... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hamas dan Fatah Kembali Bahas Kelanjutan Rekonsiliasi

Foto: Bendera Palestina

KIBLAT.NET, Kairo – Delegasi Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Senin (30/07), meninggalkan Jalur Gaza menuju Kairo untuk bertemu dengan delegasi Gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah). Kedua pihak dijadwalkan akan membahas rekonsiliasi Palestina.

Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, mengatakan bahwa tujuan kunjungan delegasinya ke Kairo adalah untuk “berkonsultasi tentang perkembangan masalah Palestina.”

Kantor berita Hamas melaporkan bahwa delegasi Hamas akan bertemu dengan pejabat dinas intelijen Mesir.

Sebelumnya, delegasi Fatah tiba di Kairo untuk membahas kelanjutan rekonsiliasi Palestina.

Mahmoud Aloul, wakil kepala gerakan Fatah, mengatakan bahwa saat ini upaya untuk mencapai rekonsiliasi yang bertujuan untuk “mengalirkan air yang tergenang dan mengeluarkannya dari kebuntuan” sedang berlangsung di Kairo.

Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, pemimpin gerakan Fatah, mengumumkan bahwa delegasinya akan melakukan perjalanan ke Kairo untuk mengambil ide-ide rekonsiliasi di Mesir.

Abbas berjanji, dua bulan mendatang akan melihat keputusan yang menentukan pada banyak masalah yang berkaitan dengan permasalahan Palestina dan upaya untuk melikuidasi melalui langkah-langkah Amerika terbaru dan praktik harian Israel.

“Kami tetap pada posisi yang kami ambil pada rekonsiliasi,” kata Presiden Palestina.

Pada 12 Oktober Fatah dan Hamas menandatangani perjanjian rekonsiliasi di Kairo untuk mengizinkan pemerintah Palestina mengelola Gaza dan Tepi Barat, tetapi pelaksanaan kesepakatan gagal di tengah perbedaan antara dua gerakan atas beberapa persoalan.

BACA JUGA  Lembaga HAM Ungkap 376 Pelanggaran Israel di Al-Quds Sepajang September

Pada pertengahan Juli, Kairo menawarkan inisiatif baru untuk rekonsiliasi, termasuk pencabutan sanksi yang dijatuhkan terhadap Gaza. Para menteri dari pemerintah saat ini mengambil alih struktur administrasi yang sama di kementerian yang beroperasi di Gaza dan operasi pembangkit listrik dengan menyediakan bahan bakar tanpa membebani itu.

Hamas mengumumkan persetujuannya atas proposal Mesir pada tanggal 19 bulan yang sama.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Kemulian dan Keutamaan Ummul Mukminin Aisyah

Imam Masruq bin Abdurrahman Al-Hamdani Al-Kufi seorang tabi'in mulia saat menyampaikan hadits dari Aisyah selalu mengatakan,"Ash-Shiddiqah binti Ash-Shiddiq, kekasihnya kekasih Allah,wanita yang dibebaskan (dari tuduhan keji yang dialamatkan padanya) tertera didalam kitab Allah, bercerita kepadaku."

Selasa, 31/07/2018 04:30 0

Indonesia

Kunjungi Markas Angkatan Bersenjata Australia, Panglima TNI Bicarakan Isu Laut Cina Selatan

Kunajungi Markas Angkatan Bersenjata Australia, Panglima TNI Bicarakan Isu Laut Cina Selatan

Senin, 30/07/2018 18:58 0

Kolom

Akrobat Kutu Loncat dalam Sirkus Demokrasi

Fenomena kutu loncat sebenarnya bukan hal baru. Terlebih dalam sirkus politik Indonesia saat ini. Please, call me cebong. Hari ini saya menjadi cebong. Silahkan panggil saya cebong," demikian Kapitra Ampera mendeklarasikan pilihan politiknya untuk hinggap di PDIP baru-baru ini.

Senin, 30/07/2018 15:39 0

Indonesia

500 Orang Masih Terjebak di Gunung Rinjani Pasca Gempa Lombok

Gempa berkekuatan 6,4 SR melanda wilayah Lombok pada Ahad (29/07/2018) dan diikuti oleh sejumlah gempa susulan. Gempa mengakibatkan tanah longsor, sehingga pendaki tidak dapat segera turun.

Senin, 30/07/2018 13:50 0

Video News

Wawancara Khusus dengan Ketua Panitia Ijtima Ulama

KIBlAT.NET – Wawancara Khusus dengan Ketua Panitia Ijtima Ulama. Di sela-sela Ijtima’ Ulama dan Tokoh...

Senin, 30/07/2018 12:44 0

Editorial

Editorial: Menyikapi Hasil Ijtima GNPF Ulama

Usai sudah Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar GNPF Ulama di Jakarta, 27-29 Juli 2018. Pertemuan ini, salah satunya, menghasilkan rekomendasi nama Capres dan Cawapres yang hendak bertarung pada arena Pilpres 2019 esok.

Senin, 30/07/2018 12:40 1

Indonesia

Syam Organizer Berdayakan Penduduk Suriah melalui Program Produktif

Lembaga kemanusiaan Syam Organizer (SO) merancang suatu program pemberdayaan penduduk Suriah.

Ahad, 29/07/2018 19:52 0

Indonesia

Ingin Fokus Dakwah, Ustadz Abdul Somad Enggan Jadi Cawapres Prabowo

Ustadz Abdul Somad menyambut positif hasil ijtima ulama yang merekomendasikan ia dan Habib Salim Segaf Al-Jufri menjadi cawapres Prabowo. Namun, dirinya menolak untuk menjadi cawapres.

Ahad, 29/07/2018 15:30 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Kenapa Polisi Tak Usir Penghadang Neno Warisman?

Menurutnya, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa polisi tidak mengusir pendemo.

Ahad, 29/07/2018 13:12 0

Indonesia

Rekomendasi Ijtima: Prabowo Capres, Wakilnya Salim Segaf atau UAS

Sebelum rapat, peserta Ijtima dibagi menjadi empat komisi. Komisi Politik, Komisi Ekonomi, Komisi Dakwah dan Komisi Lembaga dan Organisasi. Komisi Politik berhasil merumuskan kritera ideal calon pemimpin dan pejabat publik yang akan dipilih oleh umat Islam.

Ahad, 29/07/2018 11:16 0

Close