saudi. Kali ini, Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan ditahan. Diduga penangkapan itu terkait statusnya di media social yang mengkritik Kerajaan Saudi.

Selasa, 31/07/2018 15:01 0

Asia

Kewarganegaraan Tak Diakui, Jutaan Muslim di India Terancam Dideportasi

India berdalih proses itu diperlukan untuk mengidentifikasi imigran gelap Bangladesh. Namun keputusan itu memicu kekhawatiran deportasi massal kaum Muslim minoritas di dalamnya.

Selasa, 31/07/2018 12:30 0

Afrika

JNIM Berpesan ke Prancis: Perang antara Kita Belum Usai!

Gerakan itu menegaskan bahwa seluruh orang telah mengetahui bahwa pemenang pemilu ini tak lain hanyalah boneka yang dimainkan Prancis dan Negara-negara Salib.

Selasa, 31/07/2018 12:00 0

Palestina

Mossad Gelar Misi Pembunuhan Paling Banyak di Dunia

Dinas rahasia Israel melakukan misi pembunuhan paling banyak daripada agen dari negara lain sejak Perang Dunia II. Lebih dari 800 operasi tercatat dalam dekade terakhir.

Selasa, 31/07/2018 11:21 0

Suriah

Kurdi Suriah Dukungan AS Siap Bekerja Sama dengan Rezim Assad

SDF yang merupakan pasukan Kurdi Suriah mengingkan pembentukan pemerintahan demokratis untuk menguatkan otonomi di wilayah yang dikuasai.

Selasa, 31/07/2018 10:43 0

Suriah

Pejuang Idlib Bentuk Militer Bersatu Berkekuatan 75 Ribu Pasukan

Faksi paling menonjol dalam persatuan itu, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Jabhah Wathaniyah Littahrir, Jaisyul Islam dan Jaisy Idlib Al-Hurr.

Selasa, 31/07/2018 10:20 0

Close