... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dijegal Aturan KPU, Sandiaga Mundur Dari Timses Prabowo

Foto: Pidato perdana Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Balai Kota pada Senin (16/10). (Qari' Aliga/Kiblat.net)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan mundur dari tim pemenangan Pemilihan Umum 2019 Partai Gerindra. Pengunduran diri ini terkait dengan adanya aturan yang menjegal setiap kepala daerah dan wakil kepala daerah menjadi ketua tim kampanye.

“Saya tidak bisa memberikan pernyataan lagi karena saya sudah mundur dari tim pemenangan pemilu. Sudah ada peraturan KPU terkait ini,” kata Sandiaga di gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (31/7).

Sandiaga mengatakan, pengunduran ini disampaikan langsung kepada Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia, Prabowo bersikap sangat legowo. Ia mengerti dan memahami pengunduran diri tersebut.

Dengan begitu, mulai kemarin malam (30/7), Sandiaga tidak lagi menjabat sebagai ketua tim pemenangan dan tidak bisa memberikan komentar politik.

Tak hanya lepas dari jabatan ketua, ia memutuskan tidak akan terlibat dalam keanggotaan tim pilpres. Oleh karena itu, ia meminta pertanyaan terkait politik diarahkan kepada beberapa nama yang telah ditunjuk oleh Prabowo.

Menurut Sandiaga, Prabowo telah menunjuk Edi Prabowo, Ahmad Muzani, Sudirman Said, dan Fadli Zon. “Jadi, mereka yang nanti akan take over(mengambil alih),” ujar Sandiaga seperti dilansir dari Republika.

Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang akan menggantikan Sandiaga sebagai ketua tim pemenangan. Ia menyatakan, hal itu akan diputuskan bersama-sama dengan mitra koalisi Partai Gerindra.

BACA JUGA  Wiranto Diserang Pria Bersenjata Tajam

Sebelumnya, KPU menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) No 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum 2019 yang diundangkan pada 26 Juli lalu. Salah satu poin dalam PKPU tersebut adalah kepala daerah serta wakil kepala daerah dilarang menjadi Ketua Tim Kampanye, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

“Gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau wali kota dan wakil wali kota dilarang menjadi Ketua Tim Kampanye,” bunyi PKPU Nomor 23 Tahun 2018 Pasal 63 Ayat (1).

Sumber: Republika
Penulis: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

KH Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak!

KH. Tengku Zulkarnain: Yang Begini Ini Bikin Muak! Labelisasi terhadap umat Islam ngawur. "Yang begini ini bikin muak!" kata dia. Simak!

Selasa, 31/07/2018 16:56 0

Video News

Bilakah Izzah Ulama Sirna?

KIBLAT.NET – Bilakah Izzah Ulama Sirna? Dr. Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan bahwa ulama memperjuangkan value,...

Selasa, 31/07/2018 16:40 0

Video Kajian

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal

Kiblat Review: Indonesia Merdeka Karena Paham Radikal. Namun fenomena saat ini, paham radikal ini mengarah kepada umat Islam, dan berkonotasi negatif, mengapa?

Selasa, 31/07/2018 15:10 0

Suriah

Rekomendasi Pra-Astana 10: Rezim Suriah dan Oposisi Saling Bebaskan Tahanan

Pejabat Turki, Rusia dan Iran menyetujui pembebasan bersama tahanan Suriah dari pihak rezim dan oposisi. Kesepakatan ini dibentuk menjelang pertemuan Astana ke-10 di Kazakhstan pada Selasa (31/07/2018).

Selasa, 31/07/2018 15:02 0

Arab Saudi

Saudi Tangkap Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan

Akun Twitter Muktaqily Ra’yi kembali mengabarkan penangkapkan ulama oleh pemerintah Saudi. Kali ini, Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan ditahan. Diduga penangkapan itu terkait statusnya di media social yang mengkritik Kerajaan Saudi.

Selasa, 31/07/2018 15:01 0

Asia

Kewarganegaraan Tak Diakui, Jutaan Muslim di India Terancam Dideportasi

India berdalih proses itu diperlukan untuk mengidentifikasi imigran gelap Bangladesh. Namun keputusan itu memicu kekhawatiran deportasi massal kaum Muslim minoritas di dalamnya.

Selasa, 31/07/2018 12:30 0

Afrika

JNIM Berpesan ke Prancis: Perang antara Kita Belum Usai!

Gerakan itu menegaskan bahwa seluruh orang telah mengetahui bahwa pemenang pemilu ini tak lain hanyalah boneka yang dimainkan Prancis dan Negara-negara Salib.

Selasa, 31/07/2018 12:00 0

Palestina

Mossad Gelar Misi Pembunuhan Paling Banyak di Dunia

Dinas rahasia Israel melakukan misi pembunuhan paling banyak daripada agen dari negara lain sejak Perang Dunia II. Lebih dari 800 operasi tercatat dalam dekade terakhir.

Selasa, 31/07/2018 11:21 0

Suriah

Kurdi Suriah Dukungan AS Siap Bekerja Sama dengan Rezim Assad

SDF yang merupakan pasukan Kurdi Suriah mengingkan pembentukan pemerintahan demokratis untuk menguatkan otonomi di wilayah yang dikuasai.

Selasa, 31/07/2018 10:43 0

Suriah

Pejuang Idlib Bentuk Militer Bersatu Berkekuatan 75 Ribu Pasukan

Faksi paling menonjol dalam persatuan itu, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Jabhah Wathaniyah Littahrir, Jaisyul Islam dan Jaisy Idlib Al-Hurr.

Selasa, 31/07/2018 10:20 0

Close