... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Neno Dihadang di Bandara, Pengamat: Polisi Lemah Awasi Objek Vital

Foto: Pengamat Politik Jaka Setiawan

KIBLAT.NET, Jakarta – Peristiwa pengadangan terhadap Neno Warisman oleh sejumlah orang di bandata Hang Nadim Batam menunjukkan pengawasan kepolisian lemah. Padahal, bandara merupakan objek vital.

“Ini menunjukkan pelayanan Kamtibmas oleh kepolisian di objek vital lemah. Ombudsman harus melakukan evaluasi,” kata pengamat Intelijen dan Pertahanan Jaka Setiawan saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (31/07/2018).

Jaka menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan kepada para pengadang aktivis “2019 Ganti Presiden” itu. Bahkan, ia mendorong agar penegak hukum setempat harus diberi sanksi.

“Hukum harus ditegakkan terhadap pelaku dan penegak hukum yang lalai dalam melaksanakan tugasnya di wilayah tersebut. Jika sudah beberapa kali bisa diberi peringatan keras atau penurunan pangkat,” tuturnya.

Lebih lanjut, alumnus Kajian Strategis Intelijen Universitas Indonesia itu memaparkan bahwa pengadang Neno Warisman telah jelas melanggar berbagai aturan. Sebab, pengadangan tersebut telah mengancam objek vital.

“Ini jelas para pelaku persekusi melanggar UU, mengganggu ketertiban umum dan mengancam objek vital nasional. Di sisi lain juga, aparat lalai dalam menjalankan dan menegakan UU,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Kewarganegaraan Tak Diakui, Jutaan Muslim di India Terancam Dideportasi

India berdalih proses itu diperlukan untuk mengidentifikasi imigran gelap Bangladesh. Namun keputusan itu memicu kekhawatiran deportasi massal kaum Muslim minoritas di dalamnya.

Selasa, 31/07/2018 12:30 0

Afrika

JNIM Berpesan ke Prancis: Perang antara Kita Belum Usai!

Gerakan itu menegaskan bahwa seluruh orang telah mengetahui bahwa pemenang pemilu ini tak lain hanyalah boneka yang dimainkan Prancis dan Negara-negara Salib.

Selasa, 31/07/2018 12:00 0

Palestina

Mossad Gelar Misi Pembunuhan Paling Banyak di Dunia

Dinas rahasia Israel melakukan misi pembunuhan paling banyak daripada agen dari negara lain sejak Perang Dunia II. Lebih dari 800 operasi tercatat dalam dekade terakhir.

Selasa, 31/07/2018 11:21 0

Suriah

Kurdi Suriah Dukungan AS Siap Bekerja Sama dengan Rezim Assad

SDF yang merupakan pasukan Kurdi Suriah mengingkan pembentukan pemerintahan demokratis untuk menguatkan otonomi di wilayah yang dikuasai.

Selasa, 31/07/2018 10:43 0

Suriah

Pejuang Idlib Bentuk Militer Bersatu Berkekuatan 75 Ribu Pasukan

Faksi paling menonjol dalam persatuan itu, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Jabhah Wathaniyah Littahrir, Jaisyul Islam dan Jaisy Idlib Al-Hurr.

Selasa, 31/07/2018 10:20 0

Palestina

Hamas dan Fatah Kembali Bahas Kelanjutan Rekonsiliasi

Abbas berjanji, dua bulan mendatang akan melihat keputusan yang menentukan pada banyak masalah yang berkaitan dengan permasalahan Palestina dan upaya untuk melikuidasi melalui langkah-langkah Amerika terbaru dan praktik harian Israel.

Selasa, 31/07/2018 07:02 0

Profil

Kemulian dan Keutamaan Ummul Mukminin Aisyah

Imam Masruq bin Abdurrahman Al-Hamdani Al-Kufi seorang tabi'in mulia saat menyampaikan hadits dari Aisyah selalu mengatakan,"Ash-Shiddiqah binti Ash-Shiddiq, kekasihnya kekasih Allah,wanita yang dibebaskan (dari tuduhan keji yang dialamatkan padanya) tertera didalam kitab Allah, bercerita kepadaku."

Selasa, 31/07/2018 04:30 0

Kolom

Akrobat Kutu Loncat dalam Sirkus Demokrasi

Fenomena kutu loncat sebenarnya bukan hal baru. Terlebih dalam sirkus politik Indonesia saat ini. Please, call me cebong. Hari ini saya menjadi cebong. Silahkan panggil saya cebong," demikian Kapitra Ampera mendeklarasikan pilihan politiknya untuk hinggap di PDIP baru-baru ini.

Senin, 30/07/2018 15:39 0

Turki

Deklarasi Istanbul Tolak Yahudisasi Baitul Maqdis

Deklarasi Istanbul dicetuskan dalam Konferensi Ulama Internasional Mimbar Al-Aqsha II (27/07/2018) di Istanbul, Turki

Senin, 30/07/2018 15:25 0

Philipina

Meski Ditandatangani Duterte, Proses Penerapan UU Bangsamoro Masih Panjang

Direktur eksekutif Institut Otonomi dan Pemerintahan Benedicto Bacani, mangatakan bahwa UU Otonomi Bangsamoro masih menghadapi tantangan sebelum diterapkan.

Senin, 30/07/2018 15:23 0

Close
CLOSE
CLOSE